Header Ads

Mbawa Dihajar Bencana, Bupati Bima Tak Tutup Mata


Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dan rombongannya saat di Mbawa-Donggo
Visioner Berita Bima-Selasa (17/10/2017), warga di dua dusun di Desa Mbawa Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima, dihadapkan dengan sebuah peristiwa besar. Yakni, angin puting beliung menghajar belasan rumah warga di Dusun Sanggari dan di Dusun Mbawa. Serangan puting beliung yang berlangsung sekita dua jam itu, bukan saja menyisakan kerugian warga secara fisik. Tetapi, juga membuat warga trauma secara kejiwaan.

Ganasnya serangan angin puting beliung, juga berhasil melululantahkan atap pada lima lokal  SMAN 2 Donggo. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah itu pun dinilai menjadi terhambat. Data yang diperoleh sejumlah Wartawan melaporkan, total kerugian warga dan dunia pendidikan akibat bencana, bukanlah sedikit. Tetapi, angkanya berdasarkan estimasi sementara mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Kejadian yang berlangsung bersamaan dengan hujan deras dan listerik padam itu, praktis memicu keprihatina dan kesedihan publik, juga sekaligus menambah deretan duka Hj. Indah Dhamayanti Putri. Karena dua hari sebelum kejadian itu, Bupati Bima dihadapkan dengan duka mendalam atas meninggalnya Putri Ir. Suryadin (anggota DPRD Kabupaten Bima utusan Golkar) akibat terseret arus di Pantau Baku, Kecamatan Lambu. Karenanya itu, Bupati Bima dengan rombongannya melakukan belasungkawa di rumah duka di Lambu.

Kembali kepada musibah yang menyambar belasan rumah warga di dua Dusun di Mbawa, Rabu pagi (18/10/2017), Bupati Bhima bersama rombongan yang didampigi oleh Ketua Komisi III DRPRD Kabupaten Bima Drs. H. Mustahid H. Kako, MM, Kepala BPBD Kabupaten Bima Ir. H. Taufik Rusdi dan beberapa SKPD terkait termasuk Camat Donggo Drs. Abubakar-hadir di wilayah itu. Tujuannya, melihat langsung penderitaan warga dan dunia pendidikan akibat bencana dimaksud.

Tiba di Mbawa, ratapan kesedihannya atas sebuah kondisi yang dihadapi warganya itu, nampak jelas di wajah Bupati Bima Hj. Indah Dhamyanti Putri. Namun sebagai Pimpinan daerah, ia hanya berharap agar korban bencana tetap sabar, tabah ikhlas dan tegas dalam menghadapinya.

“Rasa sedih dan keprihatinan atas kejadian ini, bukan saja dialami oleh korban bencana angin puting beliung. Tetapi,  peristiwa ini juga mengundang keprihatinan bebagai pihak.  Peristiwa ini, harus dipahami bahwa Allah sedang menguji tentang sejauhmana kita bisa bersabar, tabah, tegar dan ikhlas untuk menerimanya. Namun kami percaya, korban bencana juga mampu melewati ujian ini,” papar Bupati Bima.

Tak hanya keprihatinan dan doa yang dipersembahkan oleh Bupati Bima untuk korban bencana di Mbawa. Tetapi, juga menyerahkan bantuan tanggap darurat. Bantuan tersebut, yakni berupa Berupa terpal, tikar dan makanan siap saji. Dan bantuan-bantuan itu, diserahkan langsung oleh Bupati Bima kepada korban bencana di dua Dusun itu pula.

Dari hasil pantauan langsung Bupati Bima di dua Dusun di Mbawa, terdapat 15 rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung. Tiga diantaranya, rusak parah. Sementara 12 rumah lainnya, mengalami rusak ringan. Masih dalam pantauan langsung Bupati Bima beserta rombongannya, kerusakan terparah akibat bencana tersebut terjadi pada SMAN 2 Donggo. Hasilnya, Bupati Bima menemukan atap pada lima lokal ruang kelas yang rusak parah akibat bencana angin puting beliung.

Untuk perbaikan dunia pendidikan terdampak bencana tersebut, diakuinya menjadi tanggungjawab Pemprov NTB. Hal tersebut, mengacu kepada beralihnya kewenangan penanganan dunia pendidikan pada SMA/SMK sederajat dari Kabupaten/Kota ke Pemprov.

“Terhadap kerusakan dunia pendidikan ini, tugas kami hanya sebatas mensuport data yang kemudian akan dikoordinasikan dengan Pemprov NTB. Kita berharap, kerusakan dunia pendidikan tersebut segera teratasi. Sebab, kelancarana dan kenyamanan proses belajar mengajar bagi guru dan siswa di sekolah itu, sangatlah penting,” harapnya.

Liputan langsung sejumlah Wartawan pada moment tersebut melaporkan, Bupati Bima dengan rombongannya berada di Mbawa sekitar beberapa jam lamanya. Selain memantau langsung kerusakan fisik akibat bencana, Bupati juga sempat bercengkerama dan berfoto bersama dengan masyarakat, khususnya korban bencana. “Kami berharap, warga tetap waspada terhadap bencana yang dihadapi,” imbuh Bupati.

Sebab menurut Bupati, saat ini memasuki akhir tahun, dan semua Kecamatan di Kabupaten Bima berpotensi terjadi bencana. “Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan di sini, termasuk teman–teman wartawan,” harapnya lagi.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Donggo, Nasaruddin SPd menjelaskan, ada lima ruangan yang rusak parah dan dua rusak ringan pada sekolah itu akibat bencana angin puting beliung. “Yang rusak parah itu empat ruang belajar dan satu ruang laboratorium. Sementara Laboratorium IPA dan satu Roombel lainnya rusak ringan,” tandasnya.

Mmeski kondisi atap lima ruang kelas mengalami rusak parah, namun aktivitas kegiatan belajar megajar (KBM ) tetap berjalan seperti biasa.  Menurutnya, kerusakan akibat bencana tersebut, kerugian diperkirakan kerugian mencapai Rp 100 juta. Oleh karenanya, ia berharap agar Pemprovf NTB segera memberikan bantuan untuk memperbaiki atap ruangan sekolah itu. Pasalnya, jumlah ruangan yang rusak, lebih banyak dari ruangan yang bisa digunakan.

“Saat ini, kami siasati dengan cara memindahkan meja dan kursi dari ruangan yang rusak ke ruang guru dan TU. Tujuannya, agar KBM tidak terganggu dengan bencana ini. Ruang kelas yang kami miliki ada sembilan dan yang rusak ada lima ruangan,” pungkanya.

Sebagaimana catata media massa sebelumnya,  peristiwa angin puting beliung di dua Dusun di Mbawa, terjadi pada Selasa siang (17/10/2017). Bencana tersebut, menerja sejumlah atap rumah warga dan atap bangunan SMAN 2 Donggo  hingga mengalami rusak parah. Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 wita dan tidak ada korban jiwa.

Sementara korban bencana, hanya bisa berharap agar kerugian yang dialaminya akibat bencana itu dapat dijawab secara segera oleh Pemerintah. Sebab, rata-rata rumah warga rusak parah maupun ringan akibat bencana tersebut adalah terbuat dari kayu alam (rumah panggung). Menurut korban bencana, perbaikan segera rumah-rumah yang rusak tersebut, bersifat segera. Sebab, mulai Oktober 2017 ini sudah memasuki musim hujan.

“Bencana telah merusak tempat tinggal kami. Kini musim hujan sudah mulai, karenanya kami butuh tempat tinggal yang nyaman. Tak selamanya kami bisa numpang di rumah keluarga maupun tetangga. Kecuali, kami dan keluarga harus tinggal di rumah sendiri. Sekali lagi, kami berharap agar Pemerintah segera menjawab permohonan ini,” pinta sejumlah warga terdampak bencana angin puting beliung.

Masih soal peristiwa angin puting beliung yang menghajar dua dusun di Desa Mbawa itu, visioner.co.id juga mengungkap data lain yang diduga sebagai salah satu pemicunya. Yakni, ditengarai ribuan hektar kayu sonokling yang ditanam sejak zaman kepemimpinan Sultah H. Abdul Kahir telah dibabat habis oleh oknum-oknum tertentu.

Dugaan telah dibabat habisnya kayu sonokling yang sudah berumur ratusan tahun tersebut oleh oknum-oknum tertentu itu, disinyalir memberi ruang besar bagi angin puting beliung untuk bergerak bebas menghajar wilayah Desa. Seorang sumber terpercaya menduga, kasus pembabatan kayu sonokling bernilai sejarah di wilayah Desa Mbawa itu, pun disinyalir luput dari pendengaran dan penglihatan pihak terkait.

“Ini bukan soal mitos, tetapi dugaan telah dibabat habisnya kayu sonokling wilayah Mbawa itu, patut ditengarai sebagai salah satu sumber bencana,” duga sumber, Rabu (18/10/2017). (Rizal/Must/Buyung/Wildan/Ika/Fahmi)

No comments

Powered by Blogger.