Header Ads

Perdana, Tanaman Porang di Donggo Siap Panen dan Ini Penjelasan Dispertabun

      Dispertabun Kabupaten Bima Saat Turun Survey Tanaman Porang di Kecamatan Donggo.

Visioner Berita Kabupaten Bima-Fenomena tanaman porang mulai digandrumi petani di Kabupaten Bima. di Kecamatan Donggo yang sudah lebih dari 10 Ha tanaman porang siap panen musim 2021.

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Bima langsung turun mengecek untuk memastikan porang yang ditanam petani tersebut. Bahkan mereka merencanakan tanaman porang yang dulu jadi gulma bagi petani, kedepan bisa dijadikan komuditas pertanian baru. 

"Porang sekarang sudah sangat fonemenal. Hampir seluruh daerah mulai tanam pohon jenis umbian itu," ujar Kasi Pembenihan Dispertabun Kabupaten Bima, Amran SPt disela survey tanaman porang di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Rabu (31/3/2021) kemarin.  

Rombongan Dispertabun mengecek langsung setiap lokasi penanaman porang di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo. Didampingi Kasi Produksi Dispertabun, Fauzi, Amran memastikan kedepan tanaman porang akan terus dikembangkan. 

"Sekarang kita turun cek dulu. Kita ingin pastikan porang benar-benar bisa tumbuh di Bima," terangnya.

Setelah melihat langsung kondisi porang yang ditanam petani di Desa Mbawa, Amran mengaku sangat bersyukur masyarakat punya kemauan besar menanam porang. Itu artinya, petani sudah bisa membaca peluang dengan melihat kebutuhan nasional. 

"Petani yang punya kemauan tinggi yang kita butuh. Ini salah satu terobosan yang sangat tepat dengan melihat pangsa pasar porang sangat terbuka," terangnya. 

Menurut Amran, sudah banyak daerah mulai memproduksi tanaman porang secara besar-besaran. Di Jawa, Sulawesi dan Bali sudah memproduksi porang lebih dari 1000 ton pertahun. 

"Tanaman porang sangat mahal. Karena diburuh oleh sejumlah negara yang siap menampung porang. Kebutuhan ini belum bisa terpenuhi," ujarnya. 

Berat Tanaman Porang Capai 2-3 Kilogram

Di Bima kata Amran, mulai tahun ini akan membuka kran produksi porang. Bahkan petani diminta agar siap bersaing dengan porang hasil tanaman daerah lain. Saat ini lebih dari puluhan hektare porang di Bima sudah bisa dipanen.  

"Baru Donggo yang sudah masif tanam porang. Ada juga di kecamatan lain seperti, Bolo, Soromandi dan Sape. Kita harus bergerak cepat, kedepan kompetisi porang tetap terjadi, petani harus siap," sebutnya. 

Amran menilai, umbi porang yang ditanam petani di Bima sangat produktif. Baru satu musim masa tanam sudah bisa menghasilkan umbi dengan berat 2-3 kilogram. 

"Kita sudah coba lihat umbinya. Hasilnya sangat bagus dan besar-besar. Itu artinya porang kita bisa diandalkan," katanya. 

Ia meminta, petani agar terus menanam dan mengembangkan porang. Jika sudah ditanam secara masif, tentunya nanti porang di Bima akan dilirik.

"Kita juga siap membantu petani porang. Tahun ini baru satu kelompok tani yang mendapat bantuan bibit dan pupuk," cetusnya. 

Sementara itu, perwakilan kelompok tani porang Desa Mbawa, Mustamin mengaku, sangat bersyukur Dispertabun bisa melihat langsung porang yang ditanamnya.

"Saya sangat berterimakasih karena dinas pertanian mau melihat hasil usaha kita menanam porang," ujarnya.

Ia berharap, kedepan dinas setempat bisa membantu petani porang untuk mengembangkan hasil produksinya. Terutama bantuan peralatan pemdedengan tanah dan bibit porang. 

"Iya, kita masih kesulitan alat pembedengan tanah. Begitupun bibit, karena yang kita tanam ini hasil cabutan dari hutan sekitar Desa kita," tandasnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.