Header Ads

Menangkal Paham Radikalisme, Ponpes Manarul Qur'an Gelar Dialog Tematik Program Keserasian Sosial

Foto Kegiatan Dialog Tematik.

Visioner Berita Kota Bima-Forum keserasian sosial bina damai pondok pesantren Manarul Qur'an Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima menggelar dialog tematik program keserasian sosial berbasis masyarakat di Ponpes setempat, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sinergisitas Kementerian/Lembaga bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI dengan mengusung tema "Membangun Persaudaraan Merawat NKRI" dalam menangkal paham radikalisme. 

Pantauan langsung media ini sekitar 80 orang peserta yang terdiri Tokoh masyarakat, Toko Agama, Tokoh Pemuda, guru ustad, Santriwan dan santriwati dari Ponpes Manarul Qur'an, sebagai penanggung jawab kegiatan Ust. H. Adnin selaku pimpinan Ponpes Manarul Qur'an. Bahkan Kadis Sosial Kota Bima Muhidin, Kabag Kesbangpol Kota Bima Achmad Fathoni dan Pimpinan Ponpes Manarul Qur'an Ust. H. Adnin turut hadir pada momen tersebut.

Pimpinan Ponpes Manarul Qur'an Ust. H. Adnin dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu tugas keumatan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. 

"Pondok ini sudah berusia 7 tahun dan Alhamdulillah pembangunan sudah mulai berkembang dan santri kami sudah mencapai 300 lebih Siswa. Kami juga berterimakasih kepada Dinas Sosial yang memberikan amanat kepada kami sebagai forum keserasian sosial. Dan amanah itu akan kami jaga dan kami pertanggung jawabkan agar bernilai ibadah disisi Allah," terangnya.

Peserta Kegiatan Dialog Tematik.

Ditegaskannya, program ini merupakan sinergitas antara lembaga negara diantaranya Kementerian dan Lembaga penyelenggar negara. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk membangun negara melalui jalur agama.

"Aktifitas pondok ini tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Kelurahan Kolo. Jadi melalui Ponpes ini kita merajut ukhuwah islamiah diantara kita semua. Ponpes ini dibangun untuk mengawal para pelajar untuk mempunyai ideologi yang jelas, agama yang baik serta menjunjung tinggi agama Allah dan keutuhan NKRI," tegasnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Kota Bima Muhidin menyampaikan apresiasinya pada siswa dan siswi santri di Ponpes tersebut.

"Saya merasa bangga karena suasana Ponpes dan warganya yang bersahabat. Hanya ada 2 Kelurahan yang memenuhi syarat untuk kegiatan ini di wilayah Kota Bima yaitu Kelurahan Kolo dan Kelurahan Penatoi," katanya.

Lanjutnya, pihaknya mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Sosial dan Sinergisitas Kementerian/Lembaga untuk melakukan kegiatan ini agar berjalan lancar dan tepat sasaran. 

"Ada program fisik dan program pemberdayaan yang kami lakukan sesuai dengan proposal yang diajukan oleh masyarakat atau Ponpes. Program fisik yang masuk ke Ponpes Manarul Qur'an yaitu pembangunan rehabilatisi masjid Darul Huffadz dan budidaya ikan air tawar," ungkapnya.

Dijelaskan Muhidin, kegiatan ini merupakan cara Pemerintah untuk menangkal berkembangnya paham radikalisme di kehidupan masyarakat. 

"Masyarakat harus terlibat dalam kegiatan gotong royong untuk menangkal paham radikalisme," jelasnya.

Kaban Kesbangpol Kota Bima Saat Menyampaikan Arahannya.

Secara terpisah, Kaban Kesbangpol Kota Bima Achmad Fathoni merasa bangga bisa hadir di Ponpes Manarul Qur'an. Pihaknya mengharapkan kerelaan dari Ponpes untuk mengarahkan santri ke hal-hal yang baik.

"Wajah para santri ini masih polos, mari kita isi kepolosan mereka dengan hal hal positif. Amalan baik akan terpancar pada wajah seseorang yang beriman. Harus ada komunikasi yang baik antara santri dan gurunya dan tetap mengedepankan adab dan tata krama," harapnya.

Lanjutnya, banyak orang yang memiliki ilmu yang tinggi namun tidak punya moral dan adab. Jangan sekali-sekali para santri terpaku pada internet karena kita tidak mengetahui siapa yang mengapload.

"Jadi betapa pentingnya kita belajar di dunia nyata yang jelas sumbernya," tandasnya.

Catatan penting lainnya, Ponpes Manarul Qur'an merupakan Ponpes sebagai Ponpes penyangga yang akan merangkul masyarakat kota Bima yang telah terpapar paham radikalisme. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meminimalisir berkembangnya paham radikalisme di kalangan Ponpes yang ada di wilayah Kota Bima. Dan Ponpes Manarul Qur'an terbuka untuk umum dan telah terdaftar di Kementerian Agama RI. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.