Alhamdulillah Latu Muhammadin Pulang ke Rumahnya dan Dinyatakan Sudah Pulih

Taspen Untuk Nasar Rp82 Juta Sudah Diserahkan Kepada Keluarganya

Latu Muhammadin (Baju Kotak-Kota) Paling Kiri Saat Menerima Donasi Dari Pihak Damkar NTB dan Damkar Kota Bima Usai Keluar Dari RSUP Mataram-NTB Belum Lama ini

Visioner Berita Kota Bima-Peristiwa mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Dinas Damkar Kota Bima sebulan silam, praktis saja memakan korban jiwa. Pada peristiwa mengenaskan itu, Ahmad Fathoni dan Nasar meninggal dunia. Sementara sang supir mobil Damkar yakni Latu Muhammadin dalam kondisi kritis.

Terkait peristiwa yang menyisakan duka teramat dalam bagi masyarakat Kota Bima tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dibawah kendali Pj.Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum tak tinggal diam. Antara lain, Pj. Walikota Bima memrintahkan instansi terkait untuk mengurus BPJS ketenaga kerjaan untuk Almarhum Ahmad Fathoni (tenaga kontrak) dan Tabungan Pensiun (Taspen) untuk Nasar.

Angka BPJS ketenaga kerjaan untuk Almarhum Fathoni diakui lebih dari seratus juta rupiah. Dan hal itu dijelaskan masih diurus sampai  dengan saat ini. Menurut informasi yang dihimpun oleh Media Online www.visionerbima.com melaporkan, pihak keluarga Almarhum Fathoni masih menyelesaikan kelengkapan dokumen administrasi guna mendapakan anggaran dari BPJS ketenaga kerjaan tersebut.

Sementara Taspen untuk Almarhum Nasar, diakui telah diserahkan kepada ahli warisnya dengan angka sebesar Rp82 juta. Angka tersebut meliputi include jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua bagi yang bersangkutan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pj. Walikota Bima melalui Kadis Damkar setempat, Didi Wahyudiansah, ST, MT kepada Media ini, Selasa (24/10/2023).

“Untuk BPJS ketenaga kerjaan bagi Almarhum Ahmad Fathoni, hingga kini masih dituntaskan oleh Ahli warisnya. Sedangkan Taspen untuk Almarhum Nasar sebesar Rp82 juta itu telah diberikan oleh pihak PT. Taspen (Persero) Cabang Bima kepada ahli warisnya. Hal tersebut dilaksanakan belum lama ini,” ungkap Didi.

Selain itu, Didi menjelaskan bahwa kedua Almarhum juga mendapatkan santunan dari berbagai pihak. Antara lain dari Damkar Pusat dan Damkar NTB. Santunan tersebut diakui diserahkan secara langsung oleh pihaknya kepada keluarga kedua Almarhum.

“Atas santunan yang diberikan oleh berbagai pihak tersebut, secara khusus kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang tak terhingga. Dan secara khusus pula kami menyampaikan apresiasi, terimakasih, bangga dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian terbaik kedua Almarhum selama ini. Yang jelas kita semua berduga. Semoga kedua Almarhum mendapatkan tempat yang sangat layak di sisi Allah SWT,” harap Didi.  

Lepada dari itu, pertanyaan tentang kondisi terkini Latu Muhammadin pun akhirnya terjawab. Latu yang sebelumnya dalam kondisi kritis dan kemudian dirujuk dari RSUD Bima ke RSUP Mataram NTB, kini dijelaskan sudah pulang kembali kerumahnya. Dan kondisi kesehatanya dijelaskan sudah pulih.

“Alhamdulillah kondisi Latu Muhammadin kini sudah membaik. Belum lama ini pihak RSUP Mataram NTB memperbolehkan Latu Muhammadin untuk pulang ke Bima karena alasan bahwa kondisinya sudah pulih,” terang Didi.

Didi kemudian menyatakan bahwa kini Latu Muhammadin sudah bisa berbicara seperti sedia kala. Tak hanya itu, kini Latu Muhammadin diakuinya sudah bisa jalan. Kendati belum benar-benar pulih seperti sedia kala, Didi mengakui bahwa pada bagian bahunuya Latu Muhammadin belum sembuh secara total. Latu mengalami luka pada bagian bahu, diakuinya karena terjadi benturan saat mobil Damkar tersebut terguling.

“Lebih dari dua minggu Latu Muhammadin dirawat di RSUP Mataram-NTB. Untuk Latu Muhammadin, saat itu kami hanya menanggung biaya transportasi dan akomodasinya. Sementara seluruh resiko biaya perawatanya selama di RSUP Mataram juga ditanggung dengan BPJS ketenaga kerjaan,” pungkas.

Melalui kesempatan ini pula, Didi menyampaikan spresiasi dan terimakasih kepada pihak RSUP Mataram-NTB karena telah berhasil mengatasi penderitaan Latu Muhammadin akibat kecelakaan dimaksud. Pernyataan yang sama juga disampaikanya kepada Tim Medis RSUD Bima yang telah bekerja secara sungguh-sungguh sebelum Latu Muhammadin dirujuk ke RSUP Mataram NTB.

“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada rekan-rekan warta serta seluruh masyarakat Kota Bima atas doa-doa terbaiknya hingga Latu Muhammadin bisa selamat dari ancaman kematian,” pungkas Didi. (TIM VISIONER) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.