Dihadapan Warga Donggo, Umi Lena Janji Akan Perjuangkan Lebih Banyak Beasiswa PIP dan KIP Tahun Depan

Umi Lena didampingi Ketua DPC Partai PKB Kabupaten Bima, Kepala Kemenag Kabupaten Bima, rektor Universitas Islam Negri (UIN Mataram) diwakili Kepala Jurusan PAI UIN Mataram., DR. ERLAN M. Pd. 
   dan Sekcam Donggo.

Visioner Berita Kabupaten Bima-
Hj. Mahdalena, S.S., M.M yang merupakan Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB melaksanakan kegiatan Ngobrol berbasis Pendidikan Agama Islam (Ngopi) di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Donggo, Desa O'o itu mengangkat tema " Nilai-nilai Islam Sebagai Landasan Pencegahan Bullying di Pesantren".

Tak sendiri, politisi perempuan yang akrab disapa Umi Lena ini didampingi Ketua DPC Partai PKB Kabupaten Bima, Kepala Kemenag Kabupaten Bima, dan rektor Universitas Islam Negri (UIN Mataram) diwakili Kepala Jurusan PAI UIN Mataram., DR. ERLAN M. Pd. 

Selain itu juga dihadiri oleh Camat Donggo, KUA Kecamatan Donggo, Kepala Desa, Ketua BPD, ketua Karang Taruna, pengurus Masjid, lembaga adat Desa se-kecamatan Donggo, pemuda pegiat media sosial Donggo, eks penyelenggara pemilu PPK dan PPS se-kecamatan Donggo, Korwil, PKM Donggo, MTs Al Ikhlas Donggo, MTs Mpili dan Mis An-Nur Doridungga serta puluhan warga Kecamatan Donggo lainnya.

Pantauan langsung media online www.visionerbima.com, Kedatangan Umi Lena disambut dengan tarian "wura bongi Monca". Tarian khusus penerimaan tamu oleh siswi Mis Al Ikhlas Doridungga. 

Kemudian dilanjutkan dengan tarian Tambora yang tidak kalah spektakuler dari siswi Mis Al Ikhlas Doridungga juga. Setelah menyajikan pertunjukan yang menggemaskan, kedua grup penari dimaksud mendapat kado spesial dari Umi Lena. Pada kesempatan yang sama, konten kreator cilik Asyifa Naila Zahra pun diberikan kesempatan untuk menampilkan sebuah puisi.

Umi Lena menjelaskan, Ngobrol pendidikan Agama Islam atau "Ngopi" ini adalah program kerja dari Kementrian agama. Sementara kemenag adalah mitra kerjanya. Kaitan dengan ini program "Ngopi" adalah pengetahuan berbasis keagamaan.

Melalui kegiatan "Ngopi" tersebut Dia berjanji, untuk tahun depan akan perjuangkan lebih banyak program beasiswa PIP untuk anak-anak bangsa. "Doakan saya, semoga PIP tahun depan bertambah banyak," harapnya.

Umi Lena menyarankan, setelah tamat SMA  siswa-siswi melanjutkan studi di Kampus UIN Mataram. "Kenapa di UIN Mataram? Karena di kampus ini merupakan mitra kerja saya Kapoksi komisi VIII . Nanti mereka bisa dapat beasiswa KIP," sebutnya.

Umi Lena juga mengatakan dirinya memiliki program renovasi 9 Masjid dan 4 Musholla setiap tahun. "Oleh karena itu, kehadiran saya seperti ini tentu ingin mendengar secara langsung aspirasi masyarakat. Misalnya seperti ada yang mau renovasi masjid atau musholla. Atau juga aspirasi lain. Semuanya harus melalui proposal. Insya Allah akan saya perjuangkan semuanya," ujarnya.

Sementara yang berkaitan dengan kelolosan P3K Kemenag kemarin yang ditugaskan diluar daerah sudah diminta untuk segara dikembalikan ke daerah asalnya."Sudah saya komunikasi dengan pak Sekjen, sudah diiyakan. Tinggal tunggu waktunya saja. Karena banyak dari mereka ditugaskan diluar daerah meninggalkan anak dan keluarga," terang Umi Lena.

Umi Lena melakukan foto bersama dengan penari cilik dari MTs Al Ikhlas Doridungga usai melakukan pertunjukan dan pemberian kado spesial.

Yang berkaitan dengan kasus Bullying sendiri, politisi perempuan yang dikenal ramah dan humanis ini menyayangkan peristiwa ini terjadi disekolah atau pesantren. Sebab kata dia, dampaknya besar.  Terjadi trauma dan tergoncang secara psikologis bagi korban.

"Makanya sekolah-sekolah dan pesantren harus menerapkan kurikulum berbasis Cinta. Supaya pelajar bisa saling menjaga keakraban dan keharmonisan dalam proses pembelajaran," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kabupaten Bima, H. Mujiburrahman, S. Ag menjelaskan soal Bullying di Pesantren, sekolah-sekolah atau ditempat lain. Bullying atau dikenal dengan kata Buli adalah sikap atau perbuatan yang menyakiti, mempermalukan atau menekan seseorang secara terus menerus dan berulang. Baik secara fisik, verbal, dengan kata-kata perbuatan atau melalui media sosial. Karena itu perbuatan seperti ini sangat dilarang dalam Islam. 

"Dalam Islam ada istilah Nilai Rahmah atau kasih sayang. Karena Rahmat Allah kita bersikap lemah lembut terhadap siapapun dan dimanapun. Terlebih di pesantren atau sekolah-sekolah. Sebab, Ditempat ini adalah tempat untuk menuntut dan membina pengetahuan," jelasnya.

Jika ada siswa-siswi yang membuli disekolah, apa yang harus dilakukan? " Jangan langsung memukul atau memprosesnya. Tetapi maafkanlah dia (pelaku). Berikan bimbingan. Mungkin saja dia belum tahu apa yang telah ia perbuat. Yang paling penting adalah libatkan orang tua siswa, masyarakat atau ketua komite sekolah secara bersama mengatasi kasus bullying ini," ungkap H. Mujib.

Selanjutnya kata dia, ada nilai Ukhuwah untuk menjaga bullying. Maksudnya carikan jalan Islam diantara mereka. "Ada yang disebut nilai akhlakul karimah juga. Maksa adalah telah ada pada diri rasul teladan yang baik. Karena itu berikan contoh yang baik untuk siapapun. Begitu juga dengan sekolah-sekolah atau pesantren, guru berikan teladan yang baik untuk siswa dan siswi. Jangan lagi ada saling mempermalukan satu sama lain," tandas H. Mujib. 

Setelah kegiatan "Ngopi" digelar, Umi Lena bersama tim turun langsung menyambangi kelurga korban kebakaran di Desa Doridungga Kecamatan Donggo.  Di TKP, dia memberikan bantuan pribadi berupa uang tunai kepada tiga warga korban. (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.