Lindungi Jamaah Umrah, Miq Iqbal Dorong Pemanfaatan Safe Travel
![]() |
| Gubernur NTB saat menghadiri kegiatan silaturahmi kesehatan jamaah umrah oleh BKK bersama PPIU |
Visioner Berita Provinsi NTB-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri kegiatan silaturahmi kesehatan jamaah umrah oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram bersama Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) NTB di Fave Hotel Mataram pada, Selasa (6/1/2026).
Dalam kegiatan silaturahmi itu, Gubernur NTB menekankan pentingnya aspek keselamatan dan perlindungan jamaah umrah sebelum dan selama berada di luar negeri.
Tiga pilar utama menjadi tameng perlindungan jamaah umrah yaitu pemanfaatan teknologi, mitigasi risiko kesehatan melalui vaksinasi, serta perlindungan finansial melalui asuransi perjalanan.
Secara khusus, dirinya mengimbau para pimpinan rombongan atau tour leader untuk mengunduh aplikasi Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri RI sebagai sarana komunikasi darurat dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.
"Paling tidak pimpinan rombongannya download, karena itu akan memudahkan komunikasi dengan KBRI jika terjadi sesuatu. Sudah ratusan nyawa terselamatkan melalui aplikasi itu," tegas Gubernur NTB, Miq Iqbal sapaan akrabnya.
Setiap negara tujuan memiliki karakteristik risiko kesehatan yang berbeda, seperti meningitis di kawasan Timur Tengah atau yellow fever di Afrika.
untuk itu, kata dia, bahwa vaksinasi tidak boleh dipandang sebatas persyaratan administratif, melainkan sebagai bentuk perlindungan paling mendasar bagi jamaah.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu, juga mendorong jamaah untuk melengkapi diri dengan travel insurance guna mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari gangguan kesehatan hingga permasalahan teknis seperti kehilangan barang dan keterlambatan penerbangan.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait penerbangan langsung dari Lombok ke Jeddah, Gubernur NTB menyatakan dukunganny, seraya menjelaskan bahwa penerbangan langsung memiliki konsekuensi biaya yang lebih tinggi dibandingkan penerbangan transit, sesuai dengan logika industri penerbangan.
"Saat ini telah ada maskapai yang menyatakan minat, salah satunya Samarkan Air, serta beberapa maskapai lain yang masih dalam tahap penjajakan," imbuhnya.
Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong pesawatnya masuk di wilayahnya, dibelakang itu PPIU yang harus kompak mengkoordinasikan jamaahnya.
"Jangan sampai berebutan hingga pesawat kosong. Kita harus kompak agar penerbangan ini berkelanjutan," pungkasnya.(rr)







Tulis Komentar Anda