Kreatif, Mahasiswa UMM Malang asal Soromandi Bima, Ciptakan Alat Hand Sanitizer Otomatis

Mahasiswi UMM Malang Asal Soromandi Bima.

Visioner Berita Kabupaten Bima-Kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tahun 2021 oleh kelompok 36 yang dilaksanakan di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berasal dari Soromandi Bima, NTB, M. Syaikhul Muarif (alumni MAN 1 Kota Bima) berinisiatif menciptakan alat Hand Sanitizer otomatis untuk mencegah penularan Covid-19.

"Karena penularan covid-19 melalui kontak fisik dan lainnya. Maka adanya Hand Sanitizer otomatis ini, untuk mencegah penularan covid-19 melalui sentuhan bergantian ketika memakai Sanitizer manual," tutur Alif Fadila selaku ketua kelompok 36.

Kegiatan kelompok yang dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rini Pebri Utari, S. Pd., MT. Kelompok yang beranggotakan 5 orang, yaitu Alif Fadila, M. Syaikhul Muarif, M. Noer Jayadin dari Jurusan Teknik Elektro, M. Turaihan Azuri dari jurusan Teknik Sipil, dan M. Isra Jurusan Ilmu pemerintahan.

Melihat kondisi hampir di seluruh belahan bumi terdampak oleh virus Corona yang belum juga bisa dituntaskan sehingga membuat keresahan bagi masyarakat. 

"Terlebih Indonesia dengan kasus positif Covid-19 terus meningkat setiap harinya," katanya.

Dikutip dari (https://covid19.go.id/) pertanggal 1 Juli 2021, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 2.203.108 kasus positif, 1.890.287 sembuh, dan 58.995 kasus kematian.

Menyikapi kasus tersebut Kegiatan PMM kelompok 36 mengusung yaitu Pemberdayaan Teknologi & Kesehatan Lingkungan Masyarakat.

Alat Hand sanitizer otomatis tersebut terdiri atas komponen-komponen elektronika, yaitu arduino uno, motor servo, sensor ultrasonic, kabel jumper, kawat, adaptor, kabel konector arduino, dan botol handsanitizer yang dirancang dan di program sedemikian rupa menjadi sebuah alat yang unik.

Cara kerja alat hand sanitizer otomatis ini berbeda dengan hand sinitizer pada umumnya, karena di masa pandemi ini sangat dianjurkan untuk tidak menyentuh secara langsung benda yang digunakan secara bergantian.

"Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam menggunakan hand sanitizer otomatis ini cukup hanya mengarahkan tangan ke saluran keluarnya cairan hand sanitizer yang di bantu sensor ultrasonic, secara otomatis cairan hand sanitizer akan keluar.

Alat hand sanitizer yang diinisiasi oleh mahasiswa UMM dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini sudah digunakan oleh masyarakat di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu.

"Alat tersebut ditempatkan di dua tempat fasilitas umum, yaitu di Masjid Al-Ikhlas RW 06 dan di Kantor Desa Tlekung," ujarnya.

Alat tersebut di perkenalkan dan diuji coba oleh Bambang selaku kepala Dusun Krajan Lor, Bhabinkamtibmas Desa Tlekung Aipda Arif mauludi Ansari, Amd., Kep. serta beberapa perangkat desa lainnya.

Menurut Bhabinkamtibmas Arif, alat tersebut merupakan alat yang modern di era perkembangan teknologi dan sangat cocok digunakan di tempat umum mengingat kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Alatnya modern dan canggih, ini akan sangat berguna bagi masyarakat karena di masa pandemi Covid-19 ini sangat dianjurkan untuk tidak menyentuh secara langsung benda yang digunakan secara bergantian." tutupnya. (FAHRIZ)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.