Header Ads

Pemkot Bima Berencana Siapkan Dapur Umum di Lima Kecamatan, Ini Penjelasan Sekda

Drs. H. Muhtar Landa, MH.

Visioner Berita Kota Bima-Pasca diterjangnya banjir bandang Senin (6/12/2021) kemarin di sejumlah wilayah di Kota Bima "Kota Tepian Air". Hingga kini Pemerintah Kota Bima tengah berupaya semaksimal mungkin membantu dan meringankan beban warga terdampak bencana. 

Jika sebelumnya, tertanggal 30 November 2021, Kota Bima telah mengeluarkan surat secara resmi yang ditandatangani Walikota Bima terkait tanggap darurat. Pemkot pun telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forkopimda setempat dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh OPD yang ada di Kota Bima di gedung Paruganae Conventio Hall Kota Bima. Kemudian juga telah melakukan apel siaga bencana di Kantor Walikota Bima. Hal itu guna lebih awal melakukan mitigasi soal bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang begitu besar.

Terlepas dari hal itu, Selasa (7/12/2021) Sekda Kota Bima Drs. H. Muhtar Landa, MH sekaligus Ketua Satgas Pengendali Bencana mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan kordinasi sekaligus menyampaikan laporan terkini kepada Walikota terkait perkembangan bencana di Kota Bima.

"Sebagai bentuk kesiapan dan kesiagaan, Pemkot Bima telah menyiapkan dapur umum yang terpusat di BPBD Kota Bima," terangnya kepada media www.visionerbima.com saat ditemui di ruangannya.

Dijelaskannya, seiring melihat perkembangan bencana yang ada, Pemkot juga sudah berkordinasi dengan TNI-Polri berencana akan menyiapkan dapur umum di lima Kecamatan di Kota Bima. Hal ini dilakukan, guna mendekatkan pelayanan dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir. 

"Selanjutnya hal lain, OPD selaku pembina di wilayah Kelurahan juga turut membantu dapur umum yang ada di BPBD Kota Bima dengan turut mendrop makanan. Kemudian untuk membantu operasional OPD yang terlibat langsung di dalam penanganan bencana seperti BPBD, PUPR, DLH, Damkar dan Dinsos Kota Bima, menunggu proses pencairan Dana Tak Terduga Bencana," ungkapnya.

Sementara itu, kaitan dengan hal lain yang berhubungan dengan fisik dan sebagainya, ditegaskannya, sementara ini masih menunggu ketersediaan anggaran Biaya Tak Terduga Bencana.

"Bagi kami Pemerintah yang terpenting sekarang ini bagaimana warga bisa dilayani dan tertolong. Mengingat saya sebagai, dalam hal ini Sekda Kota Bima selaku Ketua satgas pengendal bencana bertanggung jawab penuh untuk itu," tegasnya. 

"Pak Walikota setiap hari memantau bagaimana pelaksanaan kordinasi di tingkat Kota. Tetap di pantau setiap hari. Dan laporannya sudah saya sampaikan, termasuk laporan bencana banjir kemarin, yang mengakibatkan adanya dua jembatan putus yakni di Jati Baru dan di Ntobo. Sekali lagi sudah dilaporkan mulai di tingkat Kota hingga Provinsi," katanya.

Berdasarkan hasil data, untuk wilayah terdampak banjir ada 5 Kecamatan terdiri dari 18 Kelurahan yakni Kecamatan Asakota Kota Bima meliputi Kelurahan Jatiwangi, Jatibaru, Melayu, Ule. Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima ada Kelurahan Na,e, Paruga, Pane, Tanjung. Di Kecamatan Raba Kota Bima yaitu Kelurahan Kendo, Ntobo, Penanae, Penaraga. Untuk Kecamatam Mpunda Kota Bima, Kelurahan Penatoi, Santi, Lewirato, Sadia, Mande. Terakhir Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima yaitu di Kelurahan Dodu.

"Sementara kerugian yang dialami pasca banjir bandang masih dalam pendataan BPBD Kota Bima. Harapan saya untuk warga Kota Bima yang terdampak banjir agar tetap bersabar, jangan mudah percaya dengan informasi hoax. Untuk mengecek kebenarannya hubungi TSBK, Lurah ataupun RT setempat," pungkasnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.