Header Ads

Kemuliaan Hati Zhul-Rohmi, Sentuh Korban Bencana Kananta dan Penderita Tumor

Tampak di tengah penerima bantuan, Hadi Santoso (Kemeja Putih) saat menyerahkan bantuan di Kananta
Visioner Berita Bima-Bencana banjir bandang yang menimpa warga Dusun Sowa Desa Kananta Kecamatan Soromandi-Kabupaten Bima, sukses menggenangi rumah warga dengan ketinggian debit air sekitar satu meter. Genangan air akibat banjir bandang tersebut, praktis membuat warga tidak berbuat apa-apa seperti memasak, tidur dan lainnya, terkecuali harus menginap di tempat yang aman.

Seisi rumah warga bukan saja tempat tidur yang bawah karena genangan air, tetapi juga beras dan lainnya sehingga terdampak bencana harus lapar dan haus. Bantuan tanggap darutar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dibawah kendali Bupati, Hj. Indah Dhamayanti Putri pun diturunkan ke wilayah terdampak bencana. Bantuan yang diberikan oleh Pemkab Bima, yakni dalam bentuk makanan siap saji, air mineral, sarun dan lainnya. Dan bantuan tersebut, sudah diterima oleh korban terdampak bencana.

Derita korban bencana bukan saja memanggil perhatian Bupati Bima dengan jajarannya, tetapi juga rasa kemanusiaan hadir dari Calon Gubernur-Wagub NTB periode 2018-2023, Dr. H. Zhulkieflimansyah-Dr. Hj. Siti Rohmi Jalalilah (Zhul-Rhohmi). Apa yang dilakukan oleh Zhul-Rohmi tersebut, praktis diapresiasi oleh penerima manfaat. Dan bisa jadi, Zhul-Rohmi menjadi Cagub-Wagub NTB pertama yang melakukan hal mulia ini.

Data yang diterima oleh Visioner menyebutkan, atas bencana yang menimpa warga Desa Kananta tersebut, Tim relawan Zhul-Rohmi yang berada di Kecamatan Soromandi dengan sigapnya membangun koordinasi-komunikasi dengan Ketua Umum Tim Relawan untuk Zhul-Rohmi wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu-sebut saja Hadi Santoso, ST, MM.

Hadi Santoso (tiga dari kiri) berfoto bersama dengan penerima bantuan di Kananta
Hasilnya, Hadi Santoso dengan pasukannya pun mempersiapkan bantun berupa Sembako, makanan siap saji dan air mineral (bantuan tanggao darurat) untuk korban bencana. Bantuna tersebut diserahkan langsung oleh Hadi Santoso kepada korban bencana di Kananta, disaksikan oleh mantan Ketua HIMDOS sekaligus Pengurus Karang taruna Setempat, yakni Sulaiman, serta Ketua-Ketua RT setempat. Bantuan tersebut, diserahkan pada Sabtu pagi (17/2/2018).

Sulaiman juga adanya bantuan tersebut. “Iya, tentunya masyarakat sebagai korban bencana banjir bandang di sini (Kananta) mengapresiasi dan berterimakasih Pak Hadi Santoso. Selain itu, korban bencana di sini juga mendapatkan bantuan tanggap darurat dari Bupati Bima. Oleh karenanya, hadirnya bantuan yang diberikan oleh Bupati Bima dan Hadi Santoso yang juga CEO Sentral Muslim sangat membantu korban bencana. Sekali lagi, atas nama Ketua PK KNPI Soromandi kami apresiatif dan berterimakasih,” jelas Sulaiman di dampingi oleh salah seorang Ketua RT yakni Mursalin, Senin (19/2/2018).

Kemuliaan hati Tim Pemenangan Zhul-Rohmi wilayah Bima dan Dompu serta Kota Bima ini, belum berakhir sampai di situ. Keesokan harinya, Hadi Santoso bersama timnya langsung bergerak memberikan bantuan kepada seorang penderita tumor mata di Kota Bima, yakni Ina Mene. Penderita tumor mata asal RT 03/02 Kelurahan Rite-Kota pada Minggu (18/2/2018, tepatnya pada malam hari. Bantuan tersebut, langsung diserahkan oleh Hadi Santoso Cs di kediaman Ina Mene.

Saat menyerahkan bantuan kepada korban, Hadi Santoso di dampingi oleh pihak Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melalui Dokter Akbar yang bertuga untuk mengecek kondisi kesehatan Ina Mene. Sekedar catata, Dokter Akbar ini juga menjabat sebagai Ketua BSMI Cabang Bima. Adapun bantuan yang diberikan kepada korban, diantaranya Susu Anlene Gold 1 Kg, Bimoli Minyak Goreng 1 Kg, Biskuit Assorted 1.2 kg,  Gukaku 1 Kg, Buah Apel 1 Kg, Buah Jeruk 1 kg dan uang tunai sebesar Rp1 juta.

Pada moment penyerahan bantuan kepada Ina Mene, Hadi Santoso yang juga pendiri media online visioner.co.id dan visionerberitabima.com ini-menyampaikan keprihatinan terkait kondisi Ina Mene. Sementara bantuan yang disalurtkan oleh pihaknya ini, diharapkan dapat meringankan kebutuhan hidup ibu 5 anak itu (Ina Mene).

Tampak Hadi Santoso (kiri paling ujung) bersama Dokter Akbar saat memberikan bantuan sekaligus mengecek kesehatan Ina Mene
Perngusaha muda sukses yang memulai usaha dari hal-hal paling kecil ini (Hadi Santoso) mengaku, usai mendapatkan informasi dari berbagai media tentang kondisi Ina Mene, pihaknya langsung bergerak memberikan bantuan sekaligus melihat kondisi fisik Ina Mene. Selain itu, ia juga mengaku meneruskan informasi tentang Ina Mene kepada Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin melalui Group WA khusus.

“Alhamdulillah Walikota Bima langsung merespon dengan baik dan telah memerintahkan Sekda maupun SKPD teknis guna menindaklanjuti penanganan medis Ina Mene pada kesempatan pertama,” tandas Hadi Santoso yang juga bertindak sebagai Dosen di beberap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bima ini.

Ketua STISIP Carier Center ini (Hadi Santoso) juga menjelaskan, hasil komunikasinya dengan Walikota Bima, memastikan memfasilitasi semua kebutuhan pengobatan Ina Mene. Mulai dari administrasi kesehatan, biaya pengobatan dan pendampingan tenaga medis selama penanganan medis. “Oleh sebab itu,  Ina Mene dan keluarga tidak perlu khawatir soal biaya selama pengobatan. InsyaAllah Walikota Bima sudah merespon hal ini dengan baik. Dan, kita juga harus memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasi kepada Walikota Bima,” paparnya.

Secara terpisah, Ketua BSMI Kota Bima,  Dokter Muhammad Akbar menyatakan bahwa pihaknya telah dimintai bantuan oleh Walikota Bima untuk memastikan kondisi kesehatan Ina Mene. Sementara berbagai bentuk saran dan rekomendasi tindakan medis selanjutnya seperti penanganan di luar daerah akan ditanggung oleh Pemkot Bima.

Dokter Akbar menjelaskan, terkait hasil pemeriksaan terhadap Ina Mene. Yang bersangkutan mengeluhkan nyeri pada mata, perdarahan ringan daerah tumor dan Tekanan Darah Tinggi, sehingga membutuhkan penanganan khusus yaitu tindakan operasi. “Akan tetapi, sebelum itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium lengkap, foto Rontgen, rekam irama jantung dan lainnya. Terkait kartu BPJS keluarga, pasien mengaku telah memilikinya, akan tetapi lupa disimpan dimana,” terang Akbar. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.