Header Ads

Bupati Desak ASN Untuk Berbagi dan Masuk Kerja Tepat Waktu

***Geng Licik Mendengar Pertanyaan “Unik” Saat Berbagi***
Hj. Indah Dhamayanti Putri (kiri)-Drs. H. Dahlan HM. Noer (kanan) di acara Bukber (7/6/2018)
 Visoner Berita Bima-Beberapa hari lagi, Bulan Ramadhan 1439 H (2018) akan berakhir. Catatan media menyebutkan, selama Ramadhan berlangsung tak sedikit piha yang berbagi terhadap sesama. Hal tersebut, bukan saja dilakukan oleh TNI-Polri. Jajaran Sat Brimob Pelopor Den A Bima dibawah kendali Kaden, Kompol Ikhwan Lazuardy, SIK, SH, MH tercatat sudah dua kali berbagi (di pantai Amahami dan di RSUD Bima).

Bupati-Wakil Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri-Drs. H. Dahlan M. Noer-pun gencar berbagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan selama Bulan Ramadhan tahun ini. Keduanya, berbagi beragam jenis bantuan secara pribadi kepada kaum-kaum yang membutuhkannya. Itu terlepas dari keduanya menggelontorkan anggaran Pemerintah kepad Masjid dan Mushola di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bima.

Pada moment buka puasa bersama (Buker) di kantor Pemkab Bima, Kamis (7/6/2018), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyerukan kepada seluruh ASN yang sudah menerima THR dan lainnya menyempatkan diri berbagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan di Bulan Ramadhan yang sesaat lagi akan berakhir.

 “Sebab, apa yang kita terima juga ada bagian untuk mereka dan itu wajib hukumnya untuk dilaksanakan sebagaimana perintah Allah SWT. Oleh sebab itu, saya serukan kepada seluruh ASN di Kabupaten Bima untuk berbagi kepada sesama,” imbuh Politisi kawakan Partai Golkar sekaligus Bupati wanita pertama di Indonesia bagian Timur yang akrab disapa Dinda ini.

Hj. Indah Dhamayanti Putri terlihat Khusyu' dalam berdo'a
Berbagi kepada sesama lanjut Dinda, harus didasari oleh niat tulus dan ikhlas karena Allah SWT. Gerakan berbagi, juga diakuinya dilakukan oleh banyak pihak terutama di bulan Ramadhan. “Tak sedikit orang yang membutuhkan uluran tangan dari kita semua, oleh karenanya teruslah melakukan hal yang mulia. Dan, jadikan itu semua sebagai ladang amal kita di hari Akhirat nanti. Sekali lagi, jangan ada kata bosan untuk berbagi, dan saya serukan kepada seluruh ASN memanfaatkan Ramadhan penuh rahmat, berkah dan ampunan ini untuk membantu sesama,” tutur Ketua KONI Kabupaten Bima yang dikenal kaya akan kesolehan sosial ini (suka memberi).

Pada moment tersebut, Dinda juga menekankan kepada ASN untuk masuk tepat waktu usai menikmati liburan selama 10 hari yang dimulai pada tanggal 11-21/6/2018 yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat hingga ke Daerah. Moment liburan tersebut, diakuinya dirasakan sangat cukup bagi seluruh Instansi dimanapun berada untuk melakukan banyak hal baik untuk keluarganya maupun orang lain. “Setelah liburan selama 10 hari, saya tegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Bima untuk masuk tepat waktu. Seluruh kepada SKPD-OPD yang ada, juga harfus sering mengingatkan kepada seluruh stafnya untuk menindaklanjuti himbauan ini,” desak Dinda.

Liputan langsung sejumlah awak media pada moment tersebut melaporkan, acara Bukber dimaksud juga dihadiri oleh Wabup Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer, Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Winarta, Sik, kapolres Bima Kabupaten, AKBP Bagus Satriyo Wibowo, Sik, delegasi dari Dandim 1608 Bima, Sekda Kabupaten Bima, HM. Taufik AK, seluruh kepada SKPD dan OPD Kabupaten Bima, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat hingga sejumlah awak media.

Geng Licik saat berbagi kepada pemecah batu
Soal berbagi, ada sebuah geng yang didalamnya terdapat beberapa orang perempuan, sebut saja Suci Wulndari (ASN asal PN Raba-Bima), Faradina Ayu Kartika (Bendahara pada Bagian Humas Kota Bima) dan lainnya juga melakukan hal yang sama di Bulan Ramadhan 1439 H (2018). Belum lama ini, wanita-wanita yang tergabung dalam Geng Licik ini, melakukan gerakan berbagi kepada para pemecah batu di sepanjang jalan mulai dari tanjakan Amahami Kota Bima hingga ke Sambinae. Gerakan berbagi yang dilakukan oleh Geng Licik ini, dilakukan beberapa waktu lalu.

Mereka memberikan bingkisan berupa beras dan makanan untuk para pemecah batu di sepanjang jalan itu, dan pada saat itu pula anggota Geng Licik ini mendengar letupan “unik” dari para pemecah batu.

“Saat berbagi, mereka bertanya ke kami soal sumber bingkisan yang diberikan. Maksudnya, mereka bertanya dari Pasangan Calon (Paslon) Walikota mana bantuan yang diberikan. Namun, kami menjawab bahwa bantuan tersebut adalah murni dari hasil keringat kami. Dan saat itu juga, kami tegas bahwa kami bukan Tim Paslon atau peserta politik. Setelah mendengar jawaban tersebut, mereka terlihat diam dan kemudian menerima pemberian kami,” ungkap Suci Wulandari.

ASN cantik dan dikenal humoris dan akrab disapa Uni ini kemudian menegaskan, pertanyaan “unik” dari penerima bantuan tersebut mencerminkan sesuatu “yang mengundang tanya”. Yakni, apakah sebelumnya penerima bantuan tersebut pernah didatangi oleh pemberi delegasi Paslon atau sebaliknya?.

“Saat berbagi di sana, sungguh kami mendengar pertanyaan “diluar nalar kita semua”. Pertanyaan mereka, seolah ada orang yang datang berbagi atas nama politik kepada mereka. Padahal, berbagi adalah harus melepaskan semua apa yang melekat dalam diri kita. Soal kondisi para pemecah batu tersebut, sangat jelas membutuhkan ulouran tangan kita semua. Sebab, mereka tergolong pihak berekonomi lemah. Untuk itu, tentu membutuhkan belas-kash dari kita semua,” tandas Uci. (Tim Visioner)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.