Header Ads

Walikota Tendang Bangunan Taman Amahami Hingga Materialnya Berhamburan

Di Taman Inilah Walikota Bima Menendang Salah Satu Sisi Bangunan Hingga Materialnya Berhamburan
Visioner Berita Kota Bima-Minggu pagi (7/10/2018), Wallikota-Wakil Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri) bersama jajaran FKPD setempat termasuk Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra terlibat dalam kegiatan pembersihan destinasi wisata Lawata. Moment tersebut, juga melibatkan banyak pihak termasuk para Pimpinan SKPD-OPD Kota Bima, pihak Polres Bima Kota dan Ketua DPRD Kota Bima.

Kegiatan pembersihan Lawata itu, berlangsung sekitar 2 jam lebih lamanya. Moment tersebut melibatkan ratusan orang. Isteri Walikota dan Isteri Wakil Walikota Bima serta isteri Ketua DPRD setempat. Menariknya, usai melakukan pembersihan di Lawata rombongan menggelar aksi jalan kaki sepanjang sekitar 2 KM lebih ke pantai Amahami.

Menariknya, selain melakukan pembersihan di kawasan pantai Amahami-Walikota-Wakil Walikota Bima juga mengecek secara langsung tentang mutu dan kualitas pekerjaan pembangunan taman di lokasi itu yang bersumber dari APBD 2 Kota Bima sebesar Rp8 M lebih oleh Baba Surya Motor sebagai Pelaksananya. Pada itu, Walikota Bima melihat sesuatu yang dinilai janggal. Yakni, mutu dan kualitas pekerjaan pembangunan tersebut yang “amburadul”.

Masih di Arena Pembersihan mulai dari Lawata sampai ke Amahami
Kondisi tersebut, spontan saja membuat Walikota Bima marah. Akibatnya, Walikota langsung menendang pada satu sisi bangunan taman tersebut hingga materialnya berhamburan. “Mutu dan kualitas pembangunan taman Amahami dengan pagu Rp8 M ini terlihat jauh dari harapan. Ini mencerminkan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan, padahal anggaran untuk pembangunan ini sangat besar. Oleh karenanya, saya langsung menendang pada salah satu sisi bangunan tersebut hingga materialnya berhamburan,” jelas Walikota Bima kepada Visioner.

Masih soal mutu dan kualitas pembangunan taman di pantai Amahami itu, Walikota Bima menyatakan bahwa hal tersebut lebih kepada lemahnya sistim pengawasan dan instansi terkait. Dan pada moment pengecekan langsung pembangunan tersebut, Walikota tidak melihat adanya Personil Pengawas yang mengawasinya.

“Langkah selanjutnya, saya akan memanggil Pelaksana Proyek dan pihak Dinas PUPR Kota Bima. Insya Allah, mereka akan saya panggil usai pulang dari Jakarta,” janji Walikota Bima yang pada Mnggu sore itu juga langsung terbang ke Jakarta menemui sejumlah Menteri dalam rangka meminta bantuan anggaran untuk pembangunan Kota Bima.

Usai kegiatan pembersihan sekaligus pengecekan secara langsung proyek pembangunan taman di Amahami itu, Walikota-Wakil Walikota Bima beserta ombongannya langsung menuju pasar Amahami yang jaraknya tidak jauh dari lokasi itu. Di pasar Amahami, Walikota-Wakil Walikota Bima bukan saja melakukan kegiatan pembersihan.

Tetapi, juga melakukan dialog sekaligus menyerap aspirasi dari seluruh pedagang di pasar tradisional modern tersebut. Pada moment tersebut, seluruh pedagang mengapresiasi baru Walikota-Wakil Walikota Bima sekarang yang mau menggelar acara dialog dengan seluruh pedagang di pasar itu pula.

Pada moment itu pula, Walikota-Wakil Walikota Bima memberikan arahan kepada seluruh pedagang di pasar Amahami untuk ikut berpartisipasi melaksanakan kegiatan pembersihan pasar agar jauh dari kekumuhan seperti yang terjadi sebelumnya. “Kami sangat suka dengan Walikota-Wakil Walikota seperti ini. Pasalnya, selama ini baru sekarang ada dialog antara Walikota-Wakil Walikota Bima dengan seluruh pedagang pasar Amahami ini,” tandas para pedagang pada moment itu.

Walikota Bima (tiga dari kiri)-Wakil Walikota Bima (tiga dari kanan) sesaat sebelum memulai acara pembersihan dari Lawata-Amahami
Sebagai bukti respeknya para pedagang dengan Pemimpin baru di Kota Bima dengan jargon Kota Bima Bangkit Menuju Perubahan ini, juga terlihat pada senyumnya dan sesekali tertawa bahagia menyambut Lutfi-Feri bak sejak kehadirannya pada pasar tersebut maupun hingga akhir kegiatan. Pada moment tersebut, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menyatakan apresiasi dan terimakasihnya atas keramahan para pedagang pasar Amahami dalam menyambutnya.

Selanjutnya, Walkota Bima menyatakan bahwa dalam 10 hari kedepan akan menurunkan 10 Armada kebersihan yang mengangkut sampah di sepanjang pesisir Amahami, Lawata hingga ke Ni’u dan selanjutnya akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Daya angkut sampah nantinya, yakni sekitar 60 Meter Kubik per harinya. Insya Allah, upaya kebersihan bukan saja dilakukan di pesisir pantai ini. Tetapi, Kota Bima juga Insya Allah akan menjadi daerah yang bersih dari sampah. Oleh karenanya, partisipasi aktf dari seluruh elemen mayarakat terkait kebersihan Kota Bima ini juga sangat diharapkan. Sebab, hal itu merupakan tugas dan tanggungjawab kita semua,” harap Walikota Bima. 

Sekedar catatan penting, diduga pelaksanaan proyek pembangunan taman Amahami yang memakan anggaran Rp8 M lebih tersebut, didga kuat tidak melibatkan Tim TP4D pada konteks pengawasannya. Kecuali, nama Tim TP4D diduga dicatut pada papan nama yang dipasangnya. Dugaan pencatutan nama Tim TP4D juga diduga dilakukan oleh Pelaksana Proyek pembangunan jalan lingkar Amahami yang memakan anggaran Miliaran rupiah bersumber dari APBD 2 Kota Bima tahun 2018. 

Akibat dari dugaan pencatutan nama Tim TP4 D tersebut, kedua pelaksana proyek pembangunan fisik di Amahami tersebut sudah dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Raba-Bima untuk dimintai klarifikasinya. Konon kabarnya, kedua pelaksana proyek tersebut( berjanji akan melibatkan pihak Tim TP4D untuk teriibat melakukan pengawasan pada pelaksanaan proyek pembangunan dimaksud. (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.