“Hubungan Harmonis BBF-DJ Retak”, Issue Selingkuh Dibantah Keras dan Raja Pesisir "Diseret" ke APH

LAMDO Menilai Bahwa itu Issue “Murahan”

Polwan Polda NTB, Nadira Ramayanti

Visioner Berita Mataram, NTB-Tercatata baru satu lebih Bupati-Wakil Bupati Dompu-NTB, Bambang Firdaus, SE (BBF)-Sirajudin (DJ) menjadi nakoda di bumi bermotokan “Nggahi Rawi Pahu” itu (Dompu). Meski usia jabatan politisi Partai Gerindra (BBF) dan Politisi PPP (DJ) memimpin Dompu, namun dugaan isu keretakan keduanya yang ditengarai dipicu oleh “hal-hal tertentu” kini mulai mencuat di ruang publik, antara lain di beranda Media Sosial (Medsos).

Berdasarkan informasi terkini yang dihimpun oleh Media Online www.visionerbima.com mengungkap, dugaan keretakan hubungan antara BBF-DJ tersebut hingga kini masih belum terurai. Di tengah dugaan kian tajamnya disharmonisasi BBF-DJ tersebut, Kabupaten Dompu kembali “memanas”.

“Ketegangan” itu yakni terkait postingan Akun FB asal Dompu atas nama Raja Pesisir yang sudah beredar luas di beranda Maya (Medsos). Terkait hal itu, Raja Pesisi menuding BBF berselingkuh dengan istri Politisi PPP yang juga Anggota DPRD Provinsi NTB, Marga Harun yakni Nadira Ramayanti (Polwan bertugas di Mapolda NTB).

Tudingan Raja Pesisir yang ditengarai sebagai “rival” BBF tersebut ditengarai hanya berlandaskan percakapan antara BBF dengan Nadira Ramayanti melalui WhatsApp (WA) yang disinyalir kuat tak utuh. Pada dugaan kepingan percakapan antara BBF dengan Nadira tersebut ditengarai sengaja dicutting (dipotong) hingga dikembangkan menjadi issue selingkuh oleh Raja Pesisir.

Pada postingan Akun FB atas nama Raja Pesisir dimaksud, hingga kini dipublikasi tak ditemukan adanya penjelasan secara detail tentang dugaan perselingkuhan antara BBF dengan Nadira Ramayanti. Oleh karenanya, issue “liar” tersebut hingga kini masih menjadi salah satu “topik terpanas” di beranda maya.

Meski demikian, hingga detik ini BBF belum memberikan klarifikasi kepada Wartawan. Berdasarkan infoemasi yang diperoleh Media ini pada Kamis siang (12/3/2026) di Dompu menegaskan bahwa BBF enggan mengklarifikasi hal tersebut karena dianggap sebagai issue “murahan”. Masih soal issue dimaksud, Ketua Lembaga Adat Masyarakat Dompu (LAMDO), Abubakar Abdul Kadir, S.Pd bersuara keras dan lantang.

“Saya sudah mencoba melakukan upaya investigasi secara akurat dan mendalam terkait issue perselingkungan angara BBF dengan Nadira Ramayanti itu. Selama investigasi berlangsung, kami belum menemukan adanya informasi dan data akurat yang memperkuat yang mengarah kepada perselingkuhan antara BBF dengan Nadira Ranayanti. Oleh sebab itu, issue yang disebar luaskan di beranda maya itu ditengarai sangat kental dengan nuansa politiknya,” tegasnya kepada Media ini, Kamis (12/3/2026).

Dalam kasus ini tegasnya, LAMDO hadir atas nama stabilitas keamananan Dompu secara utuh dan bertanggungjawab. Sebab, dugaan issue liar tersebut berpotensi beesar mengarah kepada terjadinya perpecahan (dikotomi) di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat Dompu. Issue “murahan” itu muncul secara bersamaan dengan dugaan “keretakan hubungan Politisi” di Dompu pula.

“BBF enggan terjebak dan mengklarifikasi issue tersebut, harus kita apresiasi dan mencerminkan wujud nyata dari kematangan politiknya. Sebab, issue tersebut bersifat murahan dan sangat kental dengan nuansa politisnya. Oleh sebab itu,kami atas nama LAMDO menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Dompu agar tetap tenang, senantiasa waspada dan tidak mudah terjebak pada issue murahan dimaksud. Dan kepada BBF, kami menghimbau agar tetap membuktikan kinerja terbaiknya dengan kesejahteraan dan kemalahatan seluruh masyarakat Dompu,” imbuhnya.  

Terkait issue “murahan” tersebut, LAMDO menengarai bahwa “posisi Raja pesisir sejak awal dan hingga kin masih berada di kubu sebelah”. Sementara postinganya yang sudah beredar luas di beranda maya itu, ditengarai atas dasar “pesanan dari tetangga sebelah”.

“Berdasarkan informasi yang Insya Allah sangat meyakinkan dari hasil investigasi dimaksud, menduga bahwa Nadira Ramayanti pernah berkomunikasi dengan BBF melalui WA. Dugaan percapakan keduanya melalui WA tersebut, ditengarai tak ada sedikitpun yang mengarah kepada perselingkuhan antara BBF dengan Nadira Ramayanti,” duganya.

Masih menurut hasil investigasinya, percakapan antara Nadira dengan BBF melalui WA tersebut ditengarai keras tak ada yang mengarah kepada indikasi perselingkungan antar keduanya pula. Tetapi disinyalir bermula dari Nadira Ramayanti yang meminta tolong kepada BBF untuk memfasilitasi upaya-upaya solutif terkait dugaan keretakan rumah tangganya Marga Harun. Dan Maharaja merupakan anak kandung dari DJ yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi NTB dari PPP.

“Dalam kaitan itu, diduga Nadira Ramayanti memohon kepada BBF untuk membicarakan hal itu dengan DJ. Sebab, Maharaja yang juga Anggota DPRD Provinsi NTB dari PPP itu merupakan anak kandung dari DJ. Terkait hal itu pula, diuga Nadira Ramayanti meminta tolong kepada BBF agar membicarakanya dengan DJ guna menemukan solusi terbaik bagi penyelesaian masalah dugaan keretakan rumah tangganya Maharaja,” duganya lagi.

Kok bicara soal solusi dimaksud diduga direncanakan di Villa di luar kota?, dalam kaitan itu LAMDO menganggapnya sebagai hal yang dianggap wajar dan sangat rasional. Sebab,  dugaan keretakan rumah tangga antara Nadira dengan Marga Harun tersebut tidak boleh dibahas di ruang publik.

“Jika anda membicarakan dengan seorang wanita terkait langkah-langkah solutif bagi penyelesaian masalah rumah tangganya di hotel karena pertimbangan steril karena pertimbangan aib rumah tangga yang tangga yang tak boleh diketahui oleh publik, apakah itu mencerminkan bahwa anda berselingkuh dengan dia?, kan belum tentu juga toh. Oleh sebab itu, kami atas nama LAMDO mendesak Akun FB atas nama Raja Pesisir itu segera menjelaskan secara detial tentang tuduhanya bahwa BBF telah berselingkuh dengan Nadira Ramayanti, bukan dalam bentuk kepingan percakapan melalui WA dimaksud agar masyarakat Dompu tak terjebak pada issue sesat dan menyesatkan,” desaknya sembari “meyakini” bahwa BBF tak memiliki potensi untuk berselingkuh.  

“Issue Murahan” Dibantah Keras dan “Seret” Raja Pesisir ke APH

Nadira Ramayanti merupakan personil Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Mapolda NTB. Nama Polwan cantik, manis dan berbodi “sintal” ini sejak beberapa minggu terakhir ini diamati dijadikan sebagai salah satu “topik terpanas” di Kabupaten Dompu, tak terkecuali di beranda Media Sosial (Medsos) yang dipicu oleh postingan Akun FB atas nama Raja Pesisir.

Pada postinganya tersebut, Akun FB atas nama Raja Pesisir menuding bahwa Nadira Ramanti berselingkuh dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE (BBF). Tuduhan yang dinilai sangat serius itu, diduga hanya berlandaskan percakapan antara Nadira Ramayanti dengan BBF melalui WA.

Atas postingan tersebut, sejak awal hingga detik nama Nadira Ramayanti dan BBF hingga kini masih diwarnai oleh beragam kata-kata dan kalimat “tak senonoh”, khususnya oleh Netizen di beranda maya (Medsos). Meski dikabarkan bahwa BBF enggan mengklarifikasi tuduhan tersebut karena dianggap sebagai “issue murahan”, namun kini giliran Nadira Ramayanti kini akhirnya buka suara.

Kabar terkini yang diperoleh Media Online www.visionerbima.com mengungkap, tuduhan serius tersebut memicu “kemarahan besar” Nadira Ramayanti dan memastikan sikap konfkrietnya. Yakni ”m,enyeret” akun FB atas nama Raja Pesisir kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yakni melalui Ditreskrimsus Polda NTB.

Landasan hukum yang digunakann oleh Nadira Ramayanti dalam kasus ini yakni tuduhan Akun FB atas nama Raja Pesisir itu merupakan fitnah dan menyebarkan informasi yang bersifat Hoaks terkait hubungan perselingkuhanya dengan BBF. Oleh sebab itu, berbagai sumber infirmasi mengamati bahwa potensi Akun FB atas nama raja Pesisir itu terjerat oleh sanksi pidana sangatlah besar.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Nadira Ramayanti melalui Press Releasenya kepada Wartawan di Mataram-NTB, Rabu (11/3/2026). Melalui pernyataan tertuilis tersebut, nadira ramayanti yang kini sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya di Pengadilan Agama (PA) Kota Mataram-NTB memastikan bahwa dirinya tidak pernah membangun hubungan khusus atau sedang berselingkuh dengan BBF.

“Itu fitnah kejam dan tidak berdasar. Untuk itu, tuduhan liar yang secara sengaja disebar luaskan dimaksud merupakan fitnah sangat keji dan sangat pantas untuk dipersoalkan melalui jalur hukum agar pelakunya dijerat oleh sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku di NKRI,” tegasnya.

Tuduhan perselingkuhan antara dirinya dengan BBF tersebut yakni bertepatan dengan dirinya sedang menjalani proses perceraian dengan Anggota Legislatif Pemprov NTB yakni Marga Harun . Maharaja merupakan anak kandung dari Wakil Bupati (Wabup) Dompu, Sirajudin (DJ).

Nadira Ramayanti menjelaskan, antara dirinya dengan Marga Harun sudah “pisah ranjang” alias tak lagi serumah layaknya suami-istri “harmonis”. Sementara pemicu “keretakan rumah tangganya” dengan Marga harun, pun tak dijelaskan oleh Nadira Ramayanti. Tetapi beredar kabar bahwa dugaan keretakan rumah tangga keduanya ditengarai karena Marga Harun acapkali menganiayanya hingga Marga Harun dilaporkan secara hukum di Polda NTB atas dugaan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan disinyalir berselingkuh degan wanita lain.

“Kami sudah tidak lagi tinggal serumah. Sementara tuduhan bahwa saya berselingkungan dengan BBF, itu merupakan fitnah yang teramat keji,” ulasnya.

Nadira Ramayanti menegaskan, masalah rumah tangganya dengan Marga Harun tentu saja bersifat pribadi dan tak laya dibeberkan di ruang publik. Namun ia memastikan bahwa dugaan masalah tersebut, ditegaskanya sedang diselesaikan melalui jalur hukum.

“Oleh sebab itu, saya berharap agar masyarakat menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Tetapi sekali lagi, saya tegaskan soal tuduhan bahwa saya berselingkuh dengan BBF itu merupakan fitnah yang teramat keji dan sangat pantas untuk dilaporkan kepada APH pula,” tegasnya.

Melalui pernyataan tertulis tersebut, Nadira Ramayanti tidak membantah adanya komunikasi dengan BBF melalui WA. Hanya saja, percakapan melalui WA tersebut ditegaskanya tidak mengarah kepada indikasi adanya perselingkuhanya dengan BBF, tetapi lebih kepada penyampaian pandangan-pandangan terkait dengan dinamika yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Dan komunikasi soal itu, ditegaskanya bermula dengan salah sati Tim dari BBF. Dan selanjutnya komunikasi  tersebut berlanjut melalui WA.

“Komunikasi itu hanya membahas tentang dinamika yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, dan tak ada yang mengarah kepada adanya hubungan perselingkuhan antara saya dengan BBF. Dan komunikasi antara saya dengan BBF sebagai Bupati Dompu itu layaknya seperti Pimpinan Daerah dengan masyarakatnya, tak ada yang bersifat pribadi,” ulasnya menegaskan sembari memastikan bahwa komunikasi tersebut tidak bermaksud untuk merugikan pihak manapun.

Nadira Ramayanti menyatakan, potongan percakapan antara dirinya dengan BBF melalui WA yang sengaja disebar luaskan di ruang publik itu sesungguhnya tidak utuh. Akibatnya, hal itu berhasil memicu penafsiran yang sangat keliru di tengah-tengah masyarakat, antara lain di beranda maya (Medsos).

“Atas fitnah yang sangat keji itu, tentu saja saya sangat dirugikan. Hal itu dikarenakan oleh adanya narasi-narasi yang tak lazim itu terus berkembang secara luas, apalagi saya ini kan permepuan yang harus menghadapi sorotan publik terkait issue sesat dan menyesatan dimaksud,” timpal Nadira Ramayanti.

Untuk itu, Nadira Ramayanti berharap agar semua pihak bisa menyikapi berbagai informasi yang beredar luas dimaksud secara bijak serta memastikan terlebih dahulu kebenaran dari tuduhan dimaksud sebelum mengkonsumsinya.

“Melalui kesempatan ini pula, saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak secara langsung mengkonsumsi informasi yang tidak jelas kebenaranya itu. Untuk itu, gunakan Medsos itu secara arif dan bijaksana serta mengkroscek lebih jauh terkait kebenaran dari informasi dimaksud sebelum membangun narasi-narasi tak lazim, terutama di ruang publik (Medsos). Sekali lagi, tuduhan serius bahwa saya berselingkuh dengan BBF itu merupakan fitnah yang sangat keji dan berpotensi besar untuk disikapi melalui jalur hukum,” ujarnya. (JOEL/RUDI/AL/AA/DK/DINO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama