Mey Kembali “Makan Korban”, Kali ini Wulan “Ditipu” Rp60 Juta

Mey Tunjukan Uang, Kuitansi dan Sertifikat di Moment Pinjam Uang ke Wulan
Visioner Berita Kota Bima-Belum lama ini residivis kasus penipuan dalam bentuk investasi bodong di Kabupaten Dompu beberapa tahun silam, Sherly Anastesia Meilenia alias Mey dilaporkan secara resmi oleh salah seorang warga Kota Bima, Fatin ke Satreskrim Polres Bima Kota. Fatin melaporkan Mey atas dugaan penipuan uang sebesar Puluhan Juta Rupiah. Dan hingga kini kasus tersebut sedang ditangani secara serius oleh Penyidik setempat.

Masih soal istri terduga sindikat Narkoba jenis sabu asal Dompu yakni Belo ini (Mey), jejak investigasi Media Online www.visionerbima.com mengungkap bahwa korban terbaru Mey di Kota Bima diduga lebih dari 7 orang. Total jumlah uang korban disebut-sebut hampir Miliaran Rupiah.;

Dugaan modus operandinya yakni meminjam uang kepada seluruh korban dengan angka bervariatif. Yakni mulai dari Jutaan Rupiah hingga Puluhan Juta Rupiah. Dalam kaitan itu, Mey hadir dengan modal “menyetor muka kasihan” kepada korban. Dugaan modus tersebut ditengarai dijadikan sebagai “senjata ampuh” bagi Mey agar para korban luluh dan meminjamkan uang kepada mantan Juara III Putri Indonesia tahun 2019 itu (Mey).

Catatanh Investigasi Media ini kembali mengungkap, pinjaman yang diduga sebesar hampir Miliaran Rupiah tersebut dijanjikan oleh Mey akan dikembalikan dalam waktu segera kepada para korban. Namun janji terebut hingga kini tak kunjung dituntaskan oleh Mey.

Uai dilaporkan secara resmi kepada Polisi oleh Fatin, kini terkuak salah satu korban yang diduga ditipu oleh Mey. Angkanya sebesar Puluhan Juta Rupiah pula. Yakni salah satu warga Kota Bima, Wulan.

Kepada sejumlah Awak Media beberapa hari lalu, Wulan mengungkap bahwa dirinya adalah korban yang ditipu oleh Mey. Beberapa bulan silam, Mey datang meinjam uang Puluhan JutaRupiah kepada Wulan dengan total nilai Puluhan JutaRupiah pula.

Dalam kaitan itu beber Wulan, mey berjanji bahwa pinjaman tersebut akan dikembalikan dalam waktu segera kepada Wulan. Dan dalam kaitan itu, menjamikan selembar sertifikat kepada Wulan.

“Berkali-kali saya tagih janjinya itu, namun sampai sekarang belum juga ia tuntaskan, walau seperakpun. Uang tersebut katanya dipergunakan dalam waktu segera. Namun setelah sekian lama saya tunggu-tunggu, sampai sekarang Mey belum menuntaskanya. Semula ia datang ke saya dengan kesan muka kasihan. Atas dasar itulah saya memberikan pijaman kepada Mey,” beber Wulan.

Wulan kemudian mendesak Mey agar segera mewujudkan janjinya dalam kaitan itu. Sebaliknya, Wulan menegaskan akan melaporkan Mey secara resmi kepada Polisi (Polres Bima Kota.

“Segera kembalikan uang saya. Jika tidak, maka Mey akan segera saya laporkan kepada Polisi. Sekali lagi, saya sudah tidak sabar lagi menunggu janji Mey yakni Sebentar-Besok (Ntar-Sok) soal pengembalian uang saya tersebut. Berkali-kali saya tagi, jawabanya ya Ntar-Sok saja,” beber Wulan.

Wulan menduga bahwa korban Mey dengan modus operandi yang sama di Kota Bima lebih dari lima orang.Masing-masing terduga korban mengalami kerugian secara bervariatif. Yakni mulai dari Jutaan Rupiah hingga puluhan Juta Rupiah.

“Korbanya banyak, antara lain saya dan Fatin. Modus operandinya sama, yakni datang kepada dengan modal muka kasihan agar para korban luluh sehingga dengan mudah memberikan pinjaman uang kepada Mey. Intinya, Mey paling pintar ‘menjual muka sedih” kepada para korban,” ungkap Wulan.

Masih soal Mey, hasil Investigas Media ini mengungkap bahwa korba Mey dalam kaitan itu bukans aja Fatin dan Wulan. Tetapi juga Iyut,Yati dan lainya. Dugaan modus operandinya diduga sama. Yakni meminjam uang kepada korban dengan pengembalian dalam waktu segera.

Sayangnya, sampai saat ini uang para korban tersebut belum juga dikembalikan oleh Mey. Dugaan korban Mey bukan bukan saja warga yang tergolong punya usaha. Tetapi juga ditengarai adanya korban dengan standar ekonomi pas-pasan.

Hingga berita ini dipublikasi, Mey belum berhasil dimintai klarifikasinya. Namun Kuasa Hukum Mey yakni Nukrah Kasipahu, SH hanya mengirim hasil percakapan antara dirinya dengan Mey melalui WA yang discreeenshot.

“Biarin aja. Balasan Tuhan itu lebih baik. Biar tangan tangan Allah saja yang balas,” itu tanggapan Mey terkait isi pemberitaan tersebut,” terang Nukrah, Rabu (22/4/2026). (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/DK/DINO) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama