Lagi, Kisah “Memalukan” Terjadi di Bima-‘Oknum Pegawai BNI Life Digrebek Suami Saat Bersama Oknum Pengusaha’

TW Ngaku Sudah Resign Tapi Kabag Umum BNI Bima Tegaskan Belum

Saat Moment Penggerebekan Berlangsung  (14/4/2026)

Visioner Berita Kota Bima-Jagad Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Bima hingga kini maih dihebohkan oleh sebuah kisah nyata “tak lazim”. Beberapa hari ini, oknum Pegawai BNI Life di Bima berinisial TW digrebek saat bersama suami orang yang disebut-sebut sebagai Pengusaha asal Jawa berinisial HL.

Ditegaskan bahwa TW masih berstatus sebagai istri sahnya salah seorang warga di salah satu Desa di Kecamatan Sape-Kabupaten Bima berinisial YI. Sementara HL pun disebut-sebut sampai saat ini masih berstatus legal sebagai suami orang. TW dan HL digrebek oleh YI di kamart kos nomor 31 yang berlokasi di wilayahn Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda-Kota Bima.    

“Peristiwa memalukan” itu berlangsung sekitar pukul tertanggal 14 April 2026 sekitar pukul 12.30 Wita. Saat digerebek terpantau sempat terjadi ketegangan antara TW dengan suami sahnya itu. Dan pada moment yang sama, TW terlihat berteriak sembari “memanggil mama”.

Berdasarkan video rekaman yang beredar luas di beranda Media Sosial (Medsos), ketegangan pada moment penggerebekan itu berlangsungt lebih dari menit. Namun sebelumnya, YI hadir di TKP dan langsung meneriakan agar TW dan HL keluar dari kamas kos tersebut. Dan pada saat yang bersamaan, pintu kost tersebut terlihat dalam keadaan terkunci.

Tak lama kemudian, TW dan HL keluar dari kamar kost tersebut. Dan disaat yang bersamaan, TW “berteriak smbari memanggil Mama” sembari diduga memberitahukan bahwa YI memukul HL. Singkatnya, ketegangan kedua belah pihak berhasil dilerai oleh warga sekitar.

Masih dalam pantauan berbagai Awak Media, tak langsung lama kisah nyata itu langsung beredar luas di beranda maya (Medsos). Para Netizen terpantau berbondong-bondong membagikanya di beranda maya. Tak hanya itu, peristiwa itu ditanggapi secara beragam para para Netizen, terutama di NTB.

Peristiwa tersebut nampaknya berbuntut panjang. Pasca ketegangan itu, YI dilaporkan secara resmi oleh TW ke Unit PPA Satreskrim Polres Bima Kota. Dalam kaitan itu, TW melaporkan YI dengan delig Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tak hanya itu, TW juga melaporkan YI dalam kasus dugaan pengerusakan mobil merk Toyota Brio berwarna orange yang disebut-sebut miliknya (TW). Laporan itu dilakukanya dua hari lalu di Unit SPPKT Polres Bima Kota. Laporan tersebut kini sedang ditangani oleh Init Pidum Satreskrim Polres Bima Kota.

Saat melaporkan kasus dugaan pengerusakan mobil tersebut, di ruang SPKT Polres Bima Kota TW yang saat itu hadir bersama HL sempat diwawancara secara singkat oleh sejumlah Awak Media. Pada moment tersebut, baik TW maupun HL membantah tuduhan perselingkuhan.

Tetapi keduanya mengaku, hubungan tersebut tak lebih dari antara pihak BNI Life dengan nasabah. Sementara kehadiran HL di kamar kost nomor 35 dimaksud, katanya sebatas mengantarkan barang milik TW.

“Kami berdua tidak selingkuh. HL hadir di kos itu hanya mengantar barang milik saya,” bantah TW dan HL.

Anda masih bekerja di BNI Life di Bima?. TW mengaku siudah resign (mengundurkan diri) dari pekerjaanya tersebut. Namun saat ditanya soal legal proses pengunduran dirinya dari BNI Life Bima tersebut, TW menjawab dengan nada “tak konsisten”. Dan dalam kaitan itu pula, TW tak menunjukan bukti secara resmi.

Pada moment yang sama, HL juga mengaku dianiaya oleh YI. Namun ia mengaku enggan melaporkan kasus yang menimpanya itu kepada Polisi. Alasanya dinilai sangat sederhana. Yakni, ia mengaku bahwa dirinya hadir di Bima sebagai pendatang dan menjalankan bisnis obat-obatan di bidang pertanian (Pestisida).

Dalalam dua kasus tersebut, TW didampingi oleh Kuasa Hukumnya dari Persatuan Advokat Muslim Indonesia (Peradmi) Bima yakni Tamrin, SH. Kepada Media Media Online www.visionerbima.com, Sabtu siang (18/4/2026) menegaskan, tuduhgan bahwa TW berselingkuh dengan HL itu sangat berlebihan.

“Itu sangat berlebihan. Hubungan antara TW denhan HL itu hanya bersifat antara debitu dengan kreditur pada BNI Life. Keterangan ini diperoleh dari TW selaku klien kami,” kata Tamrin.

Menurut pengakuan TW yang diperolehnya, pintu kamar kos sebelum ketegangan itu berlangsung dalam keadaan terbuka. Namun kemudian dikunci setelah YI hadir di TKP. Dan diakuinyan pula, selanjutnya pintu kamar kos itu kembali dibuka oleh TW disaat ketegangan berlangsung.

Bukan itu saja, Tamrin pun mengakui bahwa di dalam kamar itu hanya ada TW dengan HL.Lagi-lagi penjelasan soal itu diakuinya beradasarkan keterangan TW. Dan kepada Tamrin, TW mengaku tidak terjadi “hubungan khusus” antara TW dengan HL.

“HL hadir di kos itu hanya mengantarkan barang milik TW. Namun sebelumnya, barang itu dititip oleh TW di Kantor BNI 46 Cabang Bima. Dan kepada kami, TW mengaku tidak pernah melakukan sesuatu dengan HL sebagaimana tuduhan yang telah beredar luas itu,” bantah Tamrin.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata dan rekaman CCTV bahwa diduga kamar kos itu ditutup setelah HL tiba?.  Terkait pertanyaan tersebut, Tamrin mengaku belum melihat secara langsung rekaman CCTV dimaksud.

“Yang saya jelaskan itu hanya berdasarkan pengakuan TW. Soal keterangan saksi-saksi mata, saya tidak tahu. Dan sampai saat itu, saya belum melihat hasil dari rekaman CCTV dimaksud,” ujar Tamrin.

Secara terpisah Kuasa Hukum YI yakni Chairul Fathin SH yang dimintai tanggapanya pada Sabtu malam (18/4/2026) menegaskan, saat ini senggan memberikan keterangan secara detail. Namun sosok Pengacara muda yang akrab disapa Rava itu menegaskan, pihaknyatelah mengantungi sejumlah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan terkait peristiwa yang sejak awal hingga hinggi kini masih diperbicangkan baik di dunia nyata maupun di beranda maya dimaksud.

“Kami sudah sangat siap menghadapi laporan mereka. Klien kami juga sudah melaporkanya ke Unit PPA Satreskrim Polres Bima Kota dengan delig dugaan perselingkuhan Juncto perzinahan. Soal bukti-bukti yang memperkuat dugaan hubungan keduanya itu, tentu saja sudah ada di tangan kami. Namun hal itu tidak bisa kami jelaskan melalui saluran seluler. Intinya, kami akan menjelaskanya secara detail disaat bertemu dengan Wartawan,” tegas Rava dengan nada singkat.

Benarkah TW sudah resmi resign pada BNI Life Bima?. Hal itu dinilai justru kontradiktif dengan penjelasan Kabag Umum pada BNI 46 Cabang Bima, M. Firdaus. Kepada sejumlah Awak Media beberapa hari lalu, Firddaus memastikan bahwa sampai saat ini TW masih berstatus sebagai pegawai pada BNI Life setempat.

“BNI Life merupakan anak Perusahaan dari BNI. Dan hingga kini TW masih berstatus  sebagai Pegawai BNI Life Bima. Tetapi sebenarnya yang bisa menjelaskan hal itu secara detail adalah Bu Rika selaku Pipinan langsungnya TW,” tegas Firdaus. (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/DK/DINO)  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama