Header Ads

Kuburan Korban Pembunuhan di Kendo Dibongkar Untuk Kepentingan Otopsi

Dari arena penggalian kuburan korban untuk kepentingan otopsi
Visioner Berita Kota Bima-Tragedi kematian mengenaskan yang menimpa Wawan Setiawan (21) warga asal Kelurahan Kendo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9 November 2018. hingga kini masih menyisakan duka dan derita bagi keluarga serta orang-orang yang Mencintainya.

Hingga kini keluarga korban masih mendesak Polisi untuk mengungkap tuntas Terduga pelaku pembunuhan sadis yang menghilangkan nyawa anak muda ini (Wawan).  Namun,  kinerja pihak Polres Bima Kota patut diapresiasi.

Karena,  Polisi telah sukses mengungkap terduga pelaku utama yakni Takdir alias Teko alias Tekson atas pengakuan dua orang saksi kunci berinisial K dan Y. Hanya saja,  sampai dengan detik ini baru satu terduga pelaku yang secara reami dinyatakan sebagai tersangka yakni Tekson.

Catatan media menyebutkan,  sampai sejauh ini Polisi dinilai masih kesulitan mengungkap Tempat Kejadian Perkara (TKP)  awal korban dibunuh.  Masalahnya,  sampai sekarang Tekson masih belum mau membuka suara alias masih mengelak dari dugaan membunuh korban..

KBO Reskrim Polres Bima Kota, Ipda Dediansyah
Beralih ke sesi lainnya,  jika sebelumnya keluarga menolak otopsi terhadap mayat korban,  namun kini upaya dimaksud dilakukan oleh Tim Labfor Bidokes Polri Polda NTB yang dibantu oleh ahli Forensik dari Universitas Mataram (Unram).  Saat ini, Kamis (20/12/2018). Pihak Labfor Forensik bersama Polres Bima Kota dan diback up oleh Babinsa Kendo, Babinsa Penanae, Bhabinkamtibmas Kendo dan Bhabinsa Penanae sedang menggali kuburan korban yang kemudian mayatnya akan diotosi guna memastikan penyebab kematian korban sekaligus mendukung hasil visum luar dari pihak RSUD Bima.

Upaya penggalian kuburan korban oleh Tim Labfor dimaksud,  dimulai sejak sekitar pukul 12.15 Wita.  Dan,  sampai sekarang penggLian iuburan korban masih dilakukan-berakhir hingga pukul 14.15 Wita.  Ratusan warga yang juga awak media termasuk kalangan aktivis pun ikut menyaksikan penggakian kuburan korban.  Pun ayah kandung korban yakni Ahmad M. Tayeb dan isterinya Timasa ikut menyaksikan pelaksanaan penggaluan korban.

Ayah dan ibu kandung korban,  kepada Visioner mengaku mengapresiasi dan terimakasih atas kesuksesannya mengungkap terduga pelaku utama dalam kasus ini. Ucapan yang sama,  juga disampaikannya kepada pihak Polres Bima Kota dan pihak Labfor yang melakukan peenggalian kuburan korban dan kemudian mayatnya diotopsi guna memastikan penyebab kematian korban. "Kami juga berharap agar terduga pelaku lain dapat diungkap secara cepat oleh pihak Polri, " harap Ahmad Yasin.

Catatan penting media melalui pengakuan penyidik Polres Bima Kota menduga,  peristiwa pembunuhan terhadap korban disinyalir berkorelasi dengan persoalan Narkoba yang ditengarai dikendalikan oleh Tekson.

Ayah kandung Korban, Ahmad Yasin
Hal lainnya,  dalam waktu dekat pihak keluarga korban akan mendatangi Polres Bima Kota guna mendesak Polisi agar segera mengungkap terduga pelaku lain serta TKP awal korban dieksekusi dan kemudian mayatnya dibuang di jalan usaha tani antara Kendo-Kabanta.

"Kami belum puas jika hanya Tekson yang dibekuk.  Karena,  diduga ada pelaku lain sebagai pembunuh korban, " desak salah seorang Tokoh Kendo sekaligus paman korbanyakni Nurdin Yusuf.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bima melaluo KBO ipda Dediansyah yang didampingi Kapolsek Rasanae Timur, Iptu Rusdi menjelaskan,  upaya otopsi ini dilakuoan guna mendukung hasil visum dari RSUD bima terkait kematian korban.  "Kalau peyebab kematiannya sudah jelas.  Sememtara otopsi ini dilakukan guna mendukung hasil visum dari pihak RSUD bima.

Dedi kemudian menjelaskan,  Tim Labfor yang terlibat pada ranah otopsi ini adalah dari Bidokes Polri pada Polda NTB yang dibantu oleh ahli Forensik dari Unram NTB. "mereka bukan dari Labfor Denpasar Bali, " tegasnya 

Hingga berita ini ditulis, pihak Labfor belum bisa memberikan kesimpulan. Sebab, sampel-sampel dari tubuh korban yang sudah diambil akan dibawa ke Labfor untuk dilakukan otopsi. "Hasil Otopsi tersebut nantinya akan diserahkan oleh Tim Labfor kepada penyidik Polres Bima Kota. Bagi keluarga korban yang ingin mengetahui bagaimana hasil Labfor tersebut, tentu saja akan dapat diperoleh melalui penyidik Polres Bima Kota," terang Dedi. 

Liputan langsung sejumlah awak media pada moment tersebut melaporkan, kondisi keamanan selama penggalian kuburan korban hingga pengambilan beberapa sampel pada tubuh mayat terlihat berlangsung aman dan sangat kondusif. Aparat keamanan baik TNI mapun Polri, saat itu juga terlihat melakukan pengamanan secara ketat. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.