Header Ads

Desa Renda Kabupaten Bima Menangis Lagi, Lebih Dari 50 Rumah Hangus Terbakar Hingga Rata Dengan Tanah

Kades Renda: Estimasi Total Kerugian Warga Mencapai Puluhan Miliar

Rumah Warga di Dua RT di Desa Renda Kecamatan Belo-Kabupaten  Bima Yang Rata Dengan Tanah Karena Dilalap Si Jago Merah (Api), Sabtu (30/4/2022)

Visioner Berita Kabupaten Bima-Sekitar 3 tahun silam, terjadi kebakaran hebat di salah satu RT di Desa Renda Kecamatan Belo-Kabupaten Bima. Ganasnya si jago merah (api) saat itu praktis saja menghanguskan lebih dari 40 rumah warga.

Estimasi total kerugian warga termasuk yang dialami oleh anak-anak sekolah saat itu, disebut-sebut mencapai miliaran rupiah. Kebakaran saat itu bukan saja menghanguskan rumah warga hingga rata dengan tanah. Tetapi harta benda para korban pun ludes dilalap si jago merah.

Uluran tangan dari berbagai phak saat itu, diakui sangat membantu warga Renda. Dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Bima juga tercermin kepada telah dibangun kembalinya puluhan rumah warga Renda yang terbakar saat itu. Singkatnya, tercatat sudah sekitar dua tahun para korban di Renda tersebut telah menempati rumah yang dibangun oleh Pemerintah.

Bayang-bayang ke sedihan terkait musibah kebakaran tersebut, dinilai masih terbesit di dalam benak pikiran warga Renda alias belum berakhir. Kini warga Desa Renda menangis lagi. Lebih dari 50 rumah warga di RT 11 dan RT 07 di Dusun Tolo (di depan) Pemakaman Umum Desa Renda ludes terbakar dan bahkan dijelaskan telah rata dengan tanah.

Kebakaran hebat tersebut terjadi pada Sabtu sore (30/4/2022) sekitar pukul 15.30 Wita. Belum lagi soal rumah warga yang mengalami kerusakan berat maupun ringan. Pantauan langsung sejumlah Awak Media melaporkan, ganasnya api juga telah menghabiskan harta benda para korban kebakaran tersebut.

Harta benda warga yang ludes terbakar, antara lain bawang merah, kendaraan baik roda dua maupun roda empat, perhiasan emas, dan barang-barang berharga lainya. Dampak dari musibah kebakaran tersebut, juga berimbaskan kepada psikologis para korban kebakaran. Betapa tidak, hingga kini air mata dan duka teramat dalam terlihat masih mewarnai para korban kebakaran di dua RT di Desa Renda tersebut.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui tentang penyebab terjadinya kebakaran hebat tersebut. Tetapi yang pasti, kebakaran tersebut berlangsung hingga menjelang Maghrib. Dan hingga berita ini ditulis, juga belum diketahui tentang ada atau tidaknya korban jiwa.

Proses Pemadaman Api Oleh Kendaraan BPBD Kabupaten Bima Bersama Warga Renda (30/4/202)

Sementara upaya pemadaman api oleh warga, ada yang dilakukan secara manual menggunakan ember dan lainya. Tak hanya itu, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE juga terpanggil terkait musibah kebakaran yang terjadi di Desa Renda tersebut.

Dalam kaitan itu, Walikota Bima langsung memerintahkan pihak Damkar Kota Bima dibawah kendali Didi Fediansyah, ST, MT untuk terjun langsung ke Desa Renda guna membantu memadamkan api. Sejumlah Armada Damkar milik Pemkot Bima tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), langsung bergerak cepat bersama warga setempat untuk memadamkan api.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh pihak Damkar Kabupaten Bima. Satu unit mobil Damkar dari Kecamatan Monta diterjunkan ke TKP guna memadamkan api dimaksud. Sementara satu unit mobil Damkar milik Kecamatan Belo, dikabarkan tidak bisa diturunan ke lokasi karena masih mengalami kerusakan. Dan kendaraan tersebut dikabarkan telah dikembalikan ke Kantor Dinas Damkar Kabupaten Bima.

Namun upaya-upaya keras dan nyata tersebut, terpantau tak seluruhnya kobaran api yang berhasil dipadamkan oleh Pasukan Damkar Kota Bima. Sementara informasi terkini yang diperoleh Media Online www.visionerbima.com melaporkan, kobaran-api dijelaskan secara berangsur-angsur menurun jelang Maghrib.

Sementara saat ini, dijelaskan bahwa aparat TNI dan Polri masih berada di TKP. TNI-Polri selain melakukan evakuasi para korban di rumah keluarganya masing-masing, juga dijelaskan sedang melakukan upaya pendinginan terhadap sisa-sisa asap dan api yang ada di TKP.

Terkait musibah kebakaran yang terjadi di dua RT di Desa Renda tersebut, terpantau para korban sudah dievakuasi di masing-masing rumah keluarganya. Kendati demikian, para korban kebakaran di Desa Renda tersebut kini sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak, terutama soal bantuan tanggap darurat.

Antara lain nasi bungkus, pakaian anak-anak, air mineral, susu yang dibutuhkan oleh anak-anak dan lainya. Kades Renda, Lukman, SH yang dimintai komentarnya membenarkan bahwa hingga saat ini para korban kebakaran masih diselimuti oleh duka dan air mata.

Olehnya demikian, uluran tangan dari berbagai pihak terutama langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima sangat dibutuhkan. Pertanyaan tentang estimasi kerugian warga atas musibah kebakaran tersebut, Lukman mengaku belum bisa memastikanya.

“Namun jika dilihat secara kasat mata, kerugian warga karena musibah kebakaran tersebut bisa mencapai angka puluhan miliar rupiah. Tetapi untuk memastikan hal itu, tentu saja kita semua masih menunggu hasil pendataan yang akurat dari pihak Pemkab Bima,” terang Lukman, Sabtu malam (30/4/2022).

Lukman juga membenarkan bahwa yang paling dibutuhkan oleh para korban kebakaran tersebut adalah bantuan tanggap darurat dari berbagai pihak, terutama dari Pemkab Bima.

“Untuk sementara ini, para korban kebakaran hanya mengandalkan bantuan dari pihak keluarganya. Hal tersebut tentu saja tidak bisa menutupi. Oleh karenanya, bantuan tanggap darurat baik dari Pemerintah maupun dari pihak-lain tentu saja sangat dibutuhkan oleh para korban kebakaran ini, dan hal tersebut bersifat bsangat mendesak,” ujar Lukman.

Pertanyaan tentang dugaan pemicu terjadi kebakaran di dua RT di Desa Renda tersebut, pun kini terjawab. Bupati Bima melalui Kabag Humas setempat, Yan Suryadi, SS, M.Si yang dimintai komentarnya mengungkap bahwa semula api bersumber dari rumah seorang warga bernama H. Jamaludin.

Tampak Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Bersama Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba-Bima Saat Turun Langsung Melihat Kebakaran Yang Terjadi di Renda (30/4/2022)

“Demikian informasi awal yang kami terima di lapangan. Saat api menyala, rumah H. Jamaludin tersebut dalam keadaan terkunci. Tetapi tidak dijelaskan apakah saat itu pemilik rumah ada di tempat atau sebaliknya. Yang jelas, menurut warga bahwa sumber api tersebut beradal dari rumah H. Jamaludin,” ungkapnya kepada Media ini, Sabtu malam (30/4/2022) sekitar pukul 19.05 Wita.

Yan Suryadi kemudian mengungkapkan, untuk data awal yang diperoleh pihaknya dijelaskan sekitar 53 rumah warga yang mengalami kerusakan sangat berat (terbakar hingga rata dengan tanah), belum lagi yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Data sementara tersebut, diakuinya diperolehnya dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bima.

Namun soal estimasi kerugian warga akibat musibah kebakaran tersebut, diakuinya belum bisa dipastikan saat ini. Sebab, hal tersebut akan dilakukan pendataan secara total dan akurat dalam waktu segera oleh Instansi terkait.

“Kobaran api mulai menurun sekitar pukul 17.10 Wita. Proses pemadaman dilakukan oleh pihak Damkar Kabupaten Bima, Damkar Kota Bima, masyarakat dan TNI serta Polri. Kondisi saat ini, di dua TKP terjadinya kebakaran tersebut belum bisa dimasuki oleh karena masih adanya sisa-sisa kobaran api dan asap. Untuk itu, berbagai pihak termasuk TNI dan Polri hingga kini masih melakukan proses pendinginan,” tandas Yan Suryadi.

Masih soal musibah kebakaran yang menimpa warga di dua RT di Desa Renda tersebut, Yan Suryadi menelaskan bahwa saat ini Tim Terpadu yang dibentuk oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE masih melakukan assesment di TKP. Dan kemungkinan hasil assesment tersebut akan diketahui sekitar Minggu (1/5/2022)

“Sementara soal bantuan tanggap darurat bagi korban kebakaran tersebut, malam ini juga (30/4/2022) Bupati Bima telah memerintahkan pihak Dinas Sosial (Dinsos) setempat agar segera menurun bantuan berupa nasi bungkus kepada para korban kebakaran tersebut,” terangnya.

Sementara kendala yang dihadapi sehingga proses pemadaman api di dua TKP di Desa Renda tersebut, diakuinya karena kekurangan Armada alias Mobil Damkar. Olehnnya demikian, wagra Desa Renda mendesak agar ke depan pihak Pemkab Bima segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Sebelumnya ada satu unit Mobil Damkar yang ditempatkan di Kecamatan belo. Namun kendaraan tersebut mengalami kerusakan sehingga harus dikembalikan ke Kantor Dinas Damkar Kabupaten Bima,” tandas Yan Suryadi.

Apakah Pemkab Bima belum memiliki satu terobosan nyata dengan cara menghadirkan Mobil Damkar yang baru dan kemudian di tempatan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bima?.

“Yang jelas Pemkab Bima akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait hal itu. Esensinya yakni ngar hal semacam ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Sebab, khususnya di musim kemarau seperti ini membutuhkan kecepatan aparat Damkar untuk lebih cepat tiba di lokasi kebakaran,” janjinya.

Terkait musibah kebakaran yang menimpa warga di dua RT di Desa Renda tersebut, Yan Suryadi menjelaska bahwa Bupati Bima yakni Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan duka cita teramat dalam kepada para korbanya. Hal tersebut, diakuinya disampaikan secara langsung oleh Bupati Bima saat turun langsung ke Desa Renda, Sabtu (30/4/2022).

Pada moment tersebut, Bupati Bima didampingi oleh para Petinggi Instansi terkait dan Kapolres Bima Kota, AKBP Heru Sasonggko, S.IK, MH dan pihak TNI. Sedangkan soal alat penerangan (listrik), saat ini sudah dilokalisir oleh pihak PT PLN Cabang Bima (Persero).

“Untuk sementara hanya di dua RT terjadinya kebakaran itu yang listriknya dipadamkan oleh pihak PLN Cabang Bima. Sementara di RT-RT lainya yang tidak tersentuh musibah kebakaran, listriknya berjalan secara normal sampai dengan saat ini. Sedangkan untuk jaringan komiunikasi (telekom), sejak awal hingga saat ini masih sangat lancar,” pungkasnya. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.