FUI dan Dunia Pendidikan Serta Netizen Sepakat Penjarakan 3 Oknum
![]() |
| Bencana Menimpa NTT (Kiri) dan 3 Oknum Konten Kreator "Tak Lazim" Bima-Dompu (Kanan) |
Visioner Berita
Kota Bima-Sabtu
(15/8/2026) gempa dengan kekuatan dahsyat melanda Manggarai Timur-NTT dan
bahkan NTB. Selain memakan puluhan korban meninggal dunia, gempa bumi dengan
kekuatan 7,7 SR tersebut juga menghancurkan bangunan baik milik Pemerintah
maupun masyarakat setempat.
Tak hanya itu, gempa bumi tersebut juga menimbulkan dampak materialistik dan psikologis bagi warga Manggarai Timur NTT. Di tengah gempa bumi melanda, masyarakat Manggarai Timur NTT berbondong-bondong menyelamatkan diri di sejumlah lokasi yang dianggap aman
Hingga berita ini dipublikasi, masyarakat Manggarai Timur masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang telah dipersiapkan oleh Peemrintah dan para relawan bencana.Gempa dengan kekuatan dahsyat tersebut bukan saja menimpa wilayah Manggarai Timur-NTT dan masyarakatnya.
Tetapi gempa itu juga berhasil memakan sejumlah korban jiwa dan bangunan di wilayah Labuan Bajo Kabupaten Mangarai Barat (Mabar) NTT. Tak hanya sejumlah korban meninggal dunia di Mabar-NTT, gempa tersebut juga praktis merusak sejumlah bangunan fisik di wilayah setempat.
Tangisan dan duga bekepanjangan akibat gempa tesebut hingga kini masih berlangsung di Manngarai Timur dan Mabar-NTT. Sementara aksi pemulihan terutama soal psikologis terhadap korban bencana di NTT tersebut hingga kini masih berlangsung. Berbagai bantuan dari hampir seluruh daerah di Indonesia untuk korban bencana di sana pun hingga kini masih berlangsung.
Masih soal gempa dimaksud, Kota Bima dan Kabupaten Bima pun ikut merasakanya. Gempa bumi dimaksud juga berhasil merusak sejumlah bangunan di Kota Bima. Saat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) tersebut, warga Kota Bima dan Kabupaten Bima terlihat berhamburan keluar rumah.
Terkait hal itu, tercatat tak ada satupun korban jiwa baik di Kota Bima maupun di Kabupaten Bima. Namun trauma secara psikologis bagi warga Bima baik Kota maupun Kabupaten terkait gempa bumi dimaksud, tentu saja tak terhindari.
NTB Hadir dengan Sentuhan Kemanusiaan Untuk NTT
Kendati status
gempa bumi yang
menimpa masyarakat Mabar dan Manggarai Timur-NTT hingga saat belum dinobatkan sebagai
bencana Nasional oleh Presiden RI, Jenderal (Purn) TNI, H. Prabowo Subianto, namun
makna dari rasa keprihatinan mendalam terhadap sesama dilaksanakan dalam bentuk
nyata oleh oleh Pemerintah dan masyarakat di seluruh Kabupaten-Kota di NTB.
Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhammad Iqbal menggerakan seluruh Instansi Pemerintah setempat untuk membantu meringankan beban bagi warga NTT yang tertimpa gempa bumi dimaksud. Dalam kaitan itu, sosok Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut secara resmi mengirimkan bantuan berupa makanan, pakaian hingga asupan gizin bagi anak-anak korban bencana gempa bumi di NTT tersebut.
Bantuan korban bencana untuk korban bencana alam di NTT dari Pemerintah Provinsi (Pemprov NTB) tersebut diangkut menggunakan truk Fuso, melintasi Mataram-Sape Kabupaten Bima. Selanjutnya menggunakan transportasi laut hingga ke objek bencana alam. Lagi-lagi soal bencana alam di NTT tersebut, Gubernur NTB juga telah membangun kerjasama dan koordinasi yang sangat intens dengan Gubernur Bali.
Lebih jelasnya, sentuhan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT tersebut juga datang dari Pemerintah dan masyarakat di Bali. Aksi mulia soal kemanusiaan tersebut ;pun diapresiasi oleh para korban bencana baik di mabar maupun di Manggarai Timur-NTT.
Jawaban nyata Pemprov NTB untuk korban bencana alam di NTT tersebut, dojelaskan bukan sekedar dalam bentuk Sembako. Tetapi juga menggerakan Dinas terkait (Dinas Sosial) serta relawan kebencanaan dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang dilenkapi dengan sarana-prasarana serta fasilitas yang dibutuhkan oleh korban bencana di sana pula.
Makna sentuhan kemanusiaan Pemprov NTB dibawah kendali Gubernur-Wagub NTB, Iqbal-Dinda tak terhenti sampai di situ. Tetapi dikabarkan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Berbagai bentuk sentuhan kemanusiaan dalam kaitan itu, dikabarkan akan terhenti sampai pada waktu yang telah disepakati bersama antar Pemprov NTB dengan pemprov NTT. Hingga berita ini ditulis, pemprov NTB masih terus menggerakan seluruh Kabupaten-Kota di NTB pula.
Pemerintah Kabupaten (_Pemkab) Bima dibawah kendali Bupati-Wakil Bupati Bima, Ady Mahyudi-Dr. H. Irfan Juaedi (Ady-Irfan) pun tak tinggal diam terkait bencana korban gempa di NTT dimaksud. Catatan penting Media Online www.visionerbima.com melaporkan, dalam kaitan itu Ady-Irfan mengirimkan beragam bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di NTT.
Jawaban nyata dari duka dan air mata korban bencana di NTT tersebut dari Pemkab Bima tersebut dalam bentuk Sembako dan lainya, tak terkecuali tenda pengungsian. Tak hanya itu, pun dikabarkan bahwa Ady-Irfan juga mengirim sejumlah tenaga kesehatan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana alam di NTT itu pula.
Dari Kabupaten Bima, bantuan bencana alam ke NTT tersebut menggunakan truk menuju kecamatan sape-Kabupaten Bima. Selanjutnya sentuhan kemanusiaan tersebut diangkut menggunakan transportasi laut (Kapal Feri) menuju objek bencana alam.
Hingga berita ini ditulis, dilaporjkan bahwa bantuan kemanusiaan dari Pemkab Bima tersebut telah sampai di NTT. Pengantaran bantuan kemanusiaan untuk warga NTT tersebut dikendalikan oleh Ady-Irfan melalui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, S.Sos. dan hingga berita ini dipublikasi, berbagai relawan dan delegasui pemkab Bima masih berada di NTT.
Makna duka dan air mata bagi korban bencana alam di NTT juga datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Biam dibawah kendali H. A. Rahman H. Abidin, SE-Feri Sofiyan, SH (Man-Feri). Bantuan bagi korban bencana di NTT yang disalurkan oleh Pemkot Bima dijelaskan bukan sekadar dalam bentuk Sembako.
Tetapi dalam kaitan itu, Pemkot Bima juga mengirimkan sejumlah Nakes yang dilengkapi dengan saran-prasarana serta fasilitas yang dibutuhkan oleh korban bencana pula. Terkait sentuhan kemanusiaan bagi korban bencana alam di NTT tersebut pun diinformasikan sudah dikirim oleh piihak Pemkot Bima melalui BPBD setempat di bawah kendali A. Faruk H. Hamzah (Kalak BPBD) Kota Bima.
Tak hanya itu, Man-Feri juga menggerakan Dinas Sosial dan Tim TAGANA ke NTT untuk membantu melakuikan evakuasi korban bencana dimaksud. Tak hanya itu, sejumlah relawan kebencanaan dari Kota Bima dikabarkan hingga kini masih berada di NTT pula.
Masih soal sentuhan kemanusiaan untuk korban bencana alam di NTT, berbagai elemen masyarakat Bima baik Kota maupun Kabupaten juga mengambil bagian. Liputan langsung media Online www.visionerbima.com melaporkan, sejumlah elemen masyarakat terlihat berdiri di berbagai perempatan lampu merah di Kota Bima.
Aksi kemanusiaan di berbagai lokasi untuk dan atas nama kemanusiaan di NTT oleh masyarakat Bima tersebut yakni dalam bentuk menggalan donasi kepada pengguna jalan raya. Dana yang terkimpul melalui aksi kemanusiaan tersebut dijelaskan akan dikirim kepada korban bencana di NTT pula.
Aksi kemanusiaan tersebut tak berakhir sampai di situ. Tetapi hingga berita ini ditulis, perjuangan untuk dan atas nama kemanusiaan untuk korban bencana di NTT tersebut hingga kini masih dilaksanakan oleh berbagai elemen masyarakat di Bima.
Di Beranda Maya Korban bencana di NTT Berterimakasih
Catatan terkini Media Online www.visionerbima.com mengungkap berbagai
persoalan yang dinilai sangat krusial pasca gempa bumi dahsyat yang menimpa
warga NTT. Kendati kondisi psikologis warga NTT belum pulih dan bangunan rubuh
akibat gempa belum dipulihkan, namun semangat korban bencana alam di sana
sangat tinggi sampai detik ini.
Sementara sentuhan kemanusiaan dari berbagai daerah di Indonesia untuk korban bencana di NTT, sejak awal hingga sekarang masih terus bergulir. Kendati demikian, kesedihan dan air mata korban bencana di sana pun hingga kini masih berlangsung.
Kondisi tersebut mencerminkan harapan besar agar beragam infrastruktur yang rusak akibat gempa bumi di NTT seegra diperbaiki oleh Pemerintah. Tak hanya, kondisi psikologis korban bencana alam di NTT pun diharapkan segera dipulihkan.
Di tengah kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan serte mendesak sentuhkan kemanusiaan nyata terkait gempa bumi di NTT, masyarakat NTT (korban bencana) secara khusus mencapaikan apresiasi, terimakasih, bangga dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Pemprov NTB atas bantuan yang diberikan.
ernyataan yang sama disampaikan oleh korban bencana di NTT kepada Pemkot Bima dan Pemkab Bima serta seluruh relawan kemanusiaan di Bima yang sampai saat ini masih melakukan penggalangan dana di berbagai lokasi untuk korban bencana di NTT pula. Ungkapan dari nurani paluing dalam korban bencana di NTT tersebut terpantau menghiasi beranda Media Sosial (Medsos), khususnya di NTB.
3 Oknum Konten Kreator Bima-Dompu “Tak Lazim”-FUI Bima Raya Segera ke APH
Di tengah duka dan
air mata
berkepanjangan korban bencana di Mabar dan Manggarai Timur-NTT, pun muncul
sebuah fenomena “tak lazim” di beranda maya (Medsos) di NTB. Yakni reel video
tak lazim dari 3 orang oknum konten kreator Bima-Dompu (Bajak Laut, Cici Ketiga
dan Pace) beredar luas di beranda maya. Reel video yang erat kaitanya dengan kasus
dugaan tindak pidana kejahatan tersebut disebutkan tekah ditoton oleh jutaan
orang di beranda maya.
Hingga berita ini ditulis, reel video “tak lazim” tersebut masih terus dibagikan oleh para Netizen di beranda maya dan potensi bertambahkan jumlah tayang di amati semkin banyak. Jejak Investigasi Media Online www.visionerbima.com mengungkap, semula reel video tersebut ketiga oknum tersebut ditemukan oleh sejumlah Netizen, selanjutnya di dowenload dan kemudian disebarkan secara luas di beranda Medsos.
Reel video yang menjelaskan soal dugaan tindakan “tak lazim” ketiga oknum Konten Kreator tersebut semula diperoleh sejumlah Netizen melalui Akun Medos milik Cici Ketiga dan Bajak Laut. Peristiwa yang dinilai menodai nilai Agama, moral, budaya dan berbagai tatanan kehidupan sosial masyarakat tersebut punn tak lepas dari perhatian serius publik di NTB.
Selain mendapat kecaman keras dari para Netizen di beranda maya, kasus dugaan tindak pidan kejahatan tersebut juga ditanggapi keras oleh Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya dibawah kendali Ustadz Asikin. Dalam kasusn ini, FUI Bima Raya mengecamnya secara keras.
Tak hanya itu, FUI Bima Raya mendesak agar seluruh masyarakat di NTB memperkuat kebersamaan dan menyatukan kekuatan untuk memblokir akun Medsos milik 3 orang oknum Konten Kreator dimaksud. Tak hanya itu, FUI Bima Raya juga mendesak Pemerintah di NTB agar segera berkoordinasi dengan kementerian Kominfotik RI agar akunj Medsos milik 3 orang oknum tersebut diblokir secara permanen.
Respon FUI Bima Raya soal kasus dugaan tindak pidana kejahatan asusila melalui Reel Video oleh 3 oknum tersebut, bukan saja melalui wawancara resmi melalui Reel Video berdurasi lebih dari 12 menit lamanya yang sudah disebarkan secara luas di beranda maya. Tetapi dalam waktu segera FUI Bima Raya akan melaporkan 3 oknum pemilikAkun dimaksud kepada Polres Bima Kota.
“Yang dilakukan oleh ketiga oknum Konten Kreator itu merupakan noda bagi berbagai nilai suci bagi kehidpan beragama, berbangsa dan bernegara. Tak hanya itu, kasus dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukan ketiga oknum Konten Kreator itu juga telah menondao marwah kaum perempuan dan anak dibawah umur di Indonesia,” tegas Ketua FUI Bima Raya, Ustadz Asikin.
Ustadz Asikin menegaskan, ruang maaf kepada oknum Konten Kreator tersebut telah lkama diberikan. Dan pada kasus sebelumnya, Ustadz Asikin menjelaskan bahwa oknum-oknum tersebut telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di ruang publik pula (Medsos).
“Sebelumnya Sudah diberikanruang maaf dan sudah dimaafkan pula. Namun kini mereka kembali berulah dengan tindakan yang sangat dahsyat serta menodai berbagai nilai suci bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernagara. Oleh sebab itu, kini tak ada ruang maaf bagi mereka. Tetapi kasus ini akan segera kami laporkan secara resmi keopada APH,” papar Ustadz Asikin.
Saat ini puihak FUI Bima Raya sedang berkonsentrasi menyusun konsentrasi dan mematangkan rencana, tak terkecuali soal analisa dan kajian serta evaluasi secara hukum terkait langkah kongkriet untuk melaporkan ketiga oknum Konten Kreator tersebut ke APH. Namun sebelumnya, pihaknya mendesak APH agar sera mengambil alngkah awal terhadap ketiga oknum itu pula.
“Peristiwa itu sudah membuat NTB ini gaduh di beranda maya. Sebelum kasus ini dilaporkan secara resmi, kami berharap agar APH segera menjemput Bajak Laut, Cici Ketiga dan pace untuk dilakukan pengamanan. Terkait laporan ke APH, Insya Allah akan kami lakukan dalam waktu segera,” tegasnya lagi.
Dunia Pendidikan Bersuara Keras
Kasus dugaan tindak pidana kejahatan asusila
di ruang publik oleh ketiga oknum Konten Kreator dimaksud juag tak luput dari
perhatian dunia pendidikan di Kota Bima. Antara lain Madrasah Aliyah Negeri 2
(MAN 2) Kota Bima.
Ketua Komite MAN 2 Kota Bima, H. Taufikurrahman, M.Pd menegaskan mendukung sepenuhnya langkah dan Keputusan FUI Bima Raya untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana kejahatan dimaksud ke APH. Langkah dan keputusan FUI Bima Raya dalam kaitan itu, ditegaskan lebih kepada memastikan tetap terjadanya nilai-nilai suci bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
“Yang dilakukan oleh ketiga oknum Konten Kreatir itu adalah biadab. Dan hal itu telah menodai marwah kaum perempuan serta anak dibawah umur di Indonesia. Maka untuk membuat efek jera, maka ketiga oknum Konten Kreator tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” desaknya usai kegiatan Rapat Pleno Komite MAN 2 Kota Bima, Rabu (19/8/2026) sembari mendesak seluruh masyarakat di NTB dan pemerintah agar segera memblokir akun Medsos ketiga oknum Konten Kreator itu pula.
Pernyataan sekaligus ketegasan yang sama juga disampaikan oleh Pembina OSIS MAN 2 Kota Bima, Arif Rusli dan Ketua OSIS setempat, Sadam. Baik Pembina OSIS maupun Ketua OSIS MAN II Kota Bima ini mengaku sangat menyelsakan terjadinya peristiwa yang tidak pantas diteladani dari ketiga oknum Konten Kreator dimaksud.
Oleh sebab itu, pihaknya sepakat memberikan efek jera kepada ketiga oknum Kontek Kreator itu melalui APH guna diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tak hanya itu,pihaknya juga mendesak Pemerintah agar segera mengambil langkah-langkah dan ikap tegas terkait dugaan tindak pidana kejahatan asusila dimaksud karena dianggap telajh menondai nilai-nilai penting bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
“Ruang publik telah ketiganya salah gunakan. Medsos juga digunakan oleh Perempuan dan anak dibawah umur Indonesia. Tetapi ketiga oknum Konten Kreator tersebut telah mengabaikanya. Oleh sebab itu, kami sepakat jika ketiga oknum Konten Kreator tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” desaknya.
Ketegasan yang tak kalah pedasanya jugadatang dari Wakasek Kesiswaan MAN II Kota Bima, Mulyadin. Mulyadin menegaskanmenghimbau agar seluruh elemen bangsa terutama kaum Perempuan dan anak dibawah Umur di Indonesia, tak terkecuali di Bima dan Dompu agar sebisa mungkin menghindarinya. Pasalnya, dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukan oleh Ketiga oknum Konten Kreator tersebut sangat pantas untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku juga membuat efek jera.
“Itu sangat tidak pantas untuk dilakukan, apalagi di ruang publik. Oleh sebab itu, saya atas nama Wakasek Kesiswaaan MAN II Kota Bima sangat mendukung agar kasus ini dibawa ke ranah hukum agar kasus yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari. Sekali lagi, peristiwa ini juga menjadi ancaman serius bagu tumbuh kembangnya kaum perempuan dan anak dibawah umur Indonesia,” tegasnya, Rabu (19/8/2026). (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/DK/AZHAR/DINO)
