Warga Mbawa Kabupaten Bima Tutup Sekolah Karena Ogah Terima Oknum Kasek "Siluman"

Upaya Negosiasi Polsek Donggo, Koramil 05 Donggo Bersama Tokoh Masyarakat Dengan Warga Setempat

Visioner Berita Bima-Beberapa  hari lalu, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 07.30 Wita warga Desa Mbawa Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima melakukan aksi protes karena menolak kehadiran oknum Kepala Sekolah (Kasek) SDN Inpres Sangari menggantikan Nasaruddin S.Pd (Kasek sebelumnya). Aksi protes tersebut ditandai dengan penyegelan Sekolah dan dalam kaitan itu warga Mbawa menghendaki Warga setempat yang diangkat menjadi Kasek di sekolah itu.

Sekolah tersebut dibuka kembali sekitat pukul 12.30 Wita setelah dilakukan Mediasi dengan warga sekitar oleh Korwil Pendidikan Kecamatan Donggo, Hj. Rostina dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat. Selanjutnya aktivitas dunia pendidikan setempat berjalan sebagaimana mestinya. 

Terkait dinamika yang berlangsung warga Mbawa menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Bima agar meninjau kembali keputusannya dengan nomor 821.2/440/07.2/Tahun 2026. Warga menilai bahwa Kasek yang menggantikan posisi Nasaruddin itu "siluman", tidak ikut terdaftar namanya dalam deretan pelantikan jabatan fungsional pekan lalu, tidak lolos dalam seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakep) namun secara tiba-tiba dikeluarkan SK jadi Kasek di SDN Inpres Sangari.

Oleh sebab itu, warga setempat tak tinggal diam. Tetapi berbondong-bondong melakukan kegiatan penyegelan terhadap sekolah tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Bima yang tidak menjunjung tinggi marwah dunia pendidikan dan bertabrakan dengan konsep meritokrasi.

Ketua Pemuda Desa Mbawa, Irmansyah dalam keterangannya menjelaskan bahwa dirinya bersama masyarakat Desa Mbawa menolak oknum Kasek "siluman karena tidak berdasar pada Skep rotasi-mutasi.

"Kepala sekolah yang baru mengantikan Nasaruddin ini orang mana dulu. Dia tidak lolos Cakep, tidak disebut namanya dalam daftar pelantikan, siapa yang kirim orang ini?, mengapa tiba- tiba memimpin sekolah kami?. Ini murni siluman ," tegasnya dengan nada  penuh emosi.

Ia kemudian mendesak Bupati Bima, BKD dan Diklat serta Dikpora Kabupaten Bima untuk mempertimbangkan kembali keputusannya bila benar SK itu sumbernya dari Daerah. Tak hanya itu, ia juga mendesak agar Instansi terkait mengkonfirmasi setiap keputusan itu bersama masyarakat demi stabilitas pendidikan di SDN Inpres Sangari.

"SDM orang Mbawa itu bagus-bagus dan yang sesuai kriteria juga masih banyak. Kami sangat heran kenapa tidak dipake," tandasnya.

Sementara itu, eks Kepala Sekolah Nasaruddin, S.Pd.,SD dalam keterangannya menjelaskan bahwa peristiwa itu telah bertabrakan dengan regulasi yang berlaku dalam dunia pendidikan sekaligus "catatan kelam"  bagi konsep Bima Bermartabat.

"Sebagai pejabat lama harusnya ada surat pemberitahuan atau surat pemberhentian. Rotasi-mutasi jabatan RT saja ada kordinasi lebih awal dari kepala desanya" imbuh dia.

Bila benar, sambung dia, Sumarjan adalah kiriman dari Pemerintah Daerah artinya Daerah telah mengeluarkan SK ganda untuk Kasek SDN Inpres Sangari.

"Jabatan saya belum dicabut, terus diterbitkan SK baru. SK dia bawa kemarin. Saat pelantikan itu tidak ada nama dia. Ada kok videonya. Dan di dalam video dimaksud tidak disebut nama oknum Kasek yang menggantikan posisi saya," tegasnya.

Eks Kasek SDN Inpres Sangari 9 tahun lolos Cakep 2017 itu, berharap adanya peninjauan kembali SK tersebut bila benar-benar dari daerah atau dari oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.

Sementara itu, Korwil Pendidikan Kecamatan Donggo, Hj. Rostina, S.Pd.,M.Pd membenarkan adanya aksi penyegelan sekolah itu. Namun aksi tersebut diakuinya tak berlangsung lama. Aksi penyegelan sekolah tersebut diakuinya dibuka kembali oleh warga sekitar pukul 12.30 Wita.

"Saat aksi penyegelan sekolah tersebut berlangsung, kami yang di dalamnya melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Mbawa melakukan negosiasi dengan warga. Upaya negosiasi itu juga melibatkan Tokoh-Tokoh masyarakat setempat. Alhamdulillah sekolah yang disegel itu dibuka kembali sekitar pukul 12.30 Wita. Sejak saat itu hingga sekarang aktivitas di dunia pendidikan setempat sudah berjalan secara normal," tandas Rostina kepada Media ini, Rabu (12/8/2026).

Catatan investigasi terkini Media ini mengungkap sesuatu yang dinilai sangat menarik terkait "kisruh" yang terjadi di sekolah itu. Antara lain hingga saat ini SK Nasaruddin sebagai Kasek SDN Inpres Sangari masih berlaku alias belum dicabut oleh pihak Pemkab Bima. 

Sementara SK pengangkatan Kasek SDN Inpres Sangari yang menggantikan posisi Nasaruddin dikabarkan akan dikterbitkan secara segera oleh Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Pun kabar terkini yang diperoleh Media ini mengungkap, posisi Nasaruddin selaku Kasek SDN Inpres Sangari digantikan secara resmi oleh Sumarjan. Dan SK Sumarjan untuk itu dikabarkan akan diterbitkan pada hari ini alias Rabu (12/8/2026) (JOEL/RUDY/AL/AA/DK/AZHAR/DINO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama