Juga Punya Segudang Prestasi di Bidang Riset dan Penulisan
Visioner Berita
Kota Bima-Ukiran
beragam prestasi terbaik oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima)
diakui bukan hal baru. Tetapi terjadi sejak lama dan bahkan masih berlangsung
sampai saat ini.
Dari berbagai prestasi terbaik yang ditorehkan tersebut, sukses menempatkan UM Bima sebagai Kampus “terbaik” di Pulau Sumbawa. Catatan penting Media Online www.visionerbima.com melaporkan, sejak berstatus Universitas hingga saat ini UM Bima tercatat sebagai Universitas paling diminati oleh masyarakat di Pulau Sumbawa dan bahkan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu antara lain tercermin melalui kian bertambahnya jumlah Mahasiswa Baru (Maba) pada tiap tahunya di UM Bima. Setelah membuktikan beragam karya Akademik terbaik, kini hadir semua peristiwa membanggakan dari UM Bima.
Yakni Anis Nur Istiqomah (Anis), Mahasiswi UM Bima jadi meraih gelar Winner (pemenang) Duta Hijab Nusantara dalam ajang yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi terbaik yang digenggam oleh Anis ini pun mendapat apresiasi dari seluruh Civitas Akademika UM Bima yang dikendalikan oleh H. Ilyas Sarbini, SH, MH (Rektor UM Bima).
Dalam kaitan itu, Rektor dan seluruh Civitas Akademika UM Bima menegaskan agar prestasi membanggakan tersebut tidak membuat Anis cepat puas. Tetapi harus diuasah dan dipertajam secara terus menerus sebagai salah satu jaminan bagi Anis untuk meraih masa depan dan keberlangsungan hidup yang sangat baik pula.
Anis Nur Istiqomah lahir di Bima pada 1 Januari 2006. Ia merupakan anak perempuan pertama dari pasangan Bapak Ayub dan Ibu Juhani. Selain menjalani aktivitas sebagai mahasiswi, Anis aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi di bidang akademik, kepenulisan, pendidikan, kreativitas, serta organisasi.
Aktif di Bidang Riset dan Kepenulisan
Di bidang Akademik dan kepenulisan, Anis pernah meraih Juara 2 Lomba Artikel Ilmiah dan menjadi Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kota Bima yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima.
Anis juga terlibat dalam sejumlah proyek penulisan buku bersama, di antaranya Menuju Indonesia Emas 2045 dan Pendidikan Inklusif dan Difabel. Selain itu, ia aktif menulis artikel opini dengan berbagai tema, termasuk pendidikan, literasi, kepemudaan, dan perempuan.
Pengalaman di Ajang Pendidikan dan Kepemudaan
Di
bidang pengembangan diri, Anis pernah menjadi Finalis Duta Pelopor Pendidikan
Batch 2 serta mengikuti seleksi Duta Inspiratif Indonesia Batch 3 sebagai
perwakilan Nusa Tenggara Barat.
Ia
juga pernah meraih Juara Lomba Desain Sayembara Logo di bidang kreativitas.
Dalam
kegiatan organisasi kemahasiswaan, Anis aktif sebagai kader Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM) dan pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Media dan
Komunikasi PK IMM FAI Cabang Bima.
Winner Duta Hijab Nusantara
Gelar Winner Duta Hijab Nusantara menjadi
salah satu pencapaian terbaru Anis. Ajang tersebut diikuti oleh peserta dari
berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu ruang bagi Anis untuk
mengembangkan pengalaman serta kemampuan di luar bidang akademik.
Bagi Anis, pencapaian bukan sekadar tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, dan bagaimana seseorang terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pesan Anis untuk Perempuan
Anis juga menyampaikan pesan kepada perempuan lain agar tidak terlalu sibuk membandingkan perjalanan diri dengan keberhasilan perempuan lainnya.
Menurutnya,
keberhasilan seseorang seharusnya dapat menjadi inspirasi, bukan alasan untuk
merasa rendah diri, iri, maupun menumbuhkan penyakit hati.
Daripada
terus menyoroti pencapaian orang lain, setiap perempuan dapat lebih fokus
menggali potensi yang ada dalam dirinya, mengembangkan kemampuan, dan menjalani
prosesnya masing-masing.
“Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Tidak perlu merasa tertinggal hanya karena melihat keberhasilan orang lain. Fokuslah pada perjalanan sendiri, terus belajar, terus bertumbuh, dan gali potensi yang ada dalam diri,” demikian pesan yang ingin disampaikan Anis.
Baginya, setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dengan caranya sendiri. Ada yang mencapai sesuatu lebih cepat, sementara yang lain membutuhkan proses yang lebih panjang. Hal tersebut tidak menjadikan satu perjalanan lebih bernilai daripada perjalanan lainnya.
“Ketika melihat perempuan lain berhasil, jadikan itu sebagai motivasi untuk berkembang, bukan sebagai alasan untuk membandingkan diri. Karena setiap perempuan memiliki waktu, proses, dan jalan hidupnya masing-masing,” imbuh Anis. (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/AA/DK/AZHAR/DINO)
