Header Ads

Terduga Bandar Narkoba Janji Bertaubat di Dalam Penjara

Rudi Santoso
Visioner Berita Kota Bima-Ingatan publik khususnya di Bima, tampaknya masih tertuju kepada terduga bandar Narkoba jenis sabu yang berhasil dibekuk oleh Sat Narkoba Polres Bima Kota dengan Barang Bukti (BB) 1 Kg beberapa waktu lalu. Sebelumnya, ada banyak orang yang tak menyangka Rudi terjebak pada kasus yang membuatnya berada di balik jeruji besi dalam waktu yang lama. Sebab yang mereka kenal, Rudi adalah pengusaha hasil bumi termasuk jagun yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Rudi kini secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia pun resmi ditahan di sel tahanan Polres Bima Kota. Dalam kasus itu, Rudi adalah ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Sementara dua orang lainnya yang sempat diamankan bersamanya, secara resmi telah dilepas, namun Polisi memposisikannya sebagai saksi karena keduanya tak terbukti memiliki dan mengkonsumsi Narkoba jenis sabu.

Pertanyaan publik tentang ancaman pidana yang akan diterapkan kepada Rudi, pun sudah dijawab secara gamblang oleh Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Winarta, S.IK. Yakni, Rudi diancam dengan pidana mati. Tetapi publik khususnya para nitizen di Media Sosial (Medsos), mengaku apatis dan bahkan mengamati bahwa pada saatnya nanti Rudi tak akan divonis mati oleh Majleis Hakim.

Lepas dari itu, pria berkulit putih sekaligus warga keturunan China asal Surabaya-Jawa Timur (Jatim) itu, masih terlihat sangat santai. Kepada sesama tahanan bahkan dengan orang diluar sel tahanan Polres Bima Kota, lelaki yang diketahui sudah menjadi mualaf (masuk Islam) ini terlihat masih terlihat komunikatif dan suka bercanda. Beberapa hari lalu, Visioner sempat berbincang-bincang santai dengan Rudi di Mapolres Bima Kota.  

Pada moment tersebut, media ini menemukan sesuai yang sangat menarik tentang Rudi ini. Kesan takut akan hukuman berat yang akan menimpanya terkait kasus Narkoba tersebut, sama sekali tak terlihat di wajahnya.

“Saya masih baik-baik saja, Mas. Saya nyaman di sini, pelayanan pihak Polres Bima Kota terhadap saya pun sangat baik. Saya juga sangat kooperatif, Mas. Sesuatu yang sudah terjadi, itu telah menjadi resiko yang harus saya hadapi. Saya percaya, tak sepotong manusiapun yang ingin seperti ini. Tetapi, saya bisa mengambil hikmah terbesar dari kasus ini. Yakni, saya akan bertaubat dan suatu saat ingin kembali sebagai manusia yang sesungguhnya, Insya Allah,” paparnya.

Pada moment tersebut, Rudi enggan disebut tersjerat dalam kasus Narkoba. Tetapi, dia mengaku sepakat bahwa dirinya terjebak pada masalah Narkoba. “Maaf, saya bukan terjerat. Tetapi yang benar, saya terjebak dalam kasus Narkoba. Dalam sejarah hidup saya, baru kali ini saya berurusan dengan hukum,” tangkisnya.

Kehidupan di dalam penjara dengan diluar sana, diakuinya jelas sangat beda. Namun, Rudi mengakui bahwa penjara adalah tempat yang tak lazim untuk dihuni. Kendati demikian, ia sangat yakin bahwa penjara adalah sebuah tempat yang akan membentuk dirinya menjadi manusia yang baik nantinya.

 “Ya, penjara adalah tempat yang tak layak untuk dihuni. Tetapi, saya yakin bahwa penjara merupakan wahana bagi saya untuk menjadi manusia yang baik pada suatu saat nanti. Sekali lagi, Insya Allah dengan masalah yang sedang dihadapi- aya akan terus belajar menjadi manusia terbaik untuk diri sendiri, keluarga dan bahkan untuk orang lain,” harapnya.

Inilah BB Sabu dan lainnya yang disita oleh Sat Narkoba di Ruko Sewaan Rudi Santoso waktu itu
Atas masalah besar yang sedang dihadapinya, Rudi mengaku bahwa anak-isterinya sudah mengetahuinya. Mereka diakuinya sangat sedih dan bahkan merasa terpukul. “Ya, mereka sangat sedih dan bahkan terpukul. Tetapi, saya bilang kepada mereka agar jangan khawatir. Sebab dimanapun sama, hanya saja ini adalah takdir atau musibah yang harus saya jalani. Sebab, ini adalah resiko dari apa yang sudah saya lakukan. Segala sesuatunya, tentu ada sebab dan akibatnya. Cukup saya saja yang menjalani ini, jangan lagi ada yang lainnya,” ujar Rudi.

Meski mengaku tidak mengetahui secara deatil tentang masalah hukum, Rudi menyatakan tidak menyangka harus berhadapa dengan masalah besar dan diperkirakan akan mendekam lama di dalam penjara. “Dan saya perkirakan hanyalah sebagai pengantar, namun jadinya seperti ini, ya sudah lah,” sebut Rudi.  

Kini Rudi menyatakan penyesalan yang sangat dalam. Selanjutnya, dia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada anak-isteri dan kepada seluruh keluarganya. Sebab, dia mengakui bahwa mereka sangat sedih dan bahkan terpukul. “Ya, mereka sedih dan sangat terpukul atas apa yang saya lakukan. Oleh karenanya, saya meminta maaf. Sekali lagi, bukakan pintu maaf untuk saya,” pintanya.

Sebagai orang tua dari anak-anak sekaligus suami dari isteri, Rudi kembali menegaskan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan besar. Terlepas dari meminta maaf kepada anak-isteri dan keluarganya, Rudi mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka harus berhadapan dengan massalah yang telah menggiringnya ke jeruji besi. “Awalnya saya tidak menyangka harus berada di sini, tetapi saya memang mengakui bahwa pikiran saya pendek sekali,” akunya.

Pun Rudi mengakui bahwa hidup tak akan pernah bisa terhindar dari masalah dan bahkan dosa. Jika disuruh memilih, Rudi menegaskan tentu akan memilih yang terbaik terutama bagi dirinya maupun keluarganya.

Rudi di Sel Tahanan Polres Bima Kota
“Tak ada manusia yang bisa melepas dari salah dan dosa. Harap maklum dengan apa yang sedang menimpa saya. Dan saya tidak pernah berencana apalgi memilih untuk berada di sini (penjara), tetapi inilah konsekuensi hidup yang harus saya jalani. Doakan agar kelak saya akan menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan bahkan orang lain,” pintanya lagi.

Penyesalan diakuinya sangatlah terlambat. Namun dari masalah yang menggiringnya ke penjara ini, diyakininya terdapat sebuah pelajaran besar baginya untuk menjadi orang yang sangat berguna. “Jika sebelumnya saya sering lalai dari kewajiban, tetapi Insya Allah di dalam penjara saya akan sering berintrsopeksi diri, bertafakur, bertabayun dan terus berdoa kepada Allah SWT agar kelak bisa menjadi manusia terhormat,” papar Rudi.

Singkatnya, Rudi menghimbau kepada siapapun untuk tidak mencoba, terjebak dan terjerat dalam dunia Narkoba. Sebaliknya, siapapun pasti akan menyesal. “Dulu saya memang pamakai Narkoba. Namun, sekarang saya baru mau mencobanya lagi. Dan disaat itu pulalah saya ditangkap oleh Polisi sekarang harus mendekam dalam penjara. Sekali lagi, saya berpesan kepada siapapun agar jangan pernah mencoba yang namanya Narkoba. Sebaliknya, tentu saja anda akan menyesal seumur hidup,” imbuh Rudi.

Disaat dulu dirinya memakai Narkoba, Rudi mengaku ada sejumlah kerugian yang dihadapinya. Salah satunya, yakni soal keluarga. Dan karena memakai Narkoba kala itu, Rudi pun mengiyakan sempat berbohong kepada anak dan isterinya. “Makanya, dari pengalaman pribadi itu saya selalu berharap agar siapapun jangan pernah mencoba yang namanya Narkoba. Intinya, karena Narkoba dapat membuat setiap orang bisa lupa diri,” tandasnya.

Singkatnya, Rudi menyatakan sudah sangat siap menanggung sendiri resiko terkait kasus Narkoba yang praktis menggiringnya ke meja hukum. Dan dia membantah soal berat Narkoba yang diamankan oleh Polisi sebagai BB tersebut seberat 1 Kg, melainkan 999,4 gram. “Secara factual setelah ditimbang oleh Polisi, beratnya hanya segitu, bukan 1 Kg. Dalam kasus ini, saya tidak ingin melibatkan siapa-siapa. Tetapi, biarkanlah saya yang menanggung sendiri resikonya,” katanya.

Kendati penjara bukan pilihan baginya, namun diakuinya mampu mendidiknya menjadi manusia yang baik. Sebab, setiap orang bisa bangkit dari sejumlah kelemahan yang melekat pada dirinya. “Untuk kedepan, saya berjanji tak akan lagi mengulangi hal yang sama. Tetapi, saya akan segera bertaubat kepada Allah SWT. Insya Allah, saya tak akan merepotkan siapapun selama berada di dalam penjara. Untuk anak-isteri dan keluarga, saya selalu berdoa agar kalian baik-baik saja. Dan semoga kalian semua membukakan pintu maaf buat saya,” pungkasnya. (TIM VISIONER

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.