Header Ads

Peredaran Sabu di Kota Bima Belum Juga Usai, Kali Ini Nelayan, Karyawan Swasta dan Warga Biasa Dibekuk

Buser Narkoba Polres Bima Kota (berdiri) bersama tiga tersangka Narkoba (duduk) dan BB (diatas meja)

Visioner Berita Kota Bima-Bima kususnya Kota dinilai sebagai salah satu wilayah di NTB yang masih menjadikan pasar menjanjikan bagi peredaran Narkoba jenis Sabu. Pada fakta pengungkapan Narkoba jenis Sabu di Kota Bima oleh Sat Narkoba Polres Bima Kota, bukan saja yang beratnya dengan ukuran gram, tetapi juga pada level berat berukuran Ons dan bahkan 1 Kg. Jumlah pelaku yang berhasil dibekuk hingga terseret ke penjara dan masih adalah proses penanganan hukum, jumlahnya tidaklah sedikit.

Para pelaku yang berhasil digulung selama ini, ada warga biasa, kalangan swasta, Pengusaha, anak “orang hebat”, Ibu Rumah Tangga (IRT) dan bahkan ada pula yang berprofesi sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Nama dan identitas mereka, hingga kini masih tersimpan rapi pada buku besar Sat Narkoba Polres Bima Kota.

Kendati demikian, upaya keras yang dilakukan oleh Polisi dalam memerangi peredaran Narkoba jenis Sabu di daerah ini masih berlangsung sampai sekarang. Namun, peredaran narkoba jenis Sabu di Kota Bima ini belum juga usai. Dan pekerjaan paling sulit bagi Polisi soal Narkoba yang satu ini, yakni mengungkap di mana sumber Sabu yang diamankan dari tangan setiap pelakunya. Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Winarta, S.IK menyatakan bahwa mata rantai antara pelaku pengeedar dengan bandarnya sengaja diputus sehingga pemilik Narkoba sesungguhnya sulit untuk diungkap.

“Berkali-kali kami melakukan pengungkapan, tak satu pelaku pun yang menyebut nama sumber Narkoba jenis Sabu. Pada pengungkapan Narkoba jenis Sabu seberat 1 Kg di tangan Rudi Santoso itu, sampai detik ini yang bersangkutan sama sekali tidak menemukan nama dan identitas orang sebagai sumber barang. Kecuali, yang bersangkutan hanya mengaku bahwa Narkoba tersebut adalah miliknya,” ungkap Kapolres Bima Kota.

Seiring dengan penilaian masih maraknya peredaran baranag haram sekaligus perusak masa depan generasi tersebut, namun perang melawan Narkoba jenis Sabtu oleh pihak Polres Bima Kota melalui Sat Narkoba dibawah kendali Kasat Narkoba, AKP H. Jusnaidi, SH masih terus berlangsung. Lagi-lagi, Kamis (11/10/2018) Buser Narkoba Polres Bima Kota dibawah kendali Bripka Abdul Hafid kembali membuktikan keberhasilannya dalam pengungkapan kasus Narkoba jenis Sabu.  

Pada Kamis sekitar pukul 14.00 Wita tepatnya di RT 06/03 Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima, Hafid bersama seluruh personil pasukannya (Tim Restik) berhasil membekuk tiga orang laki-lakin yang ditengarai memiliki, menguasai dan mengedarkan Narkoba jenis Sabu sejumlah 39 poket dengan berat 2,02 gram.  

Ketiga orang tersebut, yakni inisial AND alias TWO (31) yang berprofesi sebagai nelayan (warga asal Kelurahan Melayu), YSF (36) berprofesi sebagai karyawan swasta (warga asal Kelurahan Melayu) dan MRM (24) berprofesi sebagai wiraswasta (warga asal Kelurahan Ule Kecamatan Asakota). “Usai dibekuk, ketiganya bersama barang bukti (BB) langsung digelandang ke Sat Narkoba Polres Bima untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP H. Jusnaidi, SH kepada sejumlah awak media.

Pada pengungkapan kali ini tandasnya, pihaknya berhasil mengamankan 39 poket Narkoba jenis Sabu seberat 2,02 gram, 3 buah korek api gas, 1 buah Bong, 1 buah potongan pipet, 1 buah jarum sumbu, 2 buah tabung kaca dan uang tunai sebesar Rp2.824.000. “Sementara saksi-saksi dalam kasus ini, yakni Anwar Muhammad (Ketua RT) dan Mas’ud (Ketua RW), dan dua orang saksi dari anggota yakni Bripka Abdul Hafid dan Bripka Edy Kurniawan,” terang Jusnaidi.

Inilah BB Narkoba jenis Sabu, uang tunai dan BB pendukung lainnya yang diamankan dari tangan pelaku itu
Tandas Jusnaidi, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada pihaknya. Informasi tersebut, menyebutkan bahwa RT 06/03 Kelurahan Melayu ini sering dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli Narkoba jenis Sabu. “Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota yang dipimpin oleh Kanit Opsnal Bripka Abdul Hafid melakukan penggerebekan di rumah terduga pengedarnya.pada moment tersebut, Tim Opsnal berhasil  mengamankan tiga orang laki laki  yang saat itu berada di dalam rumah tersebut,” papar Jurnaidi.

Di rumah itu pula beber Jusnaidi, Tim Opsnal langsung melakukan penggeledahan badan dan rumah  tersangka dengan didampingi oleh ketua RT setempat. Hasilnya, Tim Opsnal sukses menemukan 39 poket Narkotika jenis Sabu  yang disimpan di dalam saku celana sebelah kanan tersangka berinisial AND alias TWO. Selain itu, Tim Opsnal juga menemukan BB pendukung lainya serta uang tunai sebesar Rp1.182.000. Selanjutnya setelah Timk Opsnal melakukan interogasi awal terhadap tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan di kos-kosan yang berlokasi di RT 06/02 Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda Kota Bima.

“Namun target yang diburu oleh Tim Opsnal sudah tidak ada ditempat. Kendati demikian, Tim Opsnal tetap melakukan penggeledahan di kamar kos yang saat itu didampingi oleh Ketua RW setempat. Tetapi, Tim Opsnal tiddak menemukan BB Narkoba jenis Sabu. Kecuali, saat itu Tim Opsnal hanya menemukan uang tunai sebesar Rp1.642.000. Sampai sekarang, ketiga orang tersebut masih diamankan di sel tahanan Sat Narkoba Polres Bima Kota,” ucap Jusnaidi.

Jusnaidi kemudian menerangkan, saksi-saksi dalam kasus ini masih dimintai keterangannya oleh Penyidik. Sememntara tiga orang tersangkanya, sampai sekarang masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Penyidik Sat Narkoba Polres Bima Kota. Atas keberhasilan dalam mengungkap kasus ini, pihaknya menyatakan apresiasi secara positif dan terimakasih kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi memberikan informasi akurat sehigga ketiga tersangka berhasil dibekuk bersama BB Narkoba jenis Sabu seberat 2,02 gram.

“Untuk kedepannya, kerjasama yang baik antara Polisi dengan masyarakat seperti itu juga sangat diharapkan. Sebab, peredaran Narkoba di wilayah ini masih berlangsung dan kami akan terus berjuang keras memeranginya. Sekali lagi, mari secara bersama-sama memerangi peredaran Narkoba di wilayah ini. Namun nika kita berdiam diri, maka akan banyak generasi yang rusak karena Narkoba tersebut,” Imbuh Jusnaidi. (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.