Header Ads

PPK Akui Proyek Taman Amahami Ada Yang Tak Beres, Namun Bantah Tak Koordinasi Dengan Tim TP4D

Fisik Pekerjaan Amburadul Langsung Dibongkar, Inilah Videonya

 Video Tim Bongkar Fisik Pekerjaan Ambural

Visioner Berita Kota Bima-Kemarahan Walikota Bima, H. Muhammaf Lutfi, SE terkait pekerjaan pembangunan taman di kawasan Pantai Amahami oleh Pelaksana bernama Baba Surya Motor dengan pagu Rp8 M lebih yang bersumber dari APBD 2 Kota Bima tahun 2018 hingga menendang salah satu sisi bangunan tersebut sampai materialnya berhamburan pada Minggu pagi (9/10/2018) dinilai sebagai sesuatu yang wajar. Pasalnya, Walikota Bima menuding bahwa proyek pembangunan tersebut dikerjakan secara amburadul.

Tak hanya itu, Walikota Bima menyatakan akan segera memanggil pihak Pelaksana proyek dan PPK pada Dinas PUPR Kota Bima sebagai paling bertanggungjawab. Rencana panggilan terhadap dua pihak tersebut, akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Anggaran pembangunan taman ini sangat besar, tapi kok kualitas pekerjaannya seperti ini. Harusnya dengan anggaran sebesar itu, juga mutlak menjamin mutu dan kualitas pekerjaannya. Tetapi faktanya, pekerjaan proyek ini justeru mengecewakan," tuding Walikota Bima.

Walikota Bima juga menegaskan, kurangnya pengawasan dari pihsk PPK dan Pengawas lapangan menjadi salah satu pemicunya amburadulnya pekerjaan proyek taman Amahami ini di sejumlah sisi. "Jika fungsi pengawasan dilakukan secara intens, tentu saja hasil pekerjaannya tidak seperti yang kita lihat sekarang ini. Baru ditendang pakai kaki saja sudah begitu modelnya, bagaimana kalau dihajar dengan benda yang berat," keluh Walikota Bima.

Pada sesi lain, berita awal tentang pekerjaan proyek pembangunan Taman Amahami ini, praktis saja viral di Media Sosial (Medsos) hingga ditanggapi dengan herbagai ragam oleh para nitizen. Para nitizen mendesak agar pekerjaan proyek ini dibongkar total dan pada saatnya nanti harus dilakukan audit investigasi untuk memastikan tentang mutu serta kualitasnya.

Para nitizen menegaskan, jika pada akhir pelaksanaan proyek pembangunan tersebut ditemukan adanya ketimpangan maka upaya hukum merupakan pilihan paling tepat untuk dilaksanakan. Sementara ketegasan Walikota Bima dalam menyikapi masalah itu, pun didukung sepenuhnya oleh para nitizen. Tak hanya itu, para nitizen juga memuji sekaligus mengacungkan jempol terhadap sikap tegas Walikota Bima tersebut.

Sementara itu, PPK pada pelaksanaan proyek pembangunan Taman Amahami, Ririn Kurniawati, ST, MT sedikitpun tidak membantah adanya fisik pekerjaan proyek dimaksud di beberapa sisi. Atas hal itu, pihaknya pun telah membongkarnya dan mendesak pihak Pelaksana agar seger memperbaikinya. Namun, sampai sekarang belum dikerjakan karena terkendala oleh masih adanya lapak milik pedagang.

"Terkait fisik pekerjaannya yang tak beres di beberapa sisi, malah sudah kami bongkar. Hanya saja, Pihak Pelaksana proyek itu belum memperbaikinya. Perlu kami luruskan, tidak semua fisik pekerjaan proyek ini amburadul. Tetapi, hanya di beberapa sisi saja yang kurang dan harus segera diperbaiki. Sementara pada sisi-sisi yang lainya, kualitas fisik pekerjaanya sangat baik," kata Ririn kepada Visioner melalui saluran selulernya, Senin (10/10/2018).


                                  Ririn Kurniati, ST, MT (PPK)

Tahapan pekerjaan proyek pembangunan Taman Amahami ini, diakuinya masih berjalan dan akan berakhir pada Desember 2018 sesuai masa kontraknya. Namun diakuinya, saat ini fisik pekerjaan proyek ini sudah mencapai 70 porsen. Sementara 30 porsen pekerjaan fisiknya yang tersisa sedang dikerjakan, dan hal itu akan dituntaskan pada akhit tahun 2018.

"Proyek ini belum di PHO, sebab pekerjaan fisiknya belum selesai. Oleh karenanya, desakan audit investigasi terhadap proyek ini adalah terlalu dini. Tetapi, jika pekerjaan fisiknya dinyatakan sudah 100 porsen, maka silahkan saja melakukan audit investigasi. Dan perlu juga kami jelaskan, proyek pembangunan Taman Amahami ini hingga sekarang belum dibayar secara keseluruhan oleh Pemerintah. Fisiknya baru 50 porsen dibayar, yakni pada pemasangan talud dan cor betonnya," tegas Ririn.

Pun Ririn mengakui, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Taman Amahami ini tetap dilakukan oleh Pengawas Lapangan. Namun, Ririn tidak menjelaskan apakah pengawasan tersebut bersifat intens atau sebaliknya.

"Pengawas lapangannya juga sudah kami tegur. Setelah ditegur, Pengawas lapangannya berjanji mengawasi pelaksanaan proyek itu mulai dari sekarang sampai dengan pekerjaan fisiknya dinyatakan 100 porsen tuntas," papar Ririn.

Soal adanya fisik pekerjaan yang tak beres pada proyek pembangunan Taman Amahami itu, Ririn menjelaskan bahwa dirinya selaku PPK sudah dipanggil sekaligus menghadap Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

"Sebagai PPK, saya sudah menjelaskan kepada Walikota Bima tentang adanya fisik perkejaan yang tak beres pada proyek pembangunan Taman Amahami ini, dan hal itu telah kami bongkar, selanjutnya pihal Pelaksana didesak agar segera memperbaiki namun belum juga dilakukannya," urainya.

Hanya saja, Ririn tidak menjelaskan tetang bagaimana sikap Walikota Bima terkait penjelasan teknis yang dilakukannya terkait pelaksanaan proyek pembangunan Taman Amahami ini.

"Intinya, saya sudah menghadap Walikota dan telah menyampaikan penjelasan teknis terkait proyek pembangunan Taman Amahami ini. Dan pada kesempatan itu, Pak Walikota mendesak kami untuk terus mengawasi pekerjaan proyek tersebut Proyek ini dikerjakan oleh Baba Surya Motor, tetapi saya tidak hafal nama Pelaksana dimaksud. Anggaran proyek ini bersumber dari DID (APBD 2 Kota Bima tahun 2018)," terang Ririn.

Pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pihanknya tidak berkoordinasi dengan Tim TP4D terkait pelaksanaan proyek pembangunan Taman Amahami ini, dengan tegas Ririn membantahnya. Pun Ririn membantah keras tudingan bahwa pihaknya tidak berkoordinasi dengan Tim TP4D pada pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkar di kawasan Amahami itu.

"Tudingan bahwa kami tidak berkoordinasi dengan Tim TP4D terkait proyek pembangunan Taman Amahami dan pembangunan jalan lingkar itu adalah tidak benar. Yang benar, hampir setiap hari kami berkoordinasi dengan Tim TP4D dan turun bersama memantau dua aitem proyek pembangunan fisik di Amahami itu. Intinya, sampai sekarang kami masih terus berkoordinasi dengan Tim TP4D," tegasnya lagi.

Hingga berita ini ditulis, Ririn menjelaskan bahwa pihaknya masih berada di Amahami dalam rangka mengawasi pekerjaan proyek pembangunan taman itu oleh pihak Pelaksananya.

"Sikap tegas kami nyata adanya, fisik pekerjaan yang tidak beres tetap kami bongkar dan mendesak pihak Pelaksana segera memperbaikinya. Intinya, pelaksanaan proyek pembangunan Taman Amahami ini tetapbkami lakukan dan hal itu akan berlangsung hingga fisiknya tuntas dikerjakan," janjinya.

Masih pads hari ini juga, pihaknya turun ke Amahami bersama Tim TP4D. Tujuannya selain mengawasi pelaksanaan proyek tersebut, juga memantau secara langsung fisik pekerjaannya. Menariknya, pada moment tersebut pihaknya dan Tim TP4D bersikap tegas. Modelnya, hamlir semua fisik pekerjaan yang tak beres langsung dibongkar, dan kemudian mendesak pihak Pelaksana untuk memperbaiki dengan sebaik-baiknya.

"Fisik pekerjaannya yang tak beres sudah kami bongkar. Selanjutnya, pihak Pelaksana harus segera memperbaikinya sesuatu mutu dan kualitas yang diharapkan. Sementara lapak pedagang yang yang jadi kendala perbaikan pekerjaan proyek itu, hari inibsudah kami pindahkan untuk sementara di jalan lingkar pasar Amahami," pungkasnya.  (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.