Header Ads

Pengelola Gedung KONI Angkat Bicara, Salah Satu Pelatih Narik Biaya Kepada Anak-Anak

KONI Kota Bima, Dok.Foto:Google.com
Visioner Berita Kota Bima-Pengakuan Pelatih Cabang Olah Raga (Cabor) pada Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di aula Pemkot Bima beberapa hari lalu bahwa Pengelola gedung Koni menarik biaya pada setiap atlet yang berlatih di gedung itu, kini dibantah keras oleh Pengelola yakni Bambang.

“Demi Allah, kami tidak pernah menarik biaya sepersenpun kepada atlet-atlet yang datang berlatih digedung KONI Kota Bima yang kami kelola. Apapun kegiatan yang masih ada kaitannya dengan Pemerintah dan KONI, sejak dulu hingga sekarang kami tidak pernah memungut biaya seperakpun,” tegas Bambang kepada Visioner.

Bambang menyatakan, malah pihaknya yang berbesar hati untuk menggratiskan kepada para atlet yang datang berlatih di gedung KONI tersebut. Menggratiskan setiap atlet dari Cabor manapun yang berlatih di gedung KONI itu, pun diakuinya terlepas dari diminta atau tidak diminta.

“Jangankan diminta, tidak dimintapun oleh Pemerintah justeru kami yang sangat berharap agar setiap atlet untuk datang berlatih secara gratis di gedung KONI. Untuk itu, sekali lagi kami nyatakan bahwa dugaan penarikan biaya terhadap atlet-atlet yang datang berlatih di gedung KONI tersebut adalah tidak benar. Mohon ini diklarifikasi agar publik menjadi tahu masalah yang sesungguhnya,” harap Bambang.

Bambang kemudian membeberkan, yang menarik biaya terhadap anak-anak (atlet) yang latihan digedung KONI tersebut adalah salah seorang pelatih pada salah satu Cabor. “Dia yang memungut biaya kepada anak-anak yang dilatihnya di gedung KONI itu. Dari tiga lapangan yang digunakannya selama ini, hanya satu lapangan saja yang dia bayar. Sementara dua lapangan yang digunakannya sama sekali tidak dibayar. Dan penarikan yang dilakukannya bersifat individu, dan tidak ada kaitannya dengan kami sebagai Pengelola,” ungkapnya.

Pihak PBSI menggelar latihan di gedung KONI tersebut, diakuinya sangat jelas masanya. Misalnya kata Bambang, ketika jelang Poerprov NTB, Kerjurda dan lainnya. “Tidak ada penarikan biaya kepada pihak PBSI yang datang berlatih di gedung KONI. Kami sebagai pengelola menggratiskan gedung KONI bagi atlet untuk berlatih, merupakan cerminan dari perhatian besar terhadap tumbuh-kembangnya dunia Olah Raga Kota Bima,” jelas Bambang.

Bambang kemudian kembali mengungkap, seorang pelatih tersebut melatih anak-anak di gedung KONI tidak dengan gratis. Tetapi per anak yang dilatih ditarik biaya oleh yang bersangkutan. “Maunya kami jangan hanya satu lapangan saja yang dia bayar. Tetapi ketiga lapangan yang digunakan oleh dia untuk melatih anak-anak itu juga harus dibayar. Dalam satu minggu, dia melatih anak-anak selama tiga kali. Dan satu lapangan yang digunakannya itu hanya Rp150 ribu/bulan yang dia bayarkan kepada kami. Tentang berapa biaya latihan yang dia tarik kepada anak-anak yang dilatih, saya tidak tahu persis. Insya Allah dalam waktu segera akan saya informasi soal nominal penarikan oleh yang bersangkutan kepada anak-anak yang dilatihnya itu,” ujar Bambang.

Tentang adanya informasi yang menduga bahwa toilet (WC) di gedung KONI yang dilarang digunakan oleh atlet-atlet yang latihan, pun dibantah secara tegas oleh Bambang. “Informasi itu juga tidak punya alasan yang mendasar. Semua WC yang ada di sana bebas digunakan oleh seluruh atlet yang datang berlatih,” terang Bambang.

Semenntara kekumuhan di luar gedung KONI tegasnya, bukan salah pengelola. Tetapi lebih kepada para pedagang yang sangat sulit dilarang oleh pihak Pengelola. “Mereka sudah diajak bicara oleh kita. Dan soal mereka bukan urusan kita, tetapi Pemkot Bima yang punya kewenangan,” papar Bambang.

Bambang menambahkan, pengelolaan gedung KONI oleh pihaknya tentu saja memiliki dasar. Yakni adanya MoU yang diandatangani oleh pihaknya bersama Pemkot Bima. “Pengeliolaan gedung KONI oleh kami bukan tanpa dasar. MoUnya sangat jelas dan akan berakhir pada Januari 2020. Dan setiap tahun kami membayar PAD kepada DPKAD Kota Bima.Nominal per tahunnya adalah Rp10 juta,” pungkas Bambang. (TIM VISIONER

No comments

Powered by Blogger.