Header Ads

Ini Sejarah Perdana, Bawang Sai Soromandi Tembus ke 6 Negara di Asean

Inilah Bentuk Bawang Sai Yang Lolos ke 6 Negara di Asean
Visioner Berita Kabupaten Bima-Orang Bima khususnya Desa Sai Kecamatan Soromandi harus bangga dan bersyukur. Sebab, telah sukses menciptakan sejarah terbaik di tahun 2018. Dan itu merupakan sejarah perdana. Yakni potensi bawang Sai sukses menembus ke 6 negara di kawasan Asean.

Maksudnya, bawang asal Sai ini diterima oleh 6 negara tersebut karena mutu dan kualitasnya sangat baik (bawang konsumsi). Hal tersebut dikemukakan oleh salah seorang penangkar-sebut saja M. Yamin. Ke 6 negara yang menerima bawang asal Sai Soromandi itu, yakni China, Thailand, Singapore, Malaysia, Brunai Darussalam dan Philipina.

“Alhamdulillah penjualan bawang asal Sai Kecamatan Soromandi terima oleh 6 negara tersebut. Yang dijual ke 6 negara tersebut adalah bawang konsumsi kelas super. Dan ke 6 negara tersebut, juga menerima bawang super asal Desa Pai Kecamatan Wera dan bawang dari Kabupaten Sumbawa,” ungkap Yamin kepada Visioer pada kegiatan penting di Marina Hotel Kota Bima beberapa hari lalu.

Total jumlah bawang yang dijual ke 6 negara tersebut terangnya, yakni sebanyak 300 ton. Harga  jual bawang konsumsi kelas super yang diperoleh dari Sai, Pai dan Kabupaten Sumbawa ke 6 negara tersebut adalah Rp30 ribu per Kg. “Dari 300 ton bawang tersebut laris terjual di 6 negara dimaksud,” tandasnya.

Yamin kembali menjelaskan, selanjutnya ke 6 negara tersebut kembali ingin membeli bawang konsumsi kelas super dari Sai, Pai dan Kabupaten Sumbawa. Namun karena harganya tidak cocok, Yamin mengaku menunda ekspor ke 6 negara tersebut. “Sampai sekarang mereka masih meminta, namun kami terpaksa harus menundanya karena harganya yang relatif rendah. Maksudnya, jauh lebih rendah dari harga sebelumnya,” katanya.   

Yamin kembali menjelaskan, ke 6 negara tersebut menerima bawang dari Sai, Pai dan Sumbawa karena mutu dan kualitasnya sangat baik untuk dikonsumsi, dan lebih enak lagi untuk dinikmati setelah digoreng. “Aroma bawang kita ini berbeda dengan bawang di daerah lain. Rasanya juga enak, pedes, manis dan bentuknya bulat dan sangat besar karena tumbuh di atas tanah dengan unsur haranya yang sangat tinnggi. Itulah yang membuat ke 6 negara tersebut sampai sekarang ingin membelinya. Sayangnya, harga yang mereka tawarkan sekarang sangat rendah. Itulah yang membuat kami harus meninda permintaan mereka. Intinya, bawang kita menurut mereka sangat bagus untuk dikonsumsi,” ulasnya.

Yamin kemudian bercerita tentang awal dari proses bawang Sai, pai dan Sumbawa itu bisa lolos ke 6 negara tersebut. “Awalnya saya menemukan seorang teman yang ikut tender bawang putih di Kabupaten Magelang-Jawa Tengah (Jateng). Dia kemudian meminta bawang super kepada saya, Permintaan tersebut, yakni menggunakan PT. Grolian.

M. Yamin (dua dari kiri) berpose Bersama Dengan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (Dua Dari Kanan) Usai Kegiatan Penting di Marina Hotel Kota Bima Beberapa Hari Lalu
“Tujuannya, bawang super tersebut untuk ia jual ke luar negeri (6 negara di Asean). Permintaan tersebut, akhirnya kami penuhi sebanyak 300 ton. Selanjutnya, Perusahaan itu kemudian mengeksport bawang kita ini ke 6 negara dan laris terjual,” sebutnya.

Dari hasil penjualan bawang ke 6 negara tersebut, diakuinya banyak keuntungan yang diperolehnya. Lepas dari itu, Yamin menyatakan, sebagai orang Bima harus bangga karena bawang dimaksud bisa tembus ke 6 negara. “Sekali lagi, kita harus bangga dan bersyukur. Karena, bawang tersebut bisa lolos sampai ke 6 negara di Asean. Dan ini merupakan sejarah perdana,” urainya.

Selain bawang Sai katanya, bawang di Desa Sampungu dan sekitarnya juga memiliki mutu dan kualitas yang sama. Sebab, letak geografis wilayah penanamannya sama dengan unsur hara tanah yang sama pula. “Sai dan Sampungu adalah satu daratan. Mutu dan kualitas bawangnya juga sama,” pungkas Yamin.

Ramdani, SH (Gion) Bersama Bawang Sai Kelas Super
Secara terpisah, salah seorang petani bawang asal Desa Sai yakni Ramdani SH alias Gion yang dimintai tanggapannya menyatakan rasa  syukur sekaligus kebanggaanya. Rasa syukur dan kebanggaannya tersebut, karena bawang Sai bisa lolos ke 8 negara di Asen dan hal tersebut merupakan sejarah perdana. Karena, sebelumnya hal tersebut tidak pernah terjadi.

“Kelebihan bawang daerah Bima khususnya  Sai dan Sampungu yakni kualitasnya sangat baik dan mampu bertahan lama sehingga dalam prose pengiriman antar Provinsi maupun antar pulau tidak memudarkan warnanya dan tidak mudah busuk,” tandas Gion.

Tokoh muda Sai sekaligus Caleg terpilih periode 2019-2024 asal Partai Golkar ini kemudian menceritakan  tentang  wilayah penguiriman bawang yang dilakukannya slama ini. Yakni Makasar-Sulsel, Semarang-Jateng, Brebes-Jabar, dan bahkan ke Marauke. “Selama ini Alhamdulillah bawang jkita ini tidak pernah dikeluhkan oleh penerimanya di sejumlah daerah di Indonesia tersebut. Dan, mereka mengakui bahwa mutu dan kualitas kita sangat baik alias terjamin,” beber Gion.

Gion kemudian berharap, selaku petani yang juga merangkap sebagai pedagang serta anggota Dewan terpilih agar pemerintah pusat  melalui Menteri Pertanian (Mentan) untuk menyetop impor bawang. Tujuannya, agar harga bawang pada petani khususnya di Bima bisa naik.

“Dan dengan hal itu, tentu saja para petani bawang tidak mengaami kerugian. Sebab, banyaknya biaya pemeliharaan dan pembelian obat-obatan pertanian tentu saja membutuhkan anggaran yang sangat besar (mahal). Oleh karenanya, lewat kesempatan ini berharap agar pemerintah pusat bisa menyetop bawang impor,” harapnya. (RIZAL/GILANG/FAHRIZ/RUDY/JASMIN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.