Header Ads

Darurat Covid-19, Asyik Konvoi Rayakan Jelang Kelulusan Belasan Oknum Pelajar Dicokok Polisi


Inilah Belasan Pelajar SMA Kota Bima Yang Diamankan di Mapolres Bima Kota, Rabu (8/4/2020). 
Visioner Berita Kota Bima-Belum lama ini, beranda Media Sosial (Medsos) khususnya di Bima diramaikan oleh beragam tanggapan terahadap aksi konvoi oknum pelajar di sejumlah wilayah di tengah bangsa dan negara (Indonesia) dihadapkan dengan masalah besar bernama Covid-19. Kemarahan publik kian tajam ketika ada tulisan pada postingan "mereka yang menyebut nitizen sampah" karena diduga menanggapi keras aksi yang dinilai bertabrakan dengan dunia pendidikan tersebut.

Uniknya, pada baju seragam oknum pelajar tersebut tertulis "alumni jalur Covid-19". Gambar tersebut, pun dinilai sangat viral di Medsos. Namun kisah nyata yang terjadi lantaran dugaan lemahnya instansi terkait dalam melakukan pengawasan tersebut, kini tak lagi terdengar. Bahkan, seolah tak lagi dibicarakan oleh publik.


Di tengah publik berharap agar persoalan yang sama tak lagi terjadi, namun tiba-tiba muncul kasus yang sama di Kota Bima pada Rabu (8/4/2020). Puluhan oknum pelajar menggunakan seragam SMA dicokok (ditangkap) oleh aparat Polres Bima Kota disaat melakukan konvoi. Mereka yang ditangkap itu, langsung diamankan di Mapolres Bima Kota dan Kemudian dibina oleh kapolres setempat melalui Kasat Binmas, Kompol M. Yamin selama sekitar tiga jam.


Jumlah oknum pelajar dari sejumlah sekolah tersebut, yakni sekitar belasan orang. Diantara mereka ada yang baju seragamnya sudah dicorat-coret dengan berbagai warna. Namun ada pula yang tidak dicorat-coret. Mereka ditangkap di tengah jalan, karena melakukan konvoi di saat bangsa dan negara ini sedang berperang melawan Covid-19.


Padahal, Presiden RI yang diteruskan kepada Gubernur dan Walikota dan Bupati se Indonesia sudah mengeluarkan larangan keras untuk berkumpul dan melakukan kegiatan yang mengundang banyak orang di tengah bangsa dan negara ini sedang dihadapkan dengan masalah besar yakni sebut saja Covid-19.  


Liputan langsung sejumlah awak media mengungkap, belasan oknum pelajar tersebut dibina oleh Kasat Binmas Polres Bima Kota, tepatnya di lantai dua. Ada hal menarik yang dijumpai di tengah Polisi melakukan pembinaan terhadap mereka. Yakni, ada yang sempat menangis, mencium kaki orang tuanya untuk meminta maaf dan ada pula yang hanya bersedih atas kesalahan dilakukanya.

Belasan Pelajar Saat Diangkut Menggunakan Mobil Patroli Ke Mapolres Bima.
Pada moment tersebut, Polisi juga menghadirkan orang tua mereka, guru-guru dan kaseknya. Tujuanya, lebih kepada menyaksikan bagaimana Polisi melakukan pembinaan sekaligus menandatangani surat pernyataan resmi untuk tujuan agar mereka tak mengulangi lagi perbuatanya. Selain mereka menyesali dan berjanji tak akan melakukan hal yang sama di kemudian hari, para ortang tua, guru dan Kasek yang hadir juga menyesalkan sikap mereka.

Di moment itu pula, diantara mereka ada yang beralasan ikut pada kegiatan itu karena diajak oleh teman-temanya yang lainya. Namun, Polisi tak serta merta menerima pengakuan mereka. Kecuali, di mata Polisi adalah mereka telah melakukan kegiatan yang bertabrakan dengan nilai-nilai penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi kejadian itu berlangsung di tengah bangsa dan negara ini sedang dihadapkan dengan masalah besar bernama Covid-19.

Yang tak kalah menariknya, di antara belasan pelajar tersebut ada yang mengaku memiliki cita-cita besar setelah lulus. Yakni ada yang ingin menjadi TNI, Polisi, Advokat dan lainya. Sementara tanggapan poihak sekolahnya pada moment tersebut, yakni jauh-jauh hari telah mengeluarkan himbauan agar para pelajar tidak melakukan kegiatan konvoi, termasuk kegiatan yang mengundang keramaian. Dan pihak sekolah, juga mengaku telah menegaskan agar para pelajar tetap berada di rumah sebagai salah satu upaya untuk menghindari serangan Covid-19.

"Jauh-jauh hari kami sudah melarang mereka. Namun, mereka tidak mengindahkanya. Perbuatan mereka ini sungguh sangat disesali. Sebagai pihak sekolah, jelas kami merasa malu. Terimakasih dan apresiasi kami ucapkan kepada Polres Bima Kota, karena sudah berhasil menangkap, mengamankan dan membina anak-anak kami ini," ungkap sekolah pada moment tersebut.

Sementara itu, Polisi menegaskan bahwa tindakan yang dilakukanya dalam kaitan itu tentu diawali oleh pertimbangan yang sangat penting sebagai landasanya. "Yang jelas, mereka sudah melanggar instruksi dari Pemerintah. Atas dasar itulah, mereka ditangkap, diamankan dan kemudian di Bina sela beberapa jam di sini. Usai menandatangani surat pernyataan resmi, mereka langsung dipulangkan. Ini pelajaran berharga bagi yang lainya agar tak lagi melakukan hal yang sama," tegas Kasat Binmas Polres Bima Kota, AKP M. Yamin.
Yamin mengungkap, mereka ditangakp dan dibawa ke Mapolres Bima Kota pukul 08.00 Wita, “Para pelajar SMA yang kami amankan ini tidak mengindahkan imbauan pemerintah agar tidak berada di luar rumah ditengah wabah Covid-19. Sebab, sampai saat ini Pemerintah sedang berupaya agar segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Yamin.

Aparat Kepolisian Mapolres Bima Kota Saat Memberikan Pembinaan Terhadap Pelajar SMA Yang Melakukan Konvoi.
Yamin membeberkan, oknum pelajar tersebut melakukan konvoi di jalan raya untuk merayakan jelang pengumuman kelulusannya. Ada yang sedang berada di jalan raya depan KLK, di Kelurahan Kelurahan Ule Kecamatan Asakota, dan sebagian ada yang sedang berada di ruas jalan raya lainya di Kota Bima. “Semuanya menggunakan seragam sekolah, mereka merupakan Siswa dan Siswi dari berbagai sekolah yang ada di Kota Bima,” terangnya.

Yamin kembali menegaskan, untuk kedepanya para pelajar agar tidak melakukan konvoi di jalanan atau mengadakan pesta kelulusan dengan mencoret-coret seragam sekolah. Tetapi, harus oatuh dan taat terhadap anjuran Pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas yang mengundang banyak orang dan mengakibatkan keramaian. Sebab, hal itu merupakan salah satu cara memutus mata rantai Covid-1“Jika ada lagi yang melakukan konvoi dan pesta kelulusan di jalan raya, maka kami akan mengambil tindakan tegas,” imbunya.

Atas peristiwa ini justeru mendapat cibiran pedas dari netizen di Medsos. Dan menurut Nitizen, peristiwa yang terjadi dalam kaitan itu merupakan cerminan dari  ketidakberdayaannya Instansi terkait. Peristiwa semacam ini kerap kali terjadi di tiap tahun tepatnya pada momen kelulusan sekolah. “Seharusnya pihak sekolah bisa memberikan penjelasan sekaligus arahan kepada siswa dan siswinya untuk tidak melakukan konvoi di ruas jalan raya. Sebab, sejak awal hingga saat ini kita sedang mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Nitizen.

Atas peristiwa yang terjadi di tengah bangsa dan negara sedang dihadapkan dengan Covid-19 ini, para nitizen juga menyesalkan tentang lemahnya pengawasan dari orang tua oknum pelajar tersebut. Lagi-lagi atas peristiwa itu itu, nitizen mendesak Pemprov NTB agar segera mengambil langklah tegas, tak terkecuali terhadap UPT Dinas Dikmen Kabupaten Bima. Tujuanya, lebih kepada agar hal yang sama tidak terjadi di kemudian hari. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.