Header Ads

Auliah Meninggal Dunia, Hasil Pemeriksaan Tim Medis Menemukan Adanya Kejanggalan Pada Bagian Vitalnya

Keluarga Laporkan Secara Resmi ke Polisi Setelah Mendengar Penjelasan Tim Medis PKM Paruga

Jenazah Auliah Saat Dikeluarkan Dari Puskemas Paruga Untuk Kemudian Dikuburkan di Dara Kota Bima (24/2/2021)

Visioner Berita Kota Bima-Auliah (11) adalah anak keempat dari Almarhum Guntur (warga asal Kecamatan Donggo Kabupaten Bima) dengan isterinya yakni Asni (warga asal Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima). Dan, Auliah merupakan siswi Kelas IV pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ilmi Padolo Kota Bima.

Setelah ayah kandungnya meninggal dunia, Asni memutuskan untuk mencari nafkah di Luar Negeri (TKW). Dan hingga kini Asni masih berada di Luar Negeri. Untuk itu, Auliah tinggal bersama kakak kandungnya yakni Sahrul di salah satu RT di Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media Online visionerbima.com, Sahrul kini tinggal di Jakarta.

Oleh karenanya, Aulia dikabarkan tinggal bersama kakak iparnya Sahrul yakni Asni di salah satu rumah kos di wilayah Kelurahan Dara. Rabu pagi (24/2/2021), Auliah dibawa oleh keluarganya untuk dirawat secara medis di Puskesmas Paruga Kota Bima karena beberapa hari sebelumnya mengalami mencret, panas dan demam.

Namun do’a dan harapan keluarganya agar Auliah bisa selamat, tampaknya justeru berujung duka kendati tim medis setempat sudah melakukan berbagai upaya keras. Maksudnya, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 11.20 Wita-Auliah meninggal dunia di Puskesmas Paruga. Duka dan air mata keluarganya pun ikut mengiringi kepergian Auliah untuk selama-lamanya (meninggal dunia).

Rabu siang (24/2/2021) tepatnya di saat Auliah meninggal dunia di Puskesmas Dara, spontan saja muncul keramaian. Sejumlah personil Intelkam Polres Bima Kota, sejumlah personil Polsek Rasanae Barat bersenjata lengkap, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, Aipda Syaiful SH bersama anggotanya, Tim Inavis Polres Bima Kota, dan pihak Pekerja Sosial (Peksos) anak terlihat hadir di Puskesmas Paruga.

Namun sebelumnya, Media Online visionerbima.com sempat menerima informasi bahwa pihak keluarga Auliah meminta agar tim medis setempat untuk melakukan visum luar pada seluruh bagian tubuh Almarhumah.

Pada Rabu siang itu pula, hampir seluruh keluarga Auliah baik di Dara maupun dari Kecamatan Donggo juga hadir di Puskesmas Paruga. Usut punya usut, berbagai pihak tersebut hadir di Puskesmas Paruga untuk tujuan menunggu penjelasan hasil visum luar pada seluruh bagian tubuh Auliah oleh tim medis setempat.  

“Berdasarkan informasi penting yang kami terima dari tim medis, dijelaskan adanya kejanggalan pada bagian anus dan vaginanya. Oleh karena itu, kami menduga bahwa Aulia sakit hingga dibawa untuk dirawat di Puskesmas Paruga dan kemudian meninggal dunia. Untuk itu, seluruh keluarga baik yang di Dara maupun dari Donggo bersepakat untuk melaporkan kasus ini secara resmi ke Unit PPA Polres Bima Kota. Selanjutnya, biarkanlah Polisi yang mengungkap misteri dibalik kematian Aulia,” tegas seluruh keluarga Aulia kepada Awak Media di Puskesmas Paruga, Rabu (24/2/2021).

Pada moment tersebut, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota Aiptu menyatakan belum bersedia memberikan keterangan kepada sejumlah Awak Media. Namun hasil rekap medis (visum) luar dari tim medis setempat diakui sudah ada di tangan pihaknya.

“Maaf, kami belum bisa memberikan keterangan kepada rekan-rekan Wartawan. Kini kami dan keluarganya sedang fokus untuk membawa pulang jenazah Auliah untuk dikuburkan. Keluarganya bersepakat untuk melaporkan hal ini secara resmi ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota. Sementara untuk membuktikan tentang adanya kasus kejahatan pada Auliah, tentu saja akan diperoleh melalui hasil otopsi nantinya. Soal otopsi bisa dilakukan setelah Auliah dikuburkan. Sementara yang diutamakan sekarang, pihak keluarga Auliah harus melaporkan secara resmi,” tegas Ipul.

Sementara perkembangan terkini penanganan kasus tersebut, pihak keluarga Auliah sudah melaporkan secara resmi kepada Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota. Oleh karenanya, tahapan penyelidikan sedang dilakukan oleh Penyidik pada Unit PPA.

“Pihak Keluarga Auliah sudah melaporkanya secara resmi, maka saat ini kami sedang melakukan penyelidikan. Selanjutnya akan ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Penyidika. Untuk itu, berikan kesempatan kami bekerja secara serius dalam menangani kasus ini,” ujar Syaiful.  

Paman Auliah yang Didin menjelaskan, sehari sebelum dibawa ke Puskesmas Dara terlebih dahulu Aulia dibawa untuk berobat ke tempat prakteknya Dokter H. Sucipto. Selasa sore (23/2/2021) Pihaknya membawa Aulia ke Doker Cipto karena mengalami mencret, panas dan demam.

“Karena mengalami mencret, demam dan panas akhirnya diberikan oleh oleh Doker H. Sucipto. Sepulang dari Dokter H. Sucipto, Aulia diinapkan di rumah bersama anak-anak saya yang juga saudara sepupunya Aulia, yakni Bunga, Melina dan Zaitun. Kendati sudah meminum obat dari Dokter H. Sucipto, namun kondisi fisik Aulia masih terlibat lemas-lemas saja,” ungkap Didin.

Didin kembali menjelaskan, karena kondisi fisik Aulia yang masih terlihat lemas akhirnya pihaknya memutuskan untuk membawa Auliah ke Puskesmas Paruga guna ditangani secara medis, Rabu pagi (24/2/2021). Selanjutnya, Aulia ditangani secara medis oleh pihak Puskesmas Paruga.

“Berbagai upaya keras sudah dilakukan oleh tim medis guna menyelamatkan Auliah, namun Allah SWT berkehendak lain. Auliah meninggal dunia pada Rabu siang (24/2/2021) sekitar pukul 11.20 Wita. Selain itu, tim medis Puskesmas Paruga juga sudah melakuka visum pada seluruh bagian tubuh Auliah. Penjelasan hasil visum luar tersebut, tim medis setempat menyarankan kepada kami selaku pihak keluarga agar Auliah diotopsi. Intinya, kami sudah sepakat untuk melaporkan kasus ini secara resmi ke Mapolres Bima Kota dan hal itu sudah dilakukan,” tandasnya.

Hari ini juga (24/2/2021), pihak keluarga menyatakan kesepakatan untuk menguburkan Auliah di Dara. Selanjutnya, seluruh keluarga sudah menyatakan kesepakatan kepada Polisi bahwa kuburan Auliah akan dibongkar kembali dan keudian jenazahnya di otopsi oleh Polisi,” pungkas Didin.

Secara terpisah, salah seorang Tokoh Masyarakat Donggo yang berdomisli di Kota Bima yakni Drs. H. Mustahid H. Kako, MM menduga adanya peristiwa kejahatan terhadap Aulia sebelum ia meninggal dunia. Indikasi itu diketahui oleh pihaknya setelah mendengar penjelasan dari tim media Puskesmas Paruga.  

“Pada kesempatan ini, saya atas nama Ketua Paguyuban Etnis Donggo di Bima mendesak agar Polisi segera mengungkap misteri dibalik kematian anaknda Auliah ini. Sebab dari penjelasan visum luar tim medis Puskesmas Dara, diduga ada kejanggalan pada bagian vital Auliah. Untuk itu, kami telah bersepakat agar jenazah Auliah untuk dilakukan otopsi guna memastikan tentang faktor penyebab terkait kejanggapan pada bagian vitalnya Aulia. Semoga misteri ini segera diungkap, dan kami percaya bahkan yakin bahwa Polisi bisa bekerja dengan baik dalam menangani kasus ini,” pungkas mantan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bima ini.

Begini Penjelasan Hasil Visum Luar Tim Medis Puskesmas Paruga

Sementara teka-teki terkait penjelasan hasil visum luar tim medis Puskesmas Paruga terkai dugaan adanya kejanggalan pada bagian vital Aulia, akhirnya kini terkuak. Kepada Media Online visionerbima.com, tim medis Puskesmas Paruga mengungkap secara gamblang hasil visum luar pada seluruh bagian tubuh Aulia yang dilakukan pada Rabu pagi (24/2/2021).

Dan inilah penjelasan hasil visum luar terhadap Aulia yang dijelaskan oleh tim medis Puskesmas Dara kepada Media Online visionerbima.com. Dari kepala bulat, rambut berwarna cokelat jagung tidak ditemukan kelainan.  

Masih menurut penjelasan tim media setempat, dari mata mengalami pucat, manik mata melebat total, anemisnya plus (tidak pucat), kedua matanya tidak pucat namun tidak berwarna kunging, bagian upilnya melebar hingga lima mili meter (lebar maksimal). Pada bagian mulutnya, bibirnya bening tapi pecah-pecah dan pucat.

Masih menurut penjelasan hasil visum luarnya pada bagian torak (dada), tim medis menyatakan tidak menemukan adanya kelainan. Sementara pada bagian perutnya, dijelaskan datar dan tidak ditemukan adanya kelainan. Sedangkan pada bagian sremitas (tangan dan kaki), dijelaskan kuku jarinya mengalami sianosis atau membiru. Dan tangan serta kakinya mengalami pucat.

Sementara pada bagian kelaminya, pada labia mayor dijelaskan tidak ada kelainan atau luka. Sementara pada bagian labia minornya, dijelaskan terdapat lebam kebiruan di sekeliling labium, dan selaput himenya tidak ditemukan. Sementara lazimnya, selaput himenya tetap bisa ditemukan pada perempuan-perempuan “yang masih utuh alias belum pernah disentuh”. Sementara pada bagian porsio (jalan lahir yang ada di dalam rahimnya, dijelaskan tidak bisa diperiksa.

Pada bagian anusnya, pinter aninya dijelaskan tidak mencekik atau tidak ada kontraksi. Dan dari hasil handscul tim medis pada bagian anusnya terdapat milena atau BAB berwarna hitam. Dan tim medis menjelaskan bahwa tidak terjadi kontraksi pada bagian anus adalah wajar pada setiap pasien yang diperiksa dalam keadaan tidak bernyawa alias mati.

“Tidak terjadi kontraksi pada anus pasien yang diperiksa dalam keadaan tidak bernyawa adalah wajar,” tandas tim medis Puskesmas Paruga.

Namun lebam kebiruan yang terjadi pada labia minor pada sekeliling labiumnya Auliah, diangapnya tidak wajar. Jika demikian, benarkah ada tanda-tanda kekerasan pada bagian labia minornya?. “Harusnya labia minornya Auliah tidak berwarna demikian, namun kami tidak bisa berbicara terlalu jauh karena alasan tertentu,” paparnya.

Tim medis Puksesmas Paruga kembali menegaskan, selaput himen pada perempuan yang “belum tersentuh alias masih utus” tetap bisa ditemukan kendati yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan dalam kondisi tak bernyawa (meninggal).

“Tetapi tidak demikian dengan hasil penjelasan hasil pemeriksaan terhadap selaput himenya Auliah ini. Sekali lagi, gambaran umum dari hasil pemeriksaan terhadap dari pemeriksaan menjelaskan bahwa selaput himenya Auliah tidak ditemukan. Sementara untuk memastikan tentang penyebabnya, tentu saja akan diketahui melalui upaya otopsi,” pungkasnya. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.