Header Ads

Anak Tidak Suka Dibanding-Bandingkan (Pola Asuh Anak)

Oleh: Nurfebriyani

(Mahasiswi Universitas Islam Negeri Mataram Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini)

Bagi seorang anak, rumah memiliki arti yang begitu penting. Rumah adalah tempat di mana ia berlindung, tempat pulang dari penatnya bekerja dan bermain di dunia luar. Tempat di mana kita selalu mendapatkan kehangatan dari setiap belaian dan kasih sayang dari semua penghuninya.

Di dalam rumah ada sebuah elemen yang jauh lebih penting, yaitu keluarga. Keluarga adalah kumpulan orang-orang yang akan selalu memberikan rasa cinta antara satu sama lain. Bagi anak, keluarga adalah harta yang paling berharga yang selalu ada saat susah maupun senang, tempat yang selalu siap menerima keluh dan kesah. Orang-orang yang selalu dipercaya untuk membantu saat susah dan tidak akan pernah menghakimi apalagi selalu membanding-bandingkannya dengan orang lain.

Akan tetapi, pada kenyataannya beberapa orang tua tidak mengerti betapa pentingnya keluarga bagi seorang anak.Terkadang selalu melakukan kesalahan yang membuat anak tidak nyaman dengan keluarganya sendiri. Entah disengaja ataupun tidak, orang tua seringkali membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain baik soal kecerdasan, kemampuan olahraga, ataupun dalam hal lainnya. Tanpa mereka sadari hal tersebut akan membuat perasaan anak hancur.

Membanding-bandingkan anak dengan maksud agar anak terpacu untuk berprestasi merupakan perbuatan yang sangat fatal. Anggapan bahwa anak yang cerdas adalah anak yang selalu mendapatkan rengking di kelas merupakan pemikiran yang harus segera di hapus. Padahal anak-anak memiliki kecerdasan dibidangnya masing-masing (Multiple Intelligence).

Membanding-bandingkan anak dengan anak lain sangat berdampak buruk pada perkembangan psikis anak. Anak akan merasa tertekan dan stres karena harus memenuhi tuntutan dari orang tuanya. Anak tidak akan percaya pada kemampuannya sendiri karena diharuskan untuk mengikuti kemampuan anak lainnya. Anak akan acuh tak acuh pada orang tuanya karena ia merasa segala pencapiannya akan percuma dan sia-sia di mata orang tua yang sama sekali tidak bisa menghargai segala pencapaian dan kerja keras yang telah anak lakukan. Pada akhirnya, bakat yang memang sudah ada pada diri anak akan menghilang dengan sendirinya.

Dampak yang sangat fatal dari hal ini yaitu kematian. Ini karena anak akan teropsesi untuk mencapai hal yang sama pada anak yang dibandingkan dengannya. Walhasil ketika opsesinya tidak tercapai, anak akan merasa sangat kecewa pada dirinya dan akan merasa takut orang tuanya marah sehingga akan timbul pemikiran untuk menghabisi nyawanya sendiri.

Yang pada dasarnya rumah adalah tempat yang indah bagai surga seketika berubah seperti neraka yang di dalamnya penuh dengan tuntutan dan tekanan-tekanan. Untuk itulah sebagai orang tua hebat, baiknya berhenti membanding-bandingkan anak dengan anak lain. Cobalah untuk menghargai setiap pencapaian yang diraih anak seperti memberikannya hadiah. Hadiah tidak perlu berupa barang mewah, cukup dengan pelukan dan ciuman hangat. Dengan itu, anak akan termotivasi untuk terus melakukan hal yang lebih baik. Anak akan merasa sangat disayang dan dicintai keluarganya sekalipun dia melakukan kesalahan. 

No comments

Powered by Blogger.