Header Ads

Secara Perlahan Kasus Kematian Auliyah Azahra Terkuak, Senin Malam PPA Kehadiran “Tamu Spesial”

Inilah "Tamu Spesial" Yang Datang ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, Senin Malam (19/4/2021)

Visioner Berita Kota Bima-Misteri kematian anak dibawah umur yakni Auliyah Azahra, warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima dua bulan silam, kini mulai terkuak secara perlahan. Senin malam (19/4/2021), Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota kedatangan seorang “tamu spesial”.

Kehadiran “tamu spesial” tersebut di Unit PPA yakni sekitar pukul 22.30 Wita. Ia pun memberikan keterangan secara detail kepada Penyidik. Visioner dan seorang intel dari TNI yang enggan disebutkan namanya, pun terlihat hadir pada moment yang disebut-sebut “menyingkap tabir dibalik kematian Auliyah Azahra”.

Tak hanya itu, ibu kandung Almarhum Auliyah Azahra yakni Misna dan paman serta saudaranya, terlihat setia menunggu “tamu spesial” yang dimintai keteranganya oleh Penyidik PPA. Sayangnya, pihak Lembaga Perlindungan Anak Perempuan (LPA) Kota Bima, tak terlihat pada moment yang dinilai spektakuler tersebut.

Liputan langsung Visioner pada moment tersebut melaporkan, baik seorang Intel dari TNI maupun keluarga korban tak diizinkan untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan “tamu sepsial” tersebut. Kecuali, sejumlah pihak dimaksud harus rela menunggu proses pemeriksaan “tamu spesial” ini hingga pukul 23.50 Wita.

Tentang apa saja keterangan “tamu spesial” ini kepada Penyidik, Kasat Reskrim Polres Bima Kota melalui Kanit PPA setempat yakni Aipda Syaiful, SH enggan membeberkanya. Kecuali, Kanit PPA yang akrab disapa Ipul ini hanya menyatakan terimakasih dan apresiasi dan terimakasih kepada Visioner dan seorang Intel TNI dimaksud karena telah membantu pihaknya dalam menghadirkan “tamu spesial” ini untuk dimintai keteranganya oleh Penyidik.

Ditanya tentang apa saja keteranganyang diberikan “tamu spesial” tersebut kepada Penyidik, Ipun masih enggan bersuara. Sebab, hal tersebut ditegaskanya sangat rahasia alias belum bisa dibuka di ruang publik karena pertimbangan strategis.

“Ini masalah strategis penanganan yang tentu saja tidak bisa dibuka di ruang publik,” tegas Ipul.

Apakah ada titik terang dari penanganan kasus ini setelah “tamu spesial” tersebut memberikan kesaksian kepada Penyidik?.

“Kami sudah tegaskan bahwa hal tersebut belum bisa dibuka di ruang publik. Toh juga nanti rekan-rekan Wartawan juga akan mendapatkan penjelasan dari Pimpinan Kami di Mapolres Bima Kota,” tegasnya lagi.

Dalam kasus ini, diakuinya sejumlah saksi telah dimintai keteranganya. Namun apakah keterangan sejumlah saksi sudah mengarah kepada keterlibatan terduga pelaku yakni Dewa dalam kasus dugaan persetubuhan dimaksud, pihaknya pun belum bisa menjelaskan kepada publik.

“Yang jelas, sampai saat ini Dewa masih diamankan di dalam sel tahanan Polres Bima Kota. Sementara hasil pemeriksaan terhadap Dewa, sejak awal sampai dengan saat ini ia masih belum mengakui perbuatanya. Sementara pada pertanyaan pada hal lain lain baik oleh Penyidik maupun Ahli Psikologi Unram NTB, pengakuan Dewa selalu tidak konsisten,” beber Ipul.

Dalam penanganan kasus ini pula, Ipul kembali menegaskan kepada semua pihak untuk tetap bersabar dan menahan diri. Sebab, kerja keras dan nyata pihaknya dalam menangani kasus ini bukan sekedar wacana, tetapi nyata adanya.

“Menangani kasus luar biasa seperti ini, tidaklah semudah kita membalikan telapak tangan. Soal kasus kematian Auliyah Azahra ini, atentu saja ada banyak tantangan yang dihadapi. Yakni mulai dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), kapan kejadian itu berlangsung, dan bagaimana pula peristiwa dimaksud terjadi serta siapa saja saksi yang mengetahuinya. Sekali lagi, kami masih bekerja dan terkadang nyaris tak pernah tidur dalam menangani kasus ini,” ujar Ipul.

Status penanganan kasus ini, diakuinya masih dalam wilayah penyelidikan. Sementara olah TKP terkait kasus ini, diakuinya belum dilakukan. Sementara hal-hal penting yang sudah dilakukan oleh pihaknya, juga belum bisa dikemukakan secara detail kepada publik.

Lantas seberapa jauh keyakinan Polisi untuk menguak misteri terkait kasus kematian anak di bawah umur tersebut?. “Jawaban itu akan anda peroleh pada saatnya nanti,” sahutnya.

Sementara itu, ibukandung korban yakni Misna berharap agar Polisi agar tetap bekerja keras dalam mengungkap identitas pelakunya. Namun ia mencurigai bahwa Dewa lah sebagai pelaku terkait kasus kematian putrinya itu (Auliyah Azahra).

“Saya sudah kembali ke Kota Bima dari luar negeri. Saya hadir di Kota Bima, yakni dalam rangka bekerja secara bersama-sama dengan berbagai pihak dalam mengungkap pelaku yang membunuh anak saya,” tegasnya.

Tegaknya supremasi hukum terkait kasus ini, diakuinya adalah harga mati. Ia kemudian mengapresiasi kerja nyata dari mediaonline visionerbima.com, seorang anggota Intel TNI, pihak keluarganya dan sejumlah saksi yang telah memberikan keterangan secara jujur kepada Penyidik terkait kasis kematian Auliyah Azahra.

“Terimakasih atas kerja kerasnya. Semoga pelakunya segera terungkap. Namun, saya yakin bahwa Dewa lah terduga pelakunya. Jika pada saatnya nanti Dewa lah pelakunya, maka ia harus dipidana mati. Jika pada saatnya nanti ia terbukti sebagai pelakunya, maka pidana mati adalah hal setimpalyang harus ia terima. Anda juga mengerti tentang bagaimana sakitnya orang tua ketika anak kandungnya diperlakukan secara tak manusiawi,” ujarnya dengan mimik yang sangat sedih.

Misna juga berharap agar seluruh keluarga baik di Kota Bima maupun suku Donggo agar secara bersama-sama membantu sekaligus mendorong pihak Kepolisian agar bisa mengungkap pelakunya dalam waktu segera. Catatan lainya, Auliyah ada anak dari anak dari pasangan Almarhum Guntur (warga Donggo Kabupaten Bima) dengan Misna (warga Kelurahan Dara Kota Bima).

Guntur sebekum meninggal dunia, berprofesi sebagai supir Bus Angkutan Umum. Sementara Misna adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di salah satu negara di Luar Negeri. Namun sebelum menjadi TKI, Misna berprofesi sebagai pedagang di terminal Dara Kota Bima.

Sementara Dewa merupakan kakak ipar dari Almarhum Auliyah Azahra. Karena Meilani yang merupakan istri kedua dari Dewa adalah kakak kandung dari Almarhum Auliyah Azahra. Dalam catatan kepolisian, Dewan diduga maniak dalam dunia seksual. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.