Kisah Nyata Oknum Konten Kreator Bima-Dompu, Suami Diceraikan “Demi Cinta Terlarang Dengan Sahabat Suami”
Konten Kreator Bima-Dompu Pun Disentil Keras
Visioner Bereita
Bima, Dompu-Dunia
Konten Kreator Bima kini seolah “ternoda”. Terkuak adanya dugaan kisah “memalukan”
sejak dua minggu lalu dan hingga sekarang masih menjadi salah satu “topik
terpanas” di beranda Media Sosial (Medos).
Foto Bersama MR (Paling Kiri), OP (Tengah) dan MC Paling Kanan)
Dalam dua Minggu terakhir ini, beranda Medsos di NTB diwarnai oleh sebuah “kisah tak lazim”. Yakni “kisah nyata” oknum Konten Kreator bernisial MR menceraikan suaminya berinisial MC yang ditengarai bermula dari “hubungan terlarangnya” dengan sahabat baik MC berinsial OP. Dan OP merupakan salah satu oknum Konten Kreator asal salah satu Desa di Kecamatan Palibelo-Kabupaten Bima.
Hasil penelusuran Media Online www.visionerbima.com mengungkap, MR dan MC merupakan Pasangan Suami-Istri (Pasutri) yang menikah sejak beberapa tahun silam dan berdomisili di salah satu Desa di Kecamatan Dompu-Kabupaten Dompu. Sebelum menikah dengan CH, dijelaskan bahwa MR berstatus janda tanpa anak. Dan usia pernikahan antara MR dengan suami pertamanya itu diduga hanya sekitar 6 bulan dan kemudian bercerai secara resmi. Kono dalam kaitan itu, yang menceraikan suaminya itu adalah MR.
Sementara OP merupakan oknum Konten Kreator bersgtatus duda dua anak(keduanya perempuan masih dibawah umur), hasil pernikahan sahnya dengan seorang wanita asal Kota Bima berinisiak SH. Konon kabaranya, diduga SH menceraikan OP karena alasan tertentu-sebut saja “doyan jajan di luar”.
Hasil penelusuran Media ini pun menguak sesuatu yang dinilai sangat menarik terkait dugaan hubungan khusus antara MR dengan OP. Jauh sebelum menceraikan suaminya (MC), OP kerap disebut-sebut datang bertamu ke rumah sahabat baiknya itu (MC). Dalam kaitan itu, MC melayani OP dengan sangat baik layaknya saudara kandungnya sendiri.
Keakraban antara sahabat dengan sahabat ini pun terus berjalan sebagaimana mestinya. Namun dibalik itu, diduga ada “kejahatan terselubung antara OP dengan MR”. Di beranda maya, para Netizen membogkar dugaan hubungan terlarang antara MR dengan OP. Antara lain keduanya diduga bertamasya di pantai Wane-Kabupaten Bima. Tak hanya itu, dokumentasi berupa foto antara MR dengan OP yang datang ke salah satu Puskemaspun beredar luas di beranda maya (Medsos).
Di beranda Maya pun beredar luas dugaan hasil chating melalui fitur WhatsApp (WA) antara MR dengan sejumlah orang. Berdasarkan hasil percakapan melalui WA tersebut, MR diduga menyebtukan bahwa MC tidak bisa “menganu dengan gaya samping”. Dan terkait dugaan hubungan tertentu, melalui WA tersebut MR mengaku bahwa MC hanya bisa “nganu dengan kaya lurus”.
Di tengah derasd dan kian tajamnya hujatan para Netizen, MR terlihat sangat sibuk menangkisnya melalui akun Medsos pribadinya. Dalam kaitan itu, MR mengaku bahwa dirinya dengan MC sudah lama bercerai. Perceraian keduanya terjadi sejak tiga tahun silam.
Terkait serangan Netizen tersebut, MR mengaku tidak bisa menghalaunya. Dan dalam kaitan itu, MR mengaku bahwa dirinya tidak bersalah. Sebab, ia mengaku sedang menjalani hubungan percintaan dengan OP yang berstatus duda dua anak. Dan kata MR, antara dirinya dengan OP akan segera menikah.
“Saya sudah bercerai dengan MC. Dan saya tidak memiliki hubungan apapun dengan MC. Kini saya membangun hubungan percintaan dengan akan segera menikah dengan seseorang yang bukan berstatus suami orang (duda). Kan itu tidak salah. Yang salah itu adalah ketika saya membangun hubungan khusus dengan suami orang. Sedangan dia (mungkin OP maksudnya) kini berstatus duda. Dan kami akan segera menikah. Untuk ke depanya, kami akan menurus rumah tangga dan membesarkan dua orang anak tersebut,” tangkis MR melalui Akun Medsos pribadinya dan hal itu sudah beredar luas di beranda maya.
Hingga berita ini dipublikasikan, terpantau di beranda maya bahwa MR masih kekeuh dengan pendirianya. Yakni “mengaku tidak bersalah. Sebab, dugaan hubunganya dengan OP dianggapnya wajar. Sebab menurutnya, OP berstatus duda dua anak alias bukan suami orang. Dan dirinya sudah resmi berstatus janda tanpa anak.
“Saya ini resmi berstatus janda. Dan dia resmi berstatus duda. Jadi tidak ada yang salah. Yang salah adalah ketika saya berhubungan dengan suami orang. Soal Netizen itu, saya tidak bisa menghadang serangan mereka. Yang jelas, kami akan segera menikah. Pasca menikah nantinya, kami akan fokus membangun rumah tangga, memperbaiki diri dan membesar dua orang anak dimaksud,”ujar MR.
Tak hanya itu, memalui live streamingnya melalui Akun Medsosnya MR pun menyinggung tentang selama 24 jam menjamu makan minum setiap tamu yang datang kerumahnya disaat masih berstatus Pasutri dengan MC.
“Maaf ya, ini bukan bermaksud untuk membicarakan kembali. Kalau orang punya etika, saya selama 24 jam melayani makan minum para tamu yang datang di rumah. Sekarang saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan MC. Dan saya sudah tidak punya hak untuk mengurus dia lagi,” tandas MR.
Kasus “perdana sekaligus menampar dunia Konten Kreator” Bima-Dompu ini, pun sukses memicu pro dan kontra. Ada yang mendukung MR dan OP. Dan terpantau lebih dominan Netizen berada di pihak MC. Pun hingga berita ini dipublikasi, dugaan cercaan hingga beragam bentuk dari para Netizen terhadap MR terpantau masih berlangsung dan bahkan dinilai kian tajam di beranda maya.
Pun terpantau hingga saat ini para Netizen terus “menyentil RM” dengan beragam kata dan kalimat “berbeda dari kelaziman”. Sampai saat ini pula, para Netizen mengaku tidak keberatan atas hubungan hingga soal pernikahan antara MR dengan OP. Tetapi para Netizen justeru mengulik soal proses dan rangkaian dari dugaan hubungan terlarang keduanya (MR dan OP) sebelum MR menceraikan MC secara resmi.
Salah seorang warga Bima, Wahyudin pun menanggapi secara serius dugaan masalah yang dinilainya tak patut diteladani ini. Wahyudin menegaskan, soal hubungan asmara hingga rencana pernikahan antara MR dengan OP dalam waktu segera dianggap sebagai sesuatu yang sangat wajar.
“Duda bertemu janda itu itu normal-normal saja, dan itu biasa terjadi di mana-mana. Pun jika keduanya melangsung pernikahan sebagaimana lantunanya di Medsos, itu pun halal-halal saja. Dan tak satupun yang bisa mencegah itu. Sebab, tatus keduanya adalah duda dan janda,” tegasnya, Kami (15/1/2026).
Ketegasan para Netizen maupun berbagai pihak di dunia nyata terkait peristiwa yang sampai saat ini masih sangat viral tersebut, ditegaskanya sebagai sesuatu yang sangat wajar. Pasalnya, dugaan hubungan khusus yang terjadi antara MR dengan OP itu terjadi sebelum MR menceraikan MC secara resmi sekitar tiga tahun silam.
“Kuat dugaan adanya ketidak wajaran yang dilakukan MR dengan OP sebelum MR mencerakan MC secara resmi. Dan dugaan masalah sangat serius ini tidak boleh ditiru oleh siapapun. Hal yang sulit kita bayangkan adalah ketika sahabat sejati membuat sahabat sejatinya menjadi duda. Dan istri yang dicintainya justeru diduga keras membangun hubungan khusus dengan sahabat sejati suaminya sebelumnya suaminya itu diceraikan secara resmi. Itulah proses dan rangkaian yang sangat layak disebut sesbagai sesuatu yang sangat tidak wajar,” tegasnya.
Terkait kasus ini, Wahyudin juga menyoroti soal “membisunya dominan Konten Kreator” di Bima dan Dompu. Sementara situasi “berbeda” justeru ketika para Konten Kreator Bima-Dompu ketika menghadapi beragam-kasus dugaan tindak pidana kejahatan luar biasa lainya di Bima dan Dompu.
“Dalam kasus ini hanya ada beberapa Konten Kreator Bima-Dompu yang bersikap tegas. Tetapi dominan justeru membisu. Yang tak kalah mirisnya lagi (maaf), ada sejumlah oknum Konten Kreator di Bima dan Dompu yang terkesan mengamini rangkaian proses tak lazim yang diduga diperankan oleh MR dengan OP sebelum MC diceraikan secara resmi. Namun dalam kasus ini pula, publik menilai bahwa dunia Konten Kreator Bima Dompu jelas ternoda,” tegasnya.
Penilaian itu ditegaskanya sebagai sesuatu yang sangat wajar. Sebab sejak kasus ini terkuak di beranda maya hingga saat ini, dominan Konten Kreator Bima-Dompu justeru “membisu” dan bahkan diduga ada beberapa diantaranya ikut mengamininya.
“Dugaan rangkaian dan proses yang diperankan MR dengan OP sebelum MR menceraikan MC secara resmi, itu tak pantas disebut sebagai kreasi. Tetapi ditengarai keras sebagai bentuk kreasi buta yang membutakan mata hati dan nilai-nilai suci yang dianut oleh masyarakat Bima dan Dompu yang Agamanya mayoritas Muslim. Lho, kok dominan Konten Kreator Bima dan Dompu justeru membisu terkait dugaan penomena yang tak pantas untuk diteladani itu?,” tanyanya dengan nada serius.
Dari kasus ini pula, citra dan wibawa Konten Kreator di Bima dan Dompu “dipertaruhkan”. Tetapi kesan membisunya dominan Konten Kreator di Bima dan Dompu terkait dugaan masalah serius ini, ditegasnya identik dengan “ikut mengamini seluruh rangkaian proses yang dijalani MR dengan OP” sebelum MC diceraikan secara resmi oleh MR.
“Dalam kasus Kifen di Desa Sangiang Kecamatan Wera-Kabupaten Bima misalnya, hampir semua Konten Kreator di Bima dan Dompu secara berboncong-bondong hadir guna menaikan ratting dan hal lainya. Namun terkait dugaan masalah antara MR dengan OP dan MC ini, dominan Konten Kreator di Bima dan Dompu justeru memilih membisu. Jangan-jangan ANDA juga ikut mengamini seluruh dugaan rangkaian proses sebelum MC diceraikan secara resmi oleh MR itu?. Dan inikah yang disebut dengan bahwa jeruk tidak boleh makan jeruk,” tanyanya lagi.
Wahyudin menandaskan, dugaan masalah serius ini tercatat sebagai “sejarah perdana” di Bima dan Dompu. Lebih jelasnya menurut Wahyudin, dan kisah ini pula menjadi “tamparan serius” bagi dunia Konten Kreator, khususnya di Bima dan Dompu.
“Melalui kesempatan ini pula, saya berharap agar MR dan OP segera menutup akun Medsosnya. Sebaliknya, justeru akan menambah deretan panjang sekaligus catatan hitam sepanjang sejarah bagi keduanya. Sebab, hukuman soal sosial itu tak akan mampu dihapus dengan cara sesederhana pemikiran kita. Dan dari peristiwa ini pula, tercatat adanya catatan terburuk perdana bagi Konten Kreator, khususnya di Bima dan Dompu,” pungkasnya. (RIZAL/JOEL/RUDY/AL/DK/AA/AL/DINO)






Tulis Komentar Anda