Header Ads

Inilah Prestasi Lain di Tiga Tahun Kepemimpinan Lutfi Feri Nyata Adanya=Bukan Kaleng-Kalengan (Bagian Terakhir),

Moment Moment Do'a Syukuran Usai Pelantikan Lutfi-Feri Sebagai Walikota-Wakil Walikota Bima Tahun 2018 Lalu

Visioner Berita Kota Bima-Perjalanan Pemerintahan Kota Bima selama kurun waktu tiga tahun dibawah kendali Walikota-Wakil Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri diakui telah menorehkan sejumlah prestasi baik monumental maupun fundamental (penjelasan umumnya telah dituangkan pada pemberitaan sebelumnya).

Pada kupasan pemberitaan bagian kedua ini, dijelaskan secara detail tentang kerja nyata (torehan prestasi) Lufi-Feri di masa tiga tahun kepemimpinanya. Hal tersebut diakui nyata adanya alias bukan kaleng-kalengan alias bukan seperti tong kosong nyaring bunyinya. Pembangunan jalan, drainase, air bersih hingga peningkatan infrastruktur. Ada pula pemberdayaan masyarakat walau Kota Bima masih dilanda oleh Pandemi Covid-19. Yakni berupa pemberia bantuan usaha di berbagai bidang yang dimulai sejak tahun 2021 hinga tahun 2021 sebesar Rp4 M.

Bantuan untuk pemberdayaan tersebut meliputi bantuan usaha di bidang pertanian dalam bentuk usaha ternak dan unggas, bantuan di bidang peternakan dan perikanan dalam bentuk bantuan alat tangkap dan bantuan kelompok usaha, bantuan pemberdayaan perempuan, kelompok tenun, usaha kecil dan menengah, kelompok usaha bersama dan bantuan jaring pengaman sosial (JPS).

“Semuanya ini diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan beberapa capaian yang telah kami lakukan selama tiga tahun ini di berbagai bidang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkap Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE pada moment doa syukuran tiga tahun kepemimpinanya di kediamanya (26/9/221).

Di bidang kesehatan, diakuinya terbukti dari derajat kesehatan masyarakat Kota Bima tahun 2020 meningkat menjadi 70,38 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 yakni 69,35 persen, dan di tahun 2019 yakni 70,20 prsen.

Meningkatnya aksesibilitas dan kualitas pendidikan tiap tahun di Kota Bima, dijelaskanya mengalami peningkatan. Terbukti dengan komitmen Pemkot Bima dalam hal alokasi anggaran pendidikan 20 persen yang bersumber dari APBD II Kota Bima.

“Meningkatnya daya beli masyarakat Kota Bima, hal itu didukung dengan pertumbuhan pada sektor perbankan, UMKM dan jasa,” terang Lutfi.

Ketersediaan pangan di Kota Bima dan tingkat distribsinya diterangkanya cukup merata, dan tiap tahunya semakin meningkat.  Terakhir pada tahun 2020, hal itu meningkat ke angka 85,7. Meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi, namun angka kemiskinan di Kota Bima mengalami penurunan pada tahun 2020.

“Kesempatan kerja tiap tahunya diupayakan semakin terbuka melalui komitmen Pemkot Bima dalam mendorong perluasan lapangan kerja lewat pelatihan-pelatihan, bantuan usaha, penataan kelembagaan dan pembangunan sarana prasana ketenagakerjaan,” ujar Lutfi.

Meningkatnya akuntabilitas kinerja keuangan dan penyelenggaraan Pemkot Bima yang dibuktikan dengan pernghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagaimana Opini BPK selama 7 tahun berturut, dan penilai SAKIP dinilai dengan baik.

“Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah dari tahun ke tahun dimana pada saat awal kami memimpin  daerah ini PAD Kota Bima baru berada di angka Rp34 M. Namun Alhamdulillah pada saat ini PAD Kota Bima menjadi Rp58 M (tumbuh hampir 100 persen),” tandas Lutfi.

Meningkatnya kualitas pelayanan publik dari tahun ke tahun yakni layanan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, layanan perizinan dengan kategori baik dari Menpan RB RI. Sementara ketaatan terhadap rencana tata ruang, terus diupayakan melalui perubahan RT/RW yang berbasis pada pengurangan risiko bencana dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Sementara soal kualitas lingkungan hidup melalui peningkatan kualitas air, udara dan tanah, penurunan volume sampah ditandai dengan angka kualitas hidup di tahun 2020 berada di angka 74,12,” ungkap Lutfi.

Sedangkan soal kawasan pemukiman, mengalami peningkatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pada tiap tahunya. Hal itu ditandai dengan penurunan jumlah kawasan kumuh melalui pembangunan KOTAKU Skala Kawasan dan skala pemukiman seperti Kota baru, yang berada di Kelurahan Rabadompu Barat dan Kelurahan Ronto.

“Sedangkan untuk skala lingkungan di setiap Kelurahan didukung pula oleh penguatan Dana Kelurahan sejak tahun 2019 dengan alokasi masing-masing kelurahan lebih kurang Rp1 M,” bebernya.

Terkait infrastruktur daerah seperti jalan dan jembatan serta akses bahu jalan juga diakuinya mengalami peningkatan dan merata di hampir seluruh wilayah khususnya di daerah-daerah terluar. Dari tahun ke tahun, hal terebut mengalami peningkatan 2,8 persen.

“Tahun 2018 dilaksanakan peningkatan jalan Melayu-Kolo, peningkatan jalan Kota tersebar, penggantian jembatan Tolowei, pembangunan drainase lingkungan tersebar, rehabilitasi dan normalisasi DAM Fanda, peningkatan saluran irigasi tersebar, dan penyediaan srana prasarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (tersebar),” papar Lutfi.

Tak hanya itu, tetapi juga pembanguna septic tank individu tersebar, penarangan jalan Kota Bima tersebar, pengadaan lampu jalan tersebar, pengadaan tanah untuk fasilitas umur tersebar, pembangunan rumah khusus NSD sebanyak 90 unit di Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota dan peningkatan pembangunan baru serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Di tahun 2019, dijelaskan bahwa peningkatan jalan tesebar, pembangunan drainase lingkungan tersebar, rehabilitas dan normalisasi DAM Ngegeru, peningkatan saluran irigasi tersebar, penyediaan prasarana dan sarana air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (tersebar), pembangunan setic tanak individu tersebar, pembangunan kandang karantina hewan, pembangunan instalasi pengolahan limbah terpadu (IPLT), pembangunan ruang terbuka publik (RTP) di Kecamatan Rasanae Timur, pembangunan rumah relokasi sebanyak 343 unit di Kelurahan Jatibaru Timur, pembangunan rumah insitu sebanyak 776 unit, pembangunan ruma khususnya NSD sebanyak 50 unit di Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi,  dan pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Di tahun 2020, penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendan, pembangunan rumah relokasi sebanyak 398 unit di Kelurahan Oi Fo’o, pembangunan Masjid Agun Al-Muwahiddin, penataan lapangan Pahlawan Raba (pembangunan food court), penataan kawasan kawasan destinasi wisata pantai Lawata, pembangunan Masjid Muhammad Nur A Latief di kawasan Kantor Walikota Bima, peningkatan jalan lingkungan Kota Bima (tersebar) dan pembangunan baru serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Sedangkan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2021, yakni penataan lapangan pahlawan Raba (lanjutan), pembangunan Puskesmas Kumbe, pembangunan Puskesmas Santi, pembangunan sayap Kantor Walikota, pembangunan gedung Perpustakaan Daerah, dan pembangunan skala kawasan Kota Baru.

“Berbagai keberhasilan diatas, kami sadari belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan harapan masyarakat Kota Bima. Kami sadar sepenuhnya bahwa keberhasilan itu tidak akan tercapai tanpa ada dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat Kota Bima tercinta,” tutur Lutfi.

Lutfi kemudian menjelaskan, cita-cita dan keinginan untuk Kota Bima beserta masyarakatnya yang menuntut untuk diwujudkan sesungguhnya masih banyak. Namun satu persatu dengan langkah pasti, diharapkanya akan tercapai.

“Sekali lagi, kami mohon dukungan dan kepercayaan dari semua pihak di Kota Bima ini untuk memberikan kami semangat, dan kekuatan. Insya Allah amanah ini tidak akan kami sia-siakan. Masa kepemimpinan Kami pada periode ini masih dua tahun. Kalau dibilang panjang, ya masih cukup panjang untuk meraih harapan ini. Namun juga merupakan waktu yang pendek jika kita sia-siakan,” ucap Lutfi.

Lutfi menyatakan, dengan kekuatan bersama, dukungan dan doa seluruh masyarakat Kota Bima bahwa dalam di usia kepemimpinan periode ini untuk dua tahun ke depan akan lebih memfokuskan lagi membangun dengan sepenuh hati.

“Kami akan membangun bersama rakyat dalam rangka mewujudkan Kota Bima yang berkualitas dan Setara,” janji Lutfi.

Berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan selama tiga tahun kepemimpinanya tersebut, diakuinya dijadikan sebagai momentum refleksi. Selama perjalanan dan berbagai langkah kebijakan dan inovasi terus dilakukan demi terwujudnya Kota Bima yang berkualitas dan setara menuju masyarakat yang maju dan mandiri yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bima tahun 2018-2023.

“Tidak terasa, selama tiga tahun mengemban amanah ini dan selama itu pula Pemkot Bima terus melakukan beberapa terobosan pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan baik dari segi infrastruktur maupun pembangunan ekonomi masyarakat,” tandas Lutfi.

Lutfi mengemukakan, tahun pertama merupakan tahun membangun pondasi. Sementara tahun kedua, pihaknyaterus berupaya mengakselerasikan pembangunan dalam rangka mewujudkan visi-misi lima tahun dengan segala sumber daya, potensi dan kekuatan yang dimiliki.

“Meski jalan menuju percepatan tesebut penuh tantangan akibat pademi Covid-19 di awal tahun, namun tidak menghalangi Pemkot Bima terus berupaya menghadirkan pembangunan di segala bidang sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Bima,” sebut Lutfi.

Pembangunan smart city diakuinya menjadi salah satu agenda utama sejak Lutfi-Feri dilantik sebagai Walikota-Wakil Walikota Bima. Dan pembangunan Comand Centre tersebut merupakan yang perdana dan satu-satunya di NTB.

“Itegrasi teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat tentu saja tak dapat dihindari. Setiap Kota di dunia berlomba-lomba menjadi yang paling terdepan dalam mengitegrasikan produk teknologi informasi dengan berbagai kemudahan kita mendapatkan informasi, inspirasi dan insight melalui ponsel masing-masing. Inilah smart city yang ingin kita kembangkan di Kota Bima,” urainya.

Lutfi menambahkan, Command Centre merupakan salah satu inovasi dalam pelayanan publik yang menyediakan berbagai informasi di lingkup Pemkot Pemerintahan, dan salah satu layanan unggulanya adalah E-Lapor.

“Inilah yang kemudian mendasari pembagian Handphone (HP) android kepada seluruh ketua RT yang ada di Kota Bima. Dengan aplikasi E-Lapor ini, maka informasi data dari bottom up bisa secara langsung yang selanjutnya ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” pungkas Lutfi. (TIM VISIONER/HABIS) 


No comments

Powered by Blogger.