Header Ads

Aksi Mulia Bripka Muhammad Rosyidin dan Relawanya Untuk Korban Kebakaran di Naru Barat Sape

Dapur Umum di Kedai Terapung Sape Untuk Korban Kebakaran di Naru Barat

Visioner Berita Kabupaten Bima-Musibah kebakaan yang menimpa puluhan rumah dan menelantarkan sekitar 274 jiwa di dua RT di Desa Naru Barat Kecamatan Sape-Kabupaten Bima pada tanggal 10 Oktober 2021, diakui tak hanya menyisakan duka dan air mata berkepanjangan bagi para korbanya. Tetapi keprihatinan mendalam juga dirasakan oleh publik di Nusantara.

Betapa tidak, rumah mereka rata jadi tanah. Harta benda mereka ludes dilalap oleh si jago merah (api). Yang tersisa hanyalah air mata, duka dan belas kasihan dari berbagai pihak melaui kehadiranya dengan sentuhan kemanusiaan.

Catatan terkini Media Online www.visionerbima.com mengungkap, sehari setelah kejadian berlangsung hingga saat ini bantuan kemanusiaan dalam berbagai bentuk terus berdatangan di Naru Barat. Yakni mulai dari terpal, air mineral, makanan siap saji, kebutuhan anak-anak sekolah, kebutuhan bayi, nasi bungkus, selimut dan lainya.

Bantuan kemanusiaan datang dari Desa-Desa di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE yang menggerakan seluruh OPD di Pemkot Bima, berbagai Organisasi Profesi seperi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Patelki, LPA Kota Bima, masyarakat biasa baik dari Kota maupun Kabupaten Bima, Partai Politik antara lain Golkar dan PKB, para pegiat kemanusiaan baik Kota maupun Kabupaten Bima, dan bahkan terlihat adany bantuan dari Kabupaten Dompu.

Rosi (Berseragam Polisi) Terlihat Sedang Memberikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Naru Barat

Lepas dari itu, bencana kemanusiaan yang terjadi di Naru Barat juga berhasil memanggil rasa kemanusiaan seorang anggota Polres Bima Kota, Bripka Muhammad Rosyidin. Personil Polisi yang sedang bertugas di Polsek Lambu-Polres Bima yang akrab disapa Rosy ini hadir dengan aksi mulianya.

Yakni rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu korban kebakaran di Naru Barat. Bentuknya, ia membuka Posko Relawan Kedai Terapung Sape, dan Sape Putra United. Dua Posko kemanusiaan ini dibukanya sejak beberapa saat setelah kebakaran menghanguskan puluhan rumah dan harta benda korban di Naru Barat.

Usai peistiwa itu berlangsung, Rosy kemudian membuka dapur umum. Dapur umum yang dipusatkasn ke Kedai Terapung yang berlokasi di Desa Bugis Kecamatan Sape milik Rosi ini, diakui untuk memasak makanan yang dibutuhkan oleh korban kebakaran yang berjumlah ratusan orang mulai dari orang tua hingga anak-anak di Naru Barat.

Sementara untuk keperluan dapur umum yang kemudian dibagikan kepada korban kebakaran tersebut, diakui bersumber dari anggaran pribadinya Rosi. Dan juga ada yang bersumber dari pihak keluarga di Sape, Lambu dan bahkan dari luar Bima.

“Sejak awal hingga sekarang kami masih melayani korban kebakaran di Naru Barat. Tiga kali sehari kami mempersiapkan makanan dan minuman untuk mereka dengan menu yang layak untuk dinikmati. Sementara yang bertugas untuk memasak di dapur umum tersebut adalah dari keluarga saya dan juga dibantu oleh beberapa warga,” ungkap Rosi.

Rosi kemudian menjelaskan, sekitar 30 orang relawan dikerahkan di dapur umum. Sementara relawan dari Sape Putra United sebanyak 25 orang itu adalah dari Club Bola yang bertugas untuk membagikan Sembako, makanan siap saji, air mineral, keperluan bayi seperti popok dan susu kepada korban kebakaran di Naru Barat.

Rosy kemudian enggan menjelaskan tentang besarnya biaya pribadi yang dikeluarkanya dala setiap harinya guna melayani korban kebakaran di Naru Barat. Dalilnya, hal itu merupakan bentuk amalam yang tidak bisa dibuka tentang nominalnya kepada siapapun. “Biarkan itu menjadi ladang amal saya dan keluarga di hari kelak,” sahut Rosy.

Sejak dibukanya dapur umum tersebut, Rosy juga mengaku mendapat bantuan dari keluarganya di Sape, Lambu dan bahkan dari luar Bima. Bantuan tersebut tentu saja dimanfaakan untuk keperluan dapur umum dan selanjutnya hasilnya diberikan kepada korban kebakaran di Naru Barat.

“Hingga kini dapur umum tersebut masih berlaku dan masih melayani korban kebakaran di Naru Barat. Dan hingga saat ini pula pembagian Sembako dan lainya untuk korban kebakaran di Naru Barat masih kami lakukan. Terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut terlibat membantu kami untuk korban kebakaran di Naru Barat ini,” ucap Rosi.

Tempat Praktek Dokter Insan di Kedai Terapung Sape Untuk Melayani Korban Kebakaran di Naru Barat

Tampaknya di dapur umum yang dipusatkan di Kedai Terapung itu, bukan saja dipergunakan untuk memasak makanan yang dibutuhan para korban kebakaran di Naru Barat. Tetapi juga di Kedai Terapung ini juga dijadikan sebagai tempat praktek bagi Dokter Insan. Yang bersangkutan adalah relawan dari Sape Putra United.

“Dokter Insan ini merupakan pengurus dari Sape Putra United. Sejak terjadinya musibah di Naru Barat, Dokter Insan ini melayani secara gratis korban kebakaran di Naru Barat. Kepada para korban kebakaran di Naru Barat juga diberikan obat-obatan dan multi vitamin oleh Dokter Insan. Hingga sekarang, aktivitas Dokter Insan melayani korban kebakaran Naru Barat masih berlangsung,” papar Rosi.

Rosi menambahkan, aksi kemanusiaan yang dilakukanya juga berangkat dari pesan penting dari Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, S.IK, MH. Kapolres Bima Kota tersebut berpesan bahwa setiap anggota Polri harus mengambil bagian terpenting untuk menjawab duka dan air mata korba kebakaran di Naru Barat.

“Pak Kapolres Bima Kota selalu berpesan kepada kami agar hadir dengan sentuhan kemanusiaan untuk warga yang sedang dalam kesusahan seperti di Naru Barat ini. Terimakasih, apresiasi, bangga dan penghormatan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pak Kapolres Bima Kota karena telah menuntun dan membimbing kami ke jalan mulia ini. Semoga bantuan yang kami berikan tersebut sangat bermafaat untuk korban kebakaran di Naru Barat,” pungkas Rosi. (TIM VISIONER) 

No comments

Powered by Blogger.