Header Ads

Inilah Upaya Pemkot Bima Melalui BPBD Terkait Bencana Banjir Tanggal 28/11/2021

Sejumlah Kelurahan Terdampak
Luapan Air (28/11/2021)
Crizna: Kami Menghimbau Kepada Masyarakat Agak Tak Terjebak Oleh Isu-Isu Liar

Visioner Berita Kota Bima-Intensitas hujan sedang-lebat yang terjadi di Kota Bima pada Minggu (28/11/2021) berdampak kepada luapan air dari sungai yang menimpa warga di belasan Kelurahan. Pada hari itu, Pemkot Bima melalui BPBD setempat tentu saja tidak tinggal diam. Tetapi melakukan berbagai upaya.

Antara lain Pusdalops PB-BPBD Kota Bima melaporkan situasi kondisi dan informasi kejadian bencana di wilayah Kota Bima. Hal tersebut ditandai dengan surat nomor: 360/332/ XI / 2021. “Kami tidak tinggal diam, tetapi bekerja,” tegas Kepala BPBD Kota Bima melalui Kabid Darlog, Nazamudin, S.Sos (Crizna) kepada Media Online www.visionerbima.com, Jum’at (3/12/2021).

Ketegasan tersebut disampaikan oleh Crizna guna menjawab isu-isu tak bertanggungjawab yang menyebutkan bahwa Pemkot Bima tidak bekerja disaat bencana banjir yang menimpa warganya di belasan Kelurahan di Kota Bima. Padahal Walikota-Wakil Walikota Bima saat itu juga turun langsung melihat kondisi warganya yang ditimpa oleh bencana.

“Mereka hanya mendengar kata orang, tetapi tidak melihat secara langsung bagaimana Pemkot Bima mnyikapi bencana yang menimpa warganya saat itu. Baca berita dong, jangan hanya mendengar cerita saja,” tegas Crizna.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pihaknya pada peristiwa terjadinya bencana di belasan Kelurahan di Kota Bima tertanggal 28 November 2021 yakni menyampaikan informasi tentang kejadian luapan air di di Kelurahan Kendo Kecamatan Raba, Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba, Kelurahan Penanae Kecamatan Raba Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba, Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda, Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda, Kelurahan Santi Kecamatan Mpunda, Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda, Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda, Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat, Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat, Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat, Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat, Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota, Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota, Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota dan Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota, dengan ketinggian air berkisar 10 Cm sampai dengan 1 Meter.

Crizna kemudian menyampaikan kreonologis terjadinya bencana yang menimpa warga di belasan Kelurahan di Kota Bima tertanggal 28 November 2021 sekitar pukul 12.40 Wita.  Yakni terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di di wilayah bagian utara Kota Bima mulai pukul 11.46 Wita sampai dengan pukul 13.50 Wita berdampak pada terjadinya luapan air pada aliran sungai Ntobo di Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba pukul 12.40 Wita, Kelurahan Penanae Kecamatan Raba pukul 13.00 Wita, Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Pukul 13.10 Wita, Kelurahan Penatoi pukul 13.13 Wita, Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda pukul 13.16 Wita.

“Demikian pula pada aliran Sungai Jatibaru terjadi Banjir di Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Pukul 13.15 Wita, Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota pukul 13.23 Wita, Kelurahan Santi Kecamatan Mpunda pukul 13.25 Wita, Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat pukul 13.30 Wita, Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat pukul 13.37 Wita dan Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Pukul 14.00 Wita,” terang Crizna.

Sedangkan upaya yang dilakukan oleh pihaknya waktu itu yakni peringatan dini melalui HT dan WA Grup, melakukan assessment dan kajian cepat terhadap bencana, memberikan bantuan tanggap darurat bungkus dari Pemkot Bima, menyampaikan informasi tentang kerusakan dan korban terdampak baik berupa Fasilitas Umum (Fasum) maupun Fasilitas Sosial (Fasos), informasi tentang lahan pertanian terdampak hingga soal warga yang mengungsi.

Dampak yang ditimbulkan oleh bencana saat itu yakni ruas jalan di Kelurahan Kendo tergenang, sebanyak 13 Kepala Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Ntobo terdampak bencana dan 2 KK mengungsi, tanah longsor di jalan lintas Busu, 2 KK di Busu digenangi air, 161 KK terdampak bencana di Kelurahan Penanae, 107 KK di Kelurahan Penaraga digenangi air 50 KK di Kelurahan Penatoi digenangi air, - - 5 Penatoi 50 KK dan dan 8 KK mengungsi, 50 KK di Kelurahan Lewirato digenangi air, 233 KK di Kelurahan Jatibaru Barat terdampak bencana, 15 KK di Kelurahan Jatibaru Timur terdampak bencana , 194 KK di Kelurahan Jatiwangi terdampak bencana, 52 KK di Kelurahan Santi terdampak bencana dasn 2 KK mengungsi, 438 KK di Kelurahan Nae terdampak bencana dan 1 orang terluka, 40 KK di Kelurahan Sarae terdampak bencana, 70 KK di Kelurahan Melayu terdampak bencana, 5 KK di Kelurahan Mande terdampak bencana, ruas di Matakando digenangi air dan lumpur, 17 KK di Keurahan Pane terdampak bencana dan 77 KK di Kelurahan Tanjung terdampak bencana.

“Jadi total jumlah KK yang terdampak bencana di belasan Kelurahan tersebut adalah 1.525 KK dan 12 KK mengungsi di rumah kerabatnya. Pendataan jumlah KK yang terdampak bencana di Kota Bima saat itu sudah dilakukan,” tandas Crizna.

Selanjutnya Walikota Bima menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak bencana melalui masing-masing Lurahnya. Masing-masing KK terdampak bencana diberikan bantuan berupa beras 10 Kg.  

“Sekitar 9 ton beras yang telah kami berikan kepada warga terdampak bencana tersebut. Untuk Namun masih ada warga terdampak yang belum diberikan beras tersebut. Untuk itu, kini sudah diterbitkan SK tentang penanggulangan bencana oleh Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Dan itulah yang menjadi rujukan kita untuk membaqgikan beras selanjutnya kepada warga terdampak bencana dimaksud,” ujar Crizna.

Hal ini diakuinya masih dalam proses, dan selanjutnya beras tersebut akan dibagikan oleh warga terdampak bencana oleh Dinas Sosial (Disos) Kota Bima.  

“Hari ini (3/12/2021) kami sudah berkoordinasi dengan pihak Disos Kota Bima. Dan hari ini pula Disos Kota Bima sudah mulai membagikan beras kepada terdampak bencana  di sejumlah Kelurahan yang sebelumnya belum menerima bantuan beras diumaksud.” Tuturnya.

Crizna menambahkan, data soal warga terdampak bencana sewaktu-waktu bisa berubah. Pasalnya,  soal bencana sudah untuk diprediksi. Dan jika hari ini datanya berubah, tentu saja pihaknya akan melakukan penyesuaian. Dan soal itu tegasnya tergantung sungguh kepada laporan dari para Lurah yang ada di Kota Bima.

“Dan laporan yang disampaikan oleh para Lurah se Kota Bima, tentu saja akan kami koordinasikan dengan data yang ada di BPBD Kota Bima saat ini. Intinya, terkait warga yang tertimpa bencana tentu saja Pemerintah tak tinggal diam (bekerja). Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat Kota Bima agar tidak terjebak pada isu-isu liar yang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu terutama di beranda Media Sosial (Medsos),” pungkas Crizna. (TIM VISIONER

No comments

Powered by Blogger.