Header Ads

Parah, Seorang Ibu di Bima Aniaya Anaknya Hingga Tewas

Anak Berusia 4 Bulan Ini Tewas Digigit Ibunya.

Visioner Berita Kabupaten Bima-Duka dan air mata publik berakhir karena kasus Kaka kberinisial HRL yang dengan tega membunuh adik kandungnya berinisial ATH (anak dibawah umur)di Desa Teke Kecamatan Palibelo-Kabupaten Bima , hingga kini belum usai. Kasus ini masih ditangani secara serius oleh Sat Reskrim Polres Bima dan pelakunya telah ditahan secara resmi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah heboh kasus dugaan kakak bunuh adik kandungnya di Desa Teke beberapa hari lalu, kini muncul kasus tindak pidana kejahatan yang dinilai tak kalah sadisnya.

Selasa (28/6/2022) seorang ibu berinisial NR di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo-Kabupaten Bima tega menganiaya dengan cara menggigit anaknya yang baru berusia 4 bulan hingga tewas.

Kejadian yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita dan aksi sadis dilakukan NR (25) itu pun dibenarkan oleh Nurdi selaku paman korban.

Diakuinya, awal mengetahui kejadian tersebut setelah melihat rumah keponakannya ramai oleh warga, setelah dicek ternyata bayinya sudah dalam kondisi tewas.

“Ternyata memang benar bocah tersebut sudah tewas digigit oleh ibunya,” terang Nurdin.

Diakui Nurdin, beberapa hari ini NR suka cek cok dengan orang di sekitar, bahkan sempat pukul anaknya. Karena memukul anaknya, Nurdin tegur dengan baik - baik. Namun dia berontak dan herannya beberapa saat setelah itu NR datang ke rumah seakan tidak ada masalah.

“Kami menduga NR alami kelainan jiwa, karena setelah memukul anaknya. Dia datang ke rumah saya seakan tidak ada masalah,” jelasnya.

Tambahnya, sebelumnya NR juga pernah mengejarnya dengan sajam, bahkan mengancam akan membakar rumah tanpa ada alasan yang jelas.

Anggota BPD Desa Rasabou, Fukari mengungkapkan, mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung menuju TKP dan melihat bayi empat bulan itu telah merenggang nyawa. 

"Saya masuk di kamar melihat bayi tersebut sudah meninggal dunia dan saat itu banyak warga yang ikut melihat," ucapnya. 

Tak lama setelah itu, anggota Polsek Bolo tiba di TKP dan menyarankan untuk mengevakuasi korban sekaligus membawa ke PKM Bolo dengan menggunakan sepeda motor. 

"Saya sempat tanya, apakah evakuasi boleh dilakukan. Karena ada perintah pihak polisi, selanjutnya saya angkat sekaligus membawa mayat tersebut dibonceng oleh polisi menggunakan sepeda motor menuju PKM Bolo," ujarnya.

Dokter jaga PKM Bolo, dr. Heny Kustanti Nurwaidah, mengatakan bayi usia 4 bulan tersebut meninggal dunia sebelum dibawa ke PKM Bolo. Sementara luka dialami korban, luka memar di hidung, memar di pipi kanan dan kiri dan luka memar di bagian tangan kiri. 

"Bayi tersebut meninggal di TKP," urainya. 

Lanjutnya, korban dilanjut visum di RSUD Bima dan kami di PKM Bolo hanya pemeriksaan awal saja.

"Kita melakukan pemeriksaan awal saja. Visum lanjutan dilakukan di RSUD Kota Bima," pungkasnya. 

Hingga berita ini dirilis aparat kepolisian masih melakukan olah TKP dan lainnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.