Pasukan Obor Belum Berakhir, Lautan Manusia di Sarae Buktikan Cintanya Untuk Lutfi-Feri


Samsurih, SH: Ternyata Dalam Perjalanan, Kota Bima-Masyarakatnya Butuh Yang Nyata
Inilah Fakta ribuan warga Sarae menyambut Lutfi-Feri dengan Obor (7/4/2018)
 Visioner Berita Kota Bima-Beragam dinamika politik jelang Pilkada Kota Bima periode 2018-2023, makin hari kian memperlihatkan sisi-sisi menariknya. Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Bima bernomor urut 2-sebut saja H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri), sejak awal melakukan kunjungan silaturrahmi bersama masyarakat sekaligus pengukuhan tim pemenangan di seluruh wilayah Kota Bima hingga saat ini, terihat tak pernah sepi dari sambutan. Antusiasme sambutan yang kian hari kian tinggi terhadap pasangan yang diusung oleh 9 Papol ini, berbagai pihak yang meyakini bahwa Lutfi-Feri akan memenangkan pesta demokrasi yang dihelat pada 27 Juni 2018 itu.

Janji Paslon yang terus terus diserang dengan isu-isu tak bertanggungjawab oleh pihak tertentu namun tetap menyikapinya dengan keramahan ini untuk terus untuk disambut dengan pesta obor sebagai “simbol pembebasan-bangkit dari kegelapan”, hingga saat ini masih terlihat nyata. Setelah menikmati lautan manusia yang menyambutnya dengan pawai obor dan Minggu lalu di Kelurahan Rontu Kecamatan Raba-Kota Bima (wilayah kelhiran Lutfi), Sabtu malam (7/4/2018), Lutfi-Feri kembali disambut dengan hal yang sama.

Lautan manusia di Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat yang menyambutnya dengan obor ini, terlihat berjalan kaki seoanjang sekitar 3 KM dimulai di pertigaan Lingkungan Sarae hingga ke pusat pelaksanaan kegiatan silaturrahmi di jalan anggrek, tepatnya di sebelah barat Kantor Kelurahan Sarae. Liputan langsung sejumlah awak media pada moment spektakuler ini melaporkan, ribuan obor dai lautan manusia yang mengawal Lutfi-Feri berjalan kaki hingga ke pusat kegiatan, praktis saja “memerahkan langit sekitar”.

Pada moment itu pula, jalan negara sepanjang sekitar 3 KM itu terlihat nyata di sesaki oleh lautan manusia dari remaja hingga orang tua, dan mereka adalah pendukung Lufi-Feri. Yel-Yel Kota Bima Bangkit Menuju Perubahan sebagaimana Jargon Lutfi-Feri, pun terdengar jelas pada moment menakjubkan ini. Dan sembari melantunkan yel-yel tersebut, lautan manusia juga mengangkat dua jarinya yang menjelaskan bahwa Paslon tersebut bernomor urut dua. Music-music Lutfi-Feri pun, pun ikut mewarnai perjalanan pawai obor yang menyambut Lutfi-Feri hingga ke pusat kegiatan silaturrahmi dengan warga Kelurahan Sarae ini.

Pada moment itu pula, Lutfi-Feri juga dikawal oleh Polisi senior sekaligus mantan anggota DPR-RI dari PAN, yakni Drs. H. Nazamudin. Tak itu saja, saat itu juga Lutfi-Feri berbarengan dengan berbagai Tokoh berpengaruh di Sarae, termasuk didalamnya juga ada Tokoh Agama. Tiba di lokasi kegiatan, jalan Anggrek terlihat di sesaki oleh ribuan massa. Dan pada moment itu pula, cucuran keringan Lutfi-Feri dan ribuan manusia yang menyambutnya pun tak terbantahkan.

Obor terlihat menyalah dengan indahnya di tangan pasukan Srikandi Lutfi-Feri di Sarae (7/4/2018)
Masih dalam liputan langsung sejumlah awak media, ribuan manusia yang menyambut Lutfi-Feri tersebut, terlihat menggunakan pakaian berwarna-warni, maksudnya sama dengan warna 9 Parpol pengusung Paslon ini. Sementara jumlah kaum hawa dengan pria yang menyambut Lutfi-Feri pada moment tersebut, jumlahnya terlihat hampir sama.

“Lutfi-Feri adalah pasangan, serasi, ramah, komunikatif, cerdas, jujur, saling mengisi, komunikatif, apa adanya dan merakyat. Visi-misi pasangan ini untuk Kota Bima tahun kedepan, sangat bagus dan rasional. Visi-misi Paslon ini, juga sesuai dengan harapan besar seluruh warga Kota Bima. Dan visi-misi pasangan ini, terkemas dalam Jargonnya, yakni “Kota Bima Bangkin Menuju Perubahan”. Oleh karenanya, sebagai Politisi sekaligus mantan anggota DPR-RI, saya sangat mengenal Lutfi-Feri ini. Keduanya adalah Tokoh hebat dan merakyat. Oleh karenanya, mari kita berjuang keras dan berdoa untuk memenangkan Lutfi-Feri di Pilkada Kota Bima ini,” jelas Drs. H. Nazamudin.

Politisi senior PAN yang dikenal jujur, tegas dansederhana ini kembali menegaskan, sejumlah nilai-nilai penting yang melekat pada diri Lutfi-Feri termasuk kesederhanaan dan keramahannya bukanlah yang dibuat-buat. Diakuinya, komitmen keduanya dalam berkinerja adalah nyata adanya. Dua periode Lutfi menjabat sebagai anggota DPR-RI, dia telah membuktikan pengabdian terbaiknya untuk NTB sesuai bidangnya di Komisi VIII DPR-RI.

“Atas dasar pengabdian nyata itu, rakyat NTB mengantarkannya untuk menjadi anggota DPR-RI selama dua periode. Feri merupakan politisi senior PAN Kota Bima, telah membuktikan kinerja terbaiknya untuk memajukan masyarakat dan daerah ini selama tiga periode di DPRD Kota Bima. Sejak dia menjabat sebagai anggota hingga ke Ketua Dewan, Feri juga merupakan pilar penting bagi kemajuan dan perkembangan daerah ini (Kota Bima). Ingat, Kota Bima dan masyarakatnya butuh nyata, bukan sekedar janji belaka,” tegasnya.

Politisi senior yang berpenampilan biasa-biasa saja ini menghimbau, ada tiga Paslon yang maju ke pentas Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. Masyarakat selaku pemilih, diakuinya telah memiliki figur Paslon yang akan dipilihnya tanpa harus dipaksa oleh siapapun. “Kepada seluruh warga Kota Bima tak terkecuali di Kelurahan Sarae, saya berharap agar tetap menjaga Islamiyah kendati berbeda pilihan. Sesungguhnya kita itu bersaudara, kekuatan persaudaraan tidak boleh diruntuhkan karena karena berbeda pilihan,” imbuhnya.

Pada moment tersebut, Lutfi-Feri memanfaatkannya untuk menyampaikan visi-misinya pembangunan Kota Bima untuk lima tahun kedepan sebagaimana telah disampaikannya sebelumnya baik melalui media massa maupun pada setiap kunjungan di seluruh wilayah di Kota Bima. Dan visi-misi Paslon ini, juga telah diserahkan secara resmi kepada pihak KPUD Kota Bima. Visi-misi Paslon ini, antara lain akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 M, meniptakan lapangan kerja guna meminimalisir sekaligus mengantisipasi angka pengangguran khususnya di kalangan generasi muda, peningkatan gaji honorer K2, peningkatan gaji RT/RW yang ditambahkan dengan masing-masing HP Android, dan lainnya yang tentu saja selaras dengan kebutuhan sekaligus ekspektasi Kota Bima dan masyarakatnya.

“Seluruh pointer dalam visi-misi, tentu saja akan dibuktikan apabila Lutfi-Feri akan dimenangkan oleh masyarakat Kota Bima menjadi Walikota-Wakil Walikota periode 2018-2023. Lutfi-Feri maju ke pentas Pilkada Kota Bima, lebih kepada ingin membuktikan pengabdian terbaik seperti yang kami berdua lakukan pada saat berada di kursi Legislatif (DPR-RI dan DPRD Kota Bima). Jika menang di Pilkada Kota Bima, visi-misi tersebut merupakan tanggungjawab yang wajib hukumnya untuk kami realisasikan. Pasalnya, visi-misi tersebut merupakan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jika kami terpilih di Pilkada Kota Bima, maka seluruh warga Kota Bima diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengawal visi-misi ini. Dan pada saat itu pulalah, rakyat akan tahu apakah Lutfi-Feri jujur atau berbohong,” tegas Lutfi-Feri.

Masih di Sarae, Ribuan warga menggunakan obor tumpah ruah ke jalan menyambut Lutfi-Feri (7/4/2018)
Di tengah ribuan pendukung Lutfi-Feri tersebut, Ketua POK DPD 2 PAN Kota Bima yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bima dan bahkan sesaat lagi akan dilantik sebagai Ketua Dewan setempat yakni Samsurih, SH juga sempat memberkan sambutan singkat. Politisi yang dijuluki “Amin Rais Kecil” ini mempertegas, semakin tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Lutfi-Feri pada setiap kegiatan, merupakan salah satu gambaran bahwa Kota Bima dan rakyatnya sepakat untuk bangkit menuju perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Secara realistis pada konteks pengabdian nyata melalui kinerja yang terukur, Lutfi-Feri telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa dan negeri di saat berada di gedung Legislatif baik di DPR-RI maupun di DPRD Kota Bima. Keduanya bukan hanya satu periode di gedung Legislatif, tetapi lebih dari itu. Pun Keduanya, telah membuktikan kinerja terbaiknya sesuai dengan bidangnya. Dan di Pilkada Kota Bima kali ini, Allah benar-benar telah menyatukan dua Tokoh politik yang riel. Oleh karenanya, kehadiran pasangan Lutfi-Feri ini telah sesuai dengan harapan Kota Bima beserta masyarakatnya. Sebaiknya kita bicara raelistis saja, sebagai anggota Dewan Kota Bima yang Insya Allah sesaat lagi akan dilantik jadi Ketua Dewan-saya tahu sepak terjang Lutfi-Feri,” terangnya.

Baik secara kelembagaan maupun pribadi, dia meyakini bahwa sesungguhnya masyarakat Kota Bima, selain telah bersepakat untuk bangkit menuju perubahan ke arah yang jauh lebih baik dari sebelumnya, juga telah memahami siapa Paslon yang akan dipilihnya pada Pilkada Kota Bima yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

“Setelah memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negeri di kursi Legislatif dan itu rial, selanjutnya Lutfi-Feri maju ke Pilkada Kota Bima periode 2018-2023, dan jika rakyat Kota Bima memenangkannya maka keduanya akan mewujudkan cita-citanya yakni mebuktikan pengabdian terbaik untuk rakyat dan daerah ini pula. Lutfi adalah anak prajurit TNI bergolongan rendah dan Feri adalah anak seorang guru biasa,” jelasnya.

“Karier politiknya dimulai dari nol, selanjutnya merangkak-berjuang keras membuktikan pengabdian terbaik hingga rakyat mengantarkannya dengan penuh cinta ke kursi Legislatif. Kendati rakyat mengakuinya sebagai SDM terbak yang dimiliki oleh daerah ini, namun keduanya tetap terlihat sederhana, apa adanya, merakyat, dan ramah serta tidak protokoler. Ya, memang seperti itulah lah realnya Lutfi-Feri, bukan dibuat-buat. Saya yakin dan percaya, model sosok seperti keduanya inilah yang didambakan oleh Kota Bima dan rakyatnya menjadi Walikota-Wakil Walikota Bima pada periode 2018-2023. Dari perjalanan panjang yang sudah dilalui, ternyata Kota Bima dan masyarakatnya tidak butuh janji belaka, tetapi menginginkan-menuntut sesuatu yang nyata,” tuturnya.

Warga Sarae tumpah ruah ke jalan menyambut pasangan Lutfi-Feri (7/4/2018)
Kegiatan kunjungan silaturrahmi Lutfi-Feri di Kelurahan Sarae ini, adalah yang kesekian kalinya. Dan dalam setiap kali kunjungan baik yang bersifat silaturrahmi maupun pengukuhan tim pemenangannya di Sarae, Lutfi-Feri tak pernah sepi dari sambutan masyarakat setempat. Demikian ditegaskan oleh Koordinator Tim Pemenangan Lutfi-Feri untuk Kelurahan Sarae, yakni Abdul Haris yang didampingi oleh Muhidin S.Pd, Sabtu malam (7/4/2018).

“Malam ini, lebih dari 2000 obor dari warga Sarae yang menyambut Lutfi-Feri. Ribuan obor tersebut, bersumber dari seluruh RT/RW di Kelurahan Sarae. Soal penyambutan Lutfi-Feri menggunakan obor, itu merupakan inisiatif dari masyaakat di seluruh RT/RW di Kelurahan Sarae. Sementara antusiasme masyarakat Sarae terhadap Lutfi-Feri, kian hari semakin tinggi. Malam ini adalah kegiatan Lutfi-Feri di Sarae yang kali kesekiannya, dan moment spektakuler dimaksud juga disaksikan langsung oleh Wartawan. Pun, hal tersebut merupakan bukti semakin tingginya cinta warga Sarae khususnya untuk Lutfi-Feri. Oleh karenanya, Insya Allah Lutfi-Feri akan menang di Sarae. Kita juga berharap, agar hal yang sama juga berlaku di seluruh wilayah di Kota Bima,” ujar Haris.

Lepas dari itu, sebelumnya terkuak ada pihak tertentu yang mengklaim bahwa wilayah Kelurahan Sarae merupakan basis massa Paslon lain. Namun, pengklaiman tersebut dibantah secara keras oleh Koordinator Srikandi Lutfi-Feri, yakni Suharti M. Noer yang didampingi oleh Aminah Mahmud.

“Mereka berhak untuk mengklaim, tetapi hal itu justeru tidak berbanding lurus dengan fakta sesungguhnya.  Sementara fakta sesungguhnya, Sarae merupakan basis massa rielnya pasangan Lutfi-Feri. Pembuktian demi pembuktian telah dilakukan, lautan manusia yang menyambut Lutfi-Feri baik yang menggunakan obor dan sebaliknya adalah bukti bahwa pasangan ini Insya Allah akan menang di Sarae. Sekali lagi, khususnya warga Kelurahan Sarae masih sangat solid untuk memenangkan Lutfi-Feri pada Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. Kesolidan yang sama, juga diharapkan berlaku di seluruh wilayah di Kota Bima,” tegasnya.

Sepktakulernya nyala obor dari ribuan warga Kelurahan Rabadompu Barat menyambut Lutfi-Feri (8/4/2018)
Dijelaskannya, lautan manusia di Kelurahan Sarae yang menyambut Lutfi-Feri (7/4/2018), berlangsung sejak sambutan menggunakan ribuan obor hingga berakhirnya kegatan silaturrahmi sekitar pukul 21.30. “Sejak awal hingga akhir acara, ribuan massa tersebut sama sekali tidak berpindah posisi. Tetapi, tetap solid berada di lokasi kegiatan sembari meneriakan yel-yel perubahan dan menangkan pasanga bernomor urut 2 ini (Lutfi-Feri). Jalan raya terlihat macet mulai dari penyambutan Lutfi-Feri menggunakan obor hingga usai kegiatan silaturrahmi di jalan Anggrek. Kami bicara fakta, bukan rekayasa semata. Faktanya hingga hari ini, dan selanjutnya Insya Allah warga Kelurahan Sarae tetap solid untuk Lutfi-Feri,” tandasnya.

Masih soal penyambutan dengan obor, Minggu malam (8/4/2018), Lutfi-Feri disambut oleh sekitar 1200 obor oleh warga Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba-Kota Bima. Sementara jumlah warga warga Rabadompu Barat yang tak menggunakan obor dalam menyambut Lutfi-Feri tersebut, juga terlihat banyak. Nyala obor yang indah itu, praktis saja membuat langit sekitar menjadi “memerah”. Liputan langsung sejumlah awak media melaporkan, ribuan massa tumpah ruah di jalan menyambut Paslon bernomor urut 2 ini. Mereka adalah dari kalangan remaja hingga orang tua. Praktisnya, sambutan Lutfi-Feri menggunakan obor oleh warga Rabadompu Barat, juga tak kalah spektakulernya dengan di wilayah-wilayah lainnya. (Rizal/Gilang/Al/Nana/Buyung/Wildan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.