Curah Hujan Meningkat, BMKG Ingatkan Warga Bima - Dompu Potensi Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor

Ilustrasi

Visioner Berita Kabupaten Bima-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengingatkan warga di Bima dan Kabupaten Dompu agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 5-10 Januari 2024. 

Kepala Stamet Sultan Muhammad Salahuddin (BMKG Bima), Moch Syaiful Annas mengatakan, berdasarkan monitoring terhadap kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah termasuk di wilayah Bima dan Dompu. 

Kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan yang cukup intensif dalam beberapa hari ke depan di antaranya aktifnya gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) di fase 3, aktifnya gelombang Rossby Ekuator dan aktifnya gelombang Kelvin di beberapa wilayah termasuk NTB.  

"Didukung pula oleh suhu muka laut yang menunjukan anomali positif lebih hangat serta kelembapan udara yang lembab 60% – 80% di lapisan permukaan hingga lapisan 500 mb," ujarnya, Senin (8/1/2023). 

Dikatakannya, adanya pola perlambatan angin (confluence) yang terbentuk disekitar wilayah Pulau Sumbawa menyebabkan terkonsenterasinya masa udara basah di sekitar wilayah Pulau Sumbawa yang dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif dan terjadinya hujan di sekitar wilayah Bima dan Dompu. 

Annas mengingatkan, beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat dan angin kencang yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi meliputi genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es dan tanah longsor yaitu meliputi Kecamatan Tambora, Sanggar, Soromandi, Ambalawi, Bolo, Palibelo, Donggo,Madapangga, Wawo, Langgudu, Lambu, Belo, Lambitu, Parado dan Monta. 

Selain itu, Kecamatan Pekat, Kecamatan Dompu, Hu’u, Pajo, Woja, Manggalewa, Kempo dan Kilo Kabupaten Dompu. 

Sementara di wilayah Kota Bima potensi tersebut meliputi Kecamatan Mpunda, Raba, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Asakota. 

"Potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Bima dan Dompu tanggal 5 – 8 Januari 2024 tinggi gelombang laut 1.25 – 2.5 meter meliputi Perairan Selatan Bima dan Perairan Samudera Hindia Selatan NTB," ujarnya. 

Sementara pada tanggal 9 – 10 Januari 2024, potensi tinggi gelombang Laut 2.5 – 4.0 meter di Perairan Samudera Hindia NTB. 

"Menyikapi kondisi tersebut di atas agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan tejadinya bencana alam hidrometeorologi khususnya di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu," kata Annas. 

Dia mengimbau masyarakat agar serta selalu mengikuti informasi dari Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin atau melalui media sosial resmi milik BMKG dan Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin serta melalui website http:/bmkg.go id dan https /stametbima.com. (Fahriz)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.