Kabar Baik Untuk "Calon Maba", Mahdalena Perjuangkan Sebanyak 350 Kuota Beasiswa KIP Kuliah di Kampus UIN dan PTKIS Seluruh Indonesia


Anggota DPR RI| Kapoksi PKB Komisi Vlll DPR RI

Visioner Berita Pulau Sumbawa-Anggota DPR RI yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VIII DPR RI Hj. Mahdalena, kembali menunjukkan sikap pedulinya terhadap dunia pendidikan di NTB, khususnya Pulau Sumbawa. Sebanyak 350 kuota Beasiswa KIP kuliah diperjuangkan oleh ketua PKB Kabupaten Bima tersebut di Senayan, Jakarta.

Program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi calon Mahasiswa Baru (Maba) yang kuliah di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia tahun akademik 2026-2027.

"Sebanyak 250 kuota untuk kampus UIN dan 100 untuk PTKIS seluruh Indonesia," ujar Mahdalena, dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (28/6/2026).

Program Beasiswa KIP Kuliah ini jelas dia, di bawah koordinasi Kementerian Agama RI. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak bangsa yang kurang mampu di wilayah Dapilnya Pulau Sumbawa. Tentu, untuk mereka yang memiliki potensi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

"Beasiswa KIP Kuliah ini diprioritaskan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan diterima pada program studi dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk program studi dengan UKT sekitar Rp2,4 jutaan ke bawah per semester atau mengikuti standar UKT yang ditetapkan masing-masing UIN dan PTKIS," jelas Mahdalena.

Selain mendapatkan biaya pendidikan,, penerima Beasiswa KIP Kuliah juga memperoleh bantuan biaya hidup selama menjalani perkuliahan. 
"Setiap mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp13.200.000 per tahun atau Rp6.600.000 per semester sesuai dengan ketentuan program yang ditetapkan pemerintah," sebut Mahdalena.

Hadirnya program tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya. Ia juga mengajak seluruh calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. 

"Program ini merupakan bagian dari saya ikhtiar untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam mengenyam pendidikan tinggi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa," pungkas Mahdalena.(TIM VISIONER)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama