Miq Iqbal Sisir Warga Miskin Ekstrem di KLU, Sinkronkan Desa Berdaya Dengan Potensi Desa

Dr. Lalu Muhamad Iqbal bersama sejumlah OPD serta Baznas NTB turut melihat kondisi warga miskin ekstrem di Desa Sigar Penjalin

Visioner Berita Provinsi NTB-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyisir sejumlah warga miskin ekstrem di Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada, Rabu (25 /2/2026).

Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan Program Desa Berdaya sebagai stimulus penanganan kemiskinan. 

Di Desa Sigar Pejalin yang menjadi lokasi sasaran program Desa Berdaya, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Baznas NTB, Gubernur turut melihat kondisi warga, termasuk anak-anak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Dia menilai bahwa Desa Sigar Penjalin memiliki potensi besar karena berada di kawasan strategis pariwisata Lombok Utara. Di wilayah itu, kata dia,  terdapat Pantai Sire, deretan vila dan hotel premium, lapangan golf, hingga kebun binatang mini. Namun di balik potensi tersebut, masih ditemukan warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

"Potensinya besar, tapi tadi saya melihat langsung masih ada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Kondisinya memang berat, sehingga perlu intervensi yang kolaboratif dan terorkestrasi," ujarnya Gubernur NTB, Miq Iqbal sapaan akrabnya saat blusukan pada Rabu, (25/2/2026). 

Miq Iqbal menjelaskan, melalui Program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi akan melakukan intervensi di tingkat desa maupun kepala keluarga (KK). Pendamping desa telah mengidentifikasi potensi dan persoalan utama, termasuk tingginya jumlah anak muda yang belum memiliki mata pencaharian tetap.

Menurutnya, tujuan utama program itu adalah memastikan setiap KK memiliki sumber pendapatan yang jelas dalam satu tahun ke depan. 

"Harapannya, dalam setahun setiap kepala keluarga sudah mandiri, sudah punya income tetap sebagai tempat bergantung hidupnya. Itu inti penyelesaian kemiskinan," terangnya.

Selain aspek ekonomi, intervensi juga akan menyasar persoalan pendidikan, pengelolaan sampah, hingga penataan ruang desa. Pada tahun ini Desa Berdaya menyasar 40 desa dengan kategori miskin ekstrem. 

Terkait alokasi stimulus Rp500 juta per desa dalam Program Desa Berdaya tersebut, Miq Iqbal menekankan bahwa penggunaannya yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah Desa bersama tim pendamping diminta mengidentifikasi program yang benar-benar bisa menjadi pengungkit ekonomi lokal.

"Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Tugas kepala desa dan pendamping menentukan apa yang bisa jadi pengungkit," urainya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu, menambahkan bahwa dukungan tidak hanya berasal dari Pemerintah Provinsi, tetapi juga akan melibatkan Pemerintah Pusat, Kabupaten, lembaga swadaya masyarakat, hingga perguruan tinggi.

"Desa berdaya hadir sebagai sebuah program solutif  yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif." Jadi jangan pernah berpikir mau bekerja sendiri nyelesaikan masalah desa ini, nggak mungkin," tambahnya.

Politik partai Gerindra itu, juga menekankan  bahwa kehadiran para pendamping desa harus dirasakan oleh masyarakat dan berupaya memberikan guidence hingga berkonsultasi ke pendamping desa yang sudah terlebih  dahulu ada. 

"Jadi kalian tidak didesain untuk menyelesaikan masalah desa sendiri, ada PKH! ada pendamping desa, ada macam-macam, posyandu, sudah masuk duluan. Ajak ngomong, ajak berpikir buat diri kalian bisa diterima dan bisa bekerjasama dengan mereka, Inilah ciri dari Desa Berdaya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, berharap intervensi dari Pemprov NTB dapat dilakukan secara intensif agar persoalan kemiskinan ekstrem di desanya dapat segera teratasi.

"Kami berharap warga kami yang miskin ekstrem bisa diintervensi melalui program-program berdaya, sehingga persoalan kemiskinan di desa kami bisa diselesaikan," pungkasnya.(rr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama