Header Ads

Ketengangan Pimpred Visioner Vs Satpam Berujung Permintaan Maaf-Salahudin Tidak Dipecat

Direktur PT Securindo Larazi:Terimakasih Kami Atas Kemuliaan Hati Management Visioner
Dirut PT. Securindo Larazi, Muhtar, SH
Visioner Berita Kota Bima-Ketegang antara Pimpinan Redaksi (Pimpred) Media Online Visioner Vs salah seorang Satuan Pengamanan (Satpam) di depan mini market Hokky Mart Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu petang (2/1/2019), beruujung pada permintaan maaf. Salahudin mengakui kesalahannya-menyampaikan permohonan maafnya baik melalui Owner Hokky Mart, Hendra dan Dirketur PT. Securindo Larazi, Muhtar SH. Dan, Management Visioner pun telah memafkannya.

Oleh sebab itu, peristiwa yang sempat mengundang perhatian banyak orang hingga viral di Media Sosial (Medsos) tersebut telah dituntaskan melalui cara-cara kemanusiaan dengan pertimbangan mengedepankan nilai-nilai penting bagi kehidupan sesama. Kendati demikian, peristiwa ini pun sempat memicu pro-kontra khususnya di Medsos, dan hal tersebut masih berlangsung sampai saat ini.

“Lewat kami, Salahudin  sudah mengakui semua kesalahannya dan kemudian meminta maaf kepada management Media Online Visioner. Untuk itu, atas nama Management Hokky Mart Bima-kami pun meminta maaf sekaligus berterimakasih kepada Management Visioner karena dengan kerendahan hatinya telah menerima permintaan maaf ini. Sekali lagi, terimakasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujar Hendra.

Hal yang sama, juga disampaikan secara khusus oleh Direktur PT. Securindo Larazi, Muhtar, SH kepada Management Media Online Visioner. Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD NTB periode 2019-2024 nomor urut 10 Dapil Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu ini mengaku, langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pembinaan sekaligus menegaskan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Terimakasih kepada Managemen Visioner, karena dengan kemuliaan hatinya telah menerima permintaan maaf dari kami selaku PT. Securindo Larazi yang menaungi Salahudin ini,” ujar pria yang dikenal tegas dan sangat dekat kalangan Pers dan berporfesi sebagai Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ini, Kamis siang (3/1/2019).

Sosok yang dikenal tegas dan juga kocak (suka bercanda) mengaku, pihaknya sekaligus mengajak Salahudin ingin bersilaturrahmi bersama Salahudin dengan pihak Management Visioner baik di kantor redaksi Media Online tersebut maupun di rumah pribadinya Rizal AG selalu Pimprednya.

“Hanya saja, sampai saat ini saya masih berada  di Mataram-NTB guna mengikuti kegiatan penting. Insya Allah sepulang dari Mataram, kami akan bersilaturrahmi dengan pihak Management Visioner. Tujuannya, lebih kepada Silaturrahmi, saling menghargai sesama, dan Rizal AG merupakan salah satu Wartawan senior yang juga sahabat saya, serta sudah sangat lama saling kenal,” tandas pria yang juga dekat dengan sejumlah Tokoh Donggo termasuk Drs. H. Mustahid H. Kako, MM (Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima) ini.

Muhtar, SH, Caleg DPRD NTB Nomor Urut 10
Periode 2019-2024 Dari PKB
Muhtar kemudian menghimbau, kepada seluruh personil Satpam yang bernaung dibawah panji PT. Securindo Larazi agar mengambil hikmah penting dari peristiwa dimaksud. Etika, tutur kata, sikap, perilaku dan perbuatan harus mampu diterjemahkan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai sebagai Pengamanan di manapan ia ditempatkan.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa Satpam harus mampu menjadi cerminan, jaga sikap, tutur kata, perilaku dan tindakan.  Dan saya ingatkan kepada seluruh personil Satpam yang bernaung dibawah panji PT. Securindo Larazi, posisikan ketegangan seperti yang terjadi dengan Pimpred Visioner sebagai Mitra Kerja itu sebagai yang pertama dan terakhir. Intinya, Satpam tidak boleh bersinggungan dengan siapapun, sebaliknya tentu saja akan berhadapan dengan sanksi tegas dari Perusahaan ini (PT. Securindo Larazi, Red),” imbuhnya.

Terkait Salahudin, terlepas telah berakhir dengan permohonan maaf serta saling memaafkan-selanjutnya pihaknya akan melakukan pembinaan secara internal. Tujuan utamanya, diakuinya agar kedepan lebih memahami sekaligus memaknai Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) sebagai seorang Security (Satpam). “Khilaf dan dosa memang berjalan seiring dengan kehidupan manusia.  Tetapi, hal itu harus diusahakan untuk tidak berulang-ulang. Soal Salahudin, tentu saja akan kami bina secara internal,” janjinya.

Ia pun mengapresiasi dan berterimakasih kepada Managemen Visioner, sebab dengan gambang dan tegas menolak keras serta siap memasang badan untuk menyelamatkan Salahudin dari upaya pemecatan oleh Perusahaan dimaksud atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Oleh karenanya, Muhtar menghargai sekaligus berterimakasih kepada Management Visioner, dan kemudian berjanji bahwa pihaknya tidak akan melakukan pemecatan terhadap yang bersangkutan. “Atas nama Perusahaan, kami sangat sepakat bahwa pertimbangan kemanusiaan mutlak untuk dikedepankan dalam menyikapi masalah ini.

Untuk itu, ia kemudian berharap agar isu bahwa Salahudin akan dipecat oleh Perusahaan tersebut seperti yang berkembang di Medsos segera dihentikan. Sebab, isu tersebut ditudingnya sangatlah tidak mendasar. “Kepada semua pihak, kami berharap agar tidak terus menyulut ketegangan. Sebab, akar permasalahannya sudah jelas dan semuanya sudah clear (usai). Sekali lagi,  jelaskan bahwa Salahudin hanya akan dibina secara internal-bukan dipecat,” tuturnya.

Secara terpisah, Pimpred Media Online Visioner yakni Rizal AG menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi itu telah usai melalui permohonan maaf dan saling memaafkan. Salah satu Wartawan senior yang dikenal tegas, berani, komunikatif dan cenderung memposisikan penanya pada sesi realitas kehidupan sosial masyarakat, kasus-kriminal, Politik, pembangunan dan lainnya ini menyatakan enggan menjamah masalah pro-kontra terkait peristiwa yang sudah terjadi itu.

“Publik mendukung dan menyerang Media khususnya di Medsos, tentu saja masing-masing memiliki pertimbangan. Kita tidak boleh memaksa setiap orang untuk berfikir sama dengan kita, pun demikian sebaliknya. Kebenaran menurut kita, belum tentu benar menurut mereka. Tetapi kebenaran yang sesungguhnya, ditentukan oleh Allah SWT dan orang-orang yang saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk yang ikut menyaksikannya,” jelasnya dengan nada ramah.

Adanya pengakuan kesalahan dengan tanpa dipaksa oleh setiap orang yang melakukan sesuatu, menurutnya bukan tanpa alasan dalam sudut pandang akademic, rasional, terukur dan bertanggungjawab. Rizal mennandaskan, pada sebuah peristiwa yang terjadi itu, Visioner memiliki kesalahan. Yakni, tidak mengungkap rangkaiannya secara fullgar atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Maksudnya, ada rangkaian peristiwa yang sengaja dipenggal pada pemberitaan yang telah dipublikasi dan juga dikonsumsi oleh publik itu.

Pimred Media Online Visioner, Rizal AG
“Mereka menyerang mungkin saja karena kurang memahami peristiwanya secara utuh, dan atau saat itu tidak ada di lokasi kejadian. Tetapi, mungkin saja mereka akan berskap beda ketika seluruh rangkaian peristiwa itu dipublikasi secara fullgar.Tetapi, sebaiknya kita sudah semuanya karena semuanya sudah diakhiri lewat jalur-jalur kemanusiaan,” ujar sosok Jurnalis yang dikenal komunikatif, supel, tidak sombong, cerdas, punya kemampuan dan diakui tidak pernah kalah dalam pertarungan Politik di baik di Pilgub NTB, maupun dalam sejarah Pilkada Kota dan Kabupaten Bima ini.

Rizal kembali menandaskan, beberapa jam pasca pemberitaan terkait ketegangan tersebut sempat ditelephone oleh beberapa orang keluarga yang bersangkutan, salah satunya adalah Sekretaris Desa Tonggorisa. Mereka, diakuinya meminta kebijakan Management Visioner untuk bersikap bijak dan menolong agar Salahudin tidak dipecat oleh Perusahaannya. Karena menurut keluarganya tersebut, Salahudin adalah warga yang hidup dalam kondisi ekonomi sangat lemah.

“Kepada mereka, saya berjanji untuk pasang badan agar Salahudin tidak dipecat oleh pihak Perusahaannya. Kepada mereka, juga saya jelaskan bahwa kita ini sama-sama miskin. Tetapi sebagai orang miskin, kita harus tetap merendah. Dan kepada mereka pula, saya berpesan agar menyampaikan permohonan maaf serta sembah sujud saya kepada kedua orang tuanya Salahudin. Dan atas nama saudara, Insya Alllah dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan Salahudin,” paparnya.

Sngkatnya, dibalik peristiwa itu diakuinya memiliki hikmah dan makna yang amat penting. Salah satunya kata Rizal, seorang wartawan miskin bertemu dengan seorang warga status kehidupan sosial senada. Dan, dari peristiwa itulah awal dari terciptanya rasa persaudaraan-kekeluargaan antar keduanya.

“Saya lahir di gunung, tepatnya di Desa Kala Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang kebetulan berdomisili di Kota. Salahudin adalah warga Desa Tonggorisa Kabupaten Jadi, saya dengan beliau sama-sama anak Desa. Yang membedakan adalah, Donggo itu berada di puncak gunung, sementara letak geografis wilayah Tonggorisa itu sangatlah rata alias tidak seperti di tanah kelahiran saya. Singkatnya, saya sampaikan terimakasih kepada peristiwa yang terjadi. Sebab, lewat hal itu terjalin hubungan bersaudaraan antara saya dengan Salahudin dan keluarganya. Mohon maaf atas segala keterbatasan, sebab itu adalah sifat dasarnya setiap orang. Jangan berkecil hati atau berlebihan, sebab posisi kita sama di mata Allah SWT,” pungkasnya.  (GILANG/AL/NANA/BUYUNG/WILDAN)

No comments

Powered by Blogger.