Header Ads

Jelang Pilkada Kabupaten Bima, Sampai Sejauh Ini Dinda Belum Punya Kompetitor “Tangguh”

Berpotensi Besar Akan Kembali Berpasangan Dengan Dachlan
Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (Dinda)
Visioner Berita Kabupaten Bima-Jabatan Bupati-Wakil Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE-Drs. H. Dachlan M. Noer (Dinda-Dachlan) tercatat sudah tiga tahun lebih sedikit. Terlepas masih ditemukan adanya kekurangan di berbagai bidang pembangunan, setidaknya juga tercatat adanya sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh Dinda-Dachlan dalam kurun waktu tiga tahun lebih menjabat sebagai Bupati-Wakil Bupati Bima.

Sisa kepemimpinan keduanya, tentu saja akan diisi dengan program-kegiatan penting khususnya di bidang pembangunan baik fisik maupun non fisik. Sementara sekitar dua tahun lagi, masyarakat Kabupaten Bima akan kembali dihadapkan dengan pesta rakyat bernama Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bima. Dan dalam kaitan itu, Dinda dipastikan akan kembali maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bima.

Catatan Visioner menjelaskan, predikat sebagai Ketua DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Bima setidak menjadi salah satu modal politik paling penting bagi Dinda untuk memastikan diri maju sebagai Calon Bupati Bima periode 2021-2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Pertanyaan tentang siapa kompetitor yang dianggap tangguh untuk melawan Dinda pada kancah pesta demokrasi tergolong spektakuler tersebut, hingga detik ini belum juga muncul.

Padahal, rentan waktu bagi pelaksanaan pesta demokrasi tersebut dinilai semakin mendekat. Oleh karenanya, banyak pihak yang menyebutkan bahwa sampai sejauh ini Dinda sedang dihadapkan dengan “kemiskinan kompetitor” pada ranah Pilkada Kabupaten Bima. Untuk itu, pihak-pihak dimaksud mengamati bahwa potensi Dinda untuk kembali menjadi Bupati Bima sangatlah besar.

Kendati usia Dinda masih tergolong muda, sejumlah pihak tersebut menilai bahwa Dinda sangat matang pada konteks politik. Tak hanya itu, Dinda disebut-sebut memiliki kematangan emosional. Indikatornya, Dinda tidak cenderung tersenyum ketika dihantam dengan berbagai cara oleh “sekelompok orang”. Hal itu dianggap sebagai cerminan semakin dewasanya Dinda sekaligus membuktikan kematangannya dalam bersikap.

Kelebihan lain yang melakat dalam diri Dinda, juga terletak dari sentilan sejumlah orang terkait Ijazah SMA Paket C, namun selanjutnya ia berhasil menggelar sebagai Sarjana Ekonomi (SE) pada salah satu Kampus legal di Bima-sebut saja Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE). Tak hanya itu, kelebihan lain yang dimiliki Dinda juga terlihat pada kepekaannya pada sisi sosial (kesolehan sosial alias membantu orang tanpa pamrih) baik menggunakan anggaran pribadinya maupun dana dari Pemerintah. Salah satunya, Dinda sering membantu warga-warganya yang sakit dengan uang pribadi.

Drs. Amirudin misalnya, cenderung memaknai bahwa dibalik kekurangan yang melekat dalam diri Dinda juga terdapat banyak kelebihan yang jarang dimiliki oleh mantan Pemimpin lainnya di Kabupaten Bima.

“Ia semakin santai dengan keadaan kendati dicerca dengan berbagai cara. Ini membuktikan bahwa Dinda semakin dewasa dan matang dalam berpolitik. Maaf, dari disi kesolehan sosial hanya mantan Bupati Bima Drs. H. Zainul Arifin yang mirip dengan Dinda. Dari sisi keberhahasilannya, setidaknya tercermin pada keberhasilan Dinda-Dachlan memindahkan Ibukota Kabupaten Bima ke Kecamatan Woha, membangun Masjid Agung dan sejumlah piagam penghargaan dari Pemerintah pusat,” tandas Amir.

Dengan sisa kepemimpinan sekitar satu setengah tahun lagi, potensi Dinda-Dachlan akan membuat terobosan-terobosan yang erat kaitannya dengan kebutuhan rakyatnya dinilai sangat terbuka lebar. Jika sisa waktu itu dimanfaatkan dengan baik oleh Dinda-Dachlan, tentu saja dinilainya akan “mempersempit” ruang kompetitor pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026.

“Bangunan komunikasi politik dengan sejumlah Parpol untuk beraviliasi pada Pilkada disaat ia masih berkuasa, juga sangatlah besar. Dengan “kemiskinan kompetitor” yang terjadi saat ini, maka bagunan-bangunan politik tersebut akan bisa dilakukan dengan cara mudah oleh Dinda. Sekali lagi, saya mengamati bahwa Dinda memiliki peluang besar untuk kembali menjadi Bupati Bima,” ujar Amir.

Kecerdasan Dinda dalam menyikapi berbagai persoalan yang “menyerangnya’, diakuinya tidak dengan perlawanan. Tetapi, hal tersebut dijadikannya sebagai ruang besar dan kemudian menjawabnya dengan sikap nyata.

“Di saat ketengangan yang terjadi layaknya peristiwa yang terjadi di Sape belum lama ini, terlihat dengan mudahnya Dinda masuk dan bertemu langsung dengan masyarakatnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa dibalik penyerangan, justeru kian besar tingkat penerimaan masyarakat terhadap Dinda. Sah-sah saja kita menyatakan bahwa Dinda hanya cukup satu periode menjadi Bupati Bima, namun faktanya sampai dengan detik ini ia masih disambut baik oleh masyarakatnya di berbagai wilayah. Ya, penolakan dari “sekelompok orang” tidak bisa distigmakan bahwa itu adalah penolakan dari masyarakat secara mayoritas,” duganya.

Menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan berpasangan Dinda, Amir menduga bahwa ia akan kembali berpaketan dengan Dachlan. Pasalnya, sejak dulu hingga detik ini Dinda-Dachlan kerap turun bersamaan pada tiap kunjungan ke wilayah-wilayah di Kabupaten Bima.

“Gerakan-gerakan kecil yang terjadi yang menyebutkan bahwa Dachlan akan maju sendiri sebagai Calon Bupati, bisa dinilai pada dua hal. Yakni, Dachlan akan benar-benar maju sendiri dan atau sebuah strategi politik yang akan tetap memantapkan keduanya untuk kembali berpasangan pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026. Maaf, ini sekedar dugaan saja. Tetapi, saya mengamati bahwa Dinda-Dachlan akan kembali berpasangan. Namun, hal itu tentu akan kita saksikan secara bersama-sama,” ujarnya.

Amir menandaskan, pada Pilkada sebelumnya Dinda-Dachlan sungguh dengan mudahnya menumbangkan incumben yang didukung oleh banyak Parpol. Padahal, saat itu Dinda belum berkuasa tetapi cerdas dan mampu tampil sebagai politisi wanita pertama di Indonesia bagian timur yang menjadi Bupati. "Saat belum berkuasa saja Dinda telah membuktikan keberhasilannya, apalagi sekarang yang bersangkutan sedang berkuasa," terangnya.

Secara terpisah, Wakil Sekretaris DPD 2 Partai Golkar Kabupaten Bima yakni Dafula menjelaskan tentang kepastian Dinda untuk kembali maju sebagai Calon Bupati Bima periode 2021-2026. Selain itu, Dafula juga membeberkan bahwa sekitar 80 porsen Dinda akan kembali berpasangan dengan Dachlan. “Ya, potensi Dinda akan kembali berpasangan dengan Dachlan sangatlah besar. sekali lagi, sekitar 80 porsen keduanya akan berpaketan pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026,” jelas Dafula kepada Visioner, senin (25/2/2019).

Menjawab pertanyaan tentang siapa kompetitor tangguh yang akan berhadapan dengan Dinda pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026, dafula mengaku sampai detik ini belum juga ditemukan. Oleh karena itu, perkembangan dinamika politik jelasng pesta demokrasi tersebut dinilainya “berbeda” dengan sebelumnya. “Kami menyakini bahwa Dinda akan kembali menjadi Bupati Bima periode 2021-2026. Pasalnya, sampai sejauh ini Dinda belum memiliki kompetitor,” ucapnya.

Jelang Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026, Dafula memastikan bahwa Dinda akan diusung oleh partai Golkar jika merujuk pada sejumlah pertimbangan rasional. “Golkar sudah pasti mengusung Dinda menjadi Calon Bupati Bima periode 2018-2023. Dan saat ini, sudah ada juga Parpol lain yang akan beraviliasi dengan Golkar ke arah itu. Namun, hal itu tidak bisa kami beberkan melalui Visioner,” sebutnya.

Isyarat tantang Dinda-Dachlan akan kembali berpasangan pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2021-2026, juga terjkuak paqda sebuah moment penting yang diselenggarakan oleh Pemkab Bima beberapa waktu lalu. Hanya saja, pada moment tersebut Dinda tidak mengucapkannya secara fullgar dihadapan banyak orang. Kecuali, saat itu Dinda dominan memuji tentang kiprah Dachlan yang tidak kenal pasrah-lelah dalam mewujudkan kinerja terbaiknya sebagai Wakil Bupati Bima. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.