Header Ads

Kado Ramadhan 1440 Dari Gubernur NTB Untuk Kota Bima

Gubernur NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti Juga Terjun ke Kegiatan Karya Bhakti
Moment Penyerahan Bantuan Oleh Gubernur NTB Kepada Walikota Bima Usai Sholat Taraweh Berjamaah di Masjid Baitul Hamid Penaraga Kota Bima (23/5/2019)
Visioner berita Kota Bima-Kamis (23/5/2019), Gubernur NTB Dr. H. Zhilkieflimansyah berserta rombongannya melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1440 di Kota Bima. Rombongan Gubernur NTB ini juga melibatkan Danrem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani SH, M.Han, kapolda NTB yang didelegasikan kepada Dir Binmas, Kombes Pol Beny Basyir, S.IK dan sejumlah Kepala SKPD/OPD NTB serta Sekda NTB pula.

Liputan langsung Visioner menjelaskan, usai melaksanakan kegiatan buka puasa bersama (Bukber) sekaligus Sholat Maghrib berjama’ah di rumah Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE-rombongan langsung bergegas ke Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba.

Di Masjid tersebut, rombongan yang melibatkan Walikota Bima, Sekda setempar, FKPD Kota Bima serta seluruh Kepala SKPD/OPD melaksanakan kegiatan Sholat Taraweh bersama. Sambutan masyarakat terhadap rombongan ini dinilai luar biasa.

Betapa tidak, Masjid Baitul Hamid terlihat full baik di dalam maupun di luarnya karena dipenuhi oleh para jama’ah baik pria maupun wanita. Usai kegiatan ibadah Sholat Taraweh berjama’ah dilaksanakan, Gubernur NTB menyerahkan sejumlah bantuan dengan total nilai Miliaran Rupiah.

Diantaranya Bantuan untuk pembangunan Masjid sebesar Rp10 juta darui Baznas NTB, bantuan berupa kain sarung dan Alqur’an dari OPD NTB, Dinas Peternakan dan Kesehaan Hewan NTB, Bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan NTB yang meliputi kegiatan pemberdayaan pekarangan untuk 22 Kelompok dan kegiatan pembangunan Desa Mandiri Pangan untuk 1 Desa/Kelurahan dengan total nilai Rp970 juta, Bantuan dari Dinas Sosial NTB berupa  40 paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk 400 KK dengan total nilai Rp800 juta.

Tak hanya itu, Gubernur NTB juga menyerahkan bantuan dari Dinas Pertanian NTB yang diterima secara simbolis oleh Kadis Pertanian Kota Bima. Bantuan tersebut yakni padi hibrida untuk luas lahan 500 Ha sebesar Rp122,5 juta, jagung hibrida untuk luas lahan 500 Ha sebesar Rp462,5 juta, traktor roda dua sebanyak 2 unit seharga Rp50.410 juta, dan Pompa air sebanyak 4 unit dengan total nilai sebesar Rp31.445 juta, bibit mangga sebanyak 25 pohon, bibit nangka prabu sebanyak 25 pohon, bibit rambutan sebanyak 25 pohon, bibit manggis sebanyak 25 pohon dan bibit kelapa sebanyak 25 pohon.

Moment Foto Bersama Usai Momen Buka Puasa Bersama di kediaman Walikota Bima (23/5/2019)
Tak hanya itu, Gubernur NTB ini juga menyerahkan bantuan berupa buku yang bersumber dari Dinas Perpustakaan NTB. Walikota juga menyerahkan bantuan kepada Pengurus TPQ Masjid Baitul Hamid sebesar Rp5 juta. Tak Hanya itu, Walikota Bima juga menyerahkan bantuan untuk Imam masjid tersebut sebesar Rp1,2 juta dan bantuan bagi Bilal serta marbot masing-masing Rp1 juga. Selain itu, Walikota Bima juga menyerahkan bantuan dari Majelis Ta’lim Uswatun Hasanah Kota Bima berupa 10 lembar sarung, Alqur’an 10 eksemplar, Mukenah 25 lembar dan Iqro sebanyak 10 eksemplar untuk Pengurus Masjid Baitul Hamid. Masih dari Walikota Bima untuk Masjid Baitul Hamid, yakni 2 lembar karpet sajadah dari Baznas Kota Bima.

Usai menyerahkan bantuan tersebut Walikota Bima H. Muihammad Lutfi, SE menyataka apresiasi dan terimakasihnya kepada jama’ah. “Malam ini juga Hadir Pak Gubernur NTB berserta rombongannya dengan tujuan bersilaturrahmi dengan kita semua. Sebab, Jum’at (24/5/2019) Gubernur NTB beserta rombongannya akan melaksanakan kegiatan safari Ramadhan di Kabupaten Bima. Selain itu, saya atas nama Walikota Bima menyatakan terimakasih serta kebanggaan terhadap Gubernur NTB karena telah memberikan beragam bantuan untuk Kota Bima dan masyarakatnya,” jelas Lutfi dengan nada singkat.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya menyatakan bahwa Misi menuju NTB Gemilang bukan sekedar wacana beleka. Tetapi, hal itu akan dilaksanakan secara bertahap. “Insya Allah kita akan terus berdo’a dan berjuang guna mewujudkan cita-cita NTB Gemilang,” papar Dr. Zul.

Suasana Buka Puasa Bersama di Kediaman Walikota Bima (23/5/2019)
Zul kemudian menyinggung masalah Pemilu yang dilaksanakan secara serentak tahun 2019. Pemilu serentak baik Pileg maupun Pilpres telah usai. Proses politik tersebut, diakuinya telah berjalan dengan lancar dan baik walau ditemukan adanya kekurangan. Jika ada. “Jika ada yang keberatan, tidak perlu menggelar aksi demo besar-besaran. Jika ada kecurangan ya bawa saja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dan kebetulan Ketua MK, kan orang Bima asli,” jelas Zul.

Didepan ribuan jama’ah Masjid Baitul Hamid tersebut, Zul mengungkap bahwa tidak ada yang menyangka bahwa dirinya bisa menjadi Gubernur NTB periode 2018-2023. “Awalnya saya ikut sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten berpasangan dengan Hj. Marisa Haque (Cagub). Namun, kami kalah dari Ratu Atut. Dan saat berada di sana, banyak orang Bima yang bertanya asal saya dari mana. Setelah mereka tahu bahwa saya asli Sumbawa, akhirnya mereka mendukung saya. Dan selama tiga periode di DPR RI hampir semua orang Bima mendukung saya. Politik identitas memang perlu, tetapi tidak harus menghilangkan kejernihan,” terang Zul.

Lagi-Lagi Zul menyatakan, awalnya tidak punya niat untuk maju sebagai Cagub NTB berpasangan dengan Hj. Siti Rohmi Jalila (Cawagub). Namun orang di Pulau Sumbawa menegaskan bahwa di wilayah ini bukan saja memiliki potensi sumber daya alam (SDA) berupa madu dan susu kuda liar-namun juga memiliki SDM yang sangat mumpuni. “Maka dengan Bismillah saya dabn Ibu Rohmi maju dan Alhamdulillah menang menjadi  Gubernur-Wagub NTB periode 2018-2023.Mudah-mudahan suatu saat ini akan ada orang NTB yang menjadi Presiden RI,” harap Zul.

Harapan seluruh masyarakat di NTB agar Guber-Wagub NTB agar mengunjungi seluruh Desa di NTB, dijanjikannya akan tetap dilaksanakan. “Karena saat Pilgub NTB saya sudah pernah melakukan itu, maka hal yang sama akan tetap dilaksanakan setelah menjadi Gubernur NTB. ZuRo sesungguhnya bukan Gubernur-Wagubnya orang Pulau Sumbawa. Tetapi, milik seluruh  masyarakat NTB. Untuk mengelilingi seluruh Desa yang ada di NTB, tentu saja membutuhkan Gubernur-Wagub yang muda serta memiliki semangat dan tenaga,” paparnya.

Gubernur NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti Berdialog dengan Warga Usai Kegiatan Karya Bhakti di Penatoi
Diakuinya pula, silaturrahmi serta penyerahan bantuan di Masjid Baitul Hamid Kota Bima ini merupakan salah satu bukti dari janji ZuRo pada saat proses pelaksanaan Pilgub NTB. “NTB dengan Kota Bima akan terus direkatkan lagi. Selanjutnya, Kota Bima diharpakna dapat menjaga-melestarikan keamananan dan mudah-mudahan Investor bisa masuk ke daerah ini,” harap Zul.

Lepas dari itu, pada Jum’at pagi (24/5/2019) sekitar pukul 8.30 Wita Gubernur NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti melaksanakan kegiatan karya bhakti di Masjid Abubakar Ash Shiddiq yang berlokasi di RT 11/03 Kelurahan Penatoi Kota Bima. Pada kegiatan itu, juga melibatkan Dandim 1608 Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra.

Ratusan personil TNI dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan karya bhakti ini. Bentuknya, yakni merapikan tumpukan tanah dan kerikil pada bagian luar Masjid ini. Maksudnya, tumpukan tanah dan kerikil tersebut diangkut menggunakan karung dan kemudian ditabur di bagian luar konstruksi bangun Masjid.

Kerja bhakti ini juga meibatkan warga sekitar dan berakhir sekitar pukul 10.30 Wita. Sebelum meningglkan lokasi karya bhakti, baik Gubernur NTB maupun Danrem 162/Wira Bhakti menghimbau kepada warga setempat agar bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas Kota Bima yang kondusif. Sementara terkait dengan 7 orangw arga setempat yang diciduk oleh Densus 88, Gubernur NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti akan melakukan komunikasi dengan pihak Polri.

Kegiatan Karya Bhakti TNI (Kodim 1608 Bima) di Masjid Abubakar Ash Shiddiq (24/5/2019)
Oleh karenanya, Gubernur NTB dan Danrem 162 Wira Bhakti meminta agar warga setempat tetap tenang. Pun Gubernur NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti memastikan bahwa saat ini sejumlahw arga yang diciduk oleh Densus tersebut, saat ini masih aman-aman saja. Sedangkan apa yang dilakukan oleh pihak Densus 88 terhadap 7 orang warga tersebut, diakui tidak memiliki korelasi dengan Tupoksi Gubernur NTB maupun Danrem 162/Wira Bhakti.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) warga setempat yakni Abdul Gafar menyatakan keheranannya atas penangkapan 7 orang warga tersebut oleh pihak Densus 88. Pasalnya, pihak Densus 88 sama sekali tidak pernah menjelaskan kepada pihaknya tentang latar belakang dari pencidukan terhadap 7 orang warga itu pula.

“Permintaan menjaga sistuasi Kamtibmas daerah ini tetap dalam keadaan kondusif, tentu saja kami sambut dengan baik. Tetapi pada sesi yang lain, teman-teman kami diciduk tanpa menjelaskan terlebih dahulu tentang pokok permasalahannya. Oleh karena itu, tolong pastikan jaminan keamanan kepada teman-teman kami yang telah diciduk itu.Tolong dicatat, kami tidak seperti yang ditudingkan oleh mereka. Buktinya, kami menyambut dengan baik kegiatan karya bhaktin ini,” tegas Gafar. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.