Header Ads

Sehari Usai Mencaci-Maki Walikota Bima, Syahwan Nangis dan Minta Maaf di Ruang Sekda

Sekda Kota Bima, Drs. H. Muhtar Landa, MH
Visioner Berita Kota Bima-Berita tentang salah satu Kabid yang baru diangkat pada Sat Pol PP kota Bima, Muhammad Syahwan yang menyerang Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dengan kata-kata kotor di Media Sosial (Medsos) hingga kini masih menjadi topik terpanas. Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE berjanji akan menurunkan jabatan Syahwan ke level paling rendah.

Tak hanya itu, Lutfi juga menyatakan akan mengiring Syahwan ke proses hukum karena telah melakukan pencemaran nama baik melalui Medsos. Namun sebelum langkah-langkah tegas tersebut dilakukan, terlebih dahulu pihaknya akan memanggil Sahwan untuk diperiksa sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam UU ASN.

Menariknya, ditengah kian memanasnya suasana yang dipicu oleh peristiwa itu namun pada Kamis (16/5/2019) spontan saja muncul sesuatu yang sangat menarik. Yakni, Syahwan menangis kemudian meminta maaf atas apa yang dilakukannya terhadap atasannya (Walikota Bima). Permintaan maaf tersebut, berlangsung di ruang kerja Sekda Kota Bima Drs. H. Muhtar Landa, MH disaat Syahwan diperiksa oleh Tim yang melibatkan Sekda, BKD, Asisten 1, Kabag Hukum dan Asisten 3 Setda setempat.

“Ya, tadi dia sudah diperiksa di ruangan ini oleh Tim. Saat diperiksa, dia sempat mencucurkan air mata, meminta maaf dan kemudian menyesali perbuatannya,” ungkap Muhtar Landa kepada Visioner, Kamis (16/5/2019).

Fahat (Paling Kriri) bersama Penasehat Hukumnya di ruang SPKT Polres Bima Kota (16/5/2019)
Syahwan mulai diperiksa oleh Tim yakni sekitar pukul 10.20 Wita dan berakhir sekitar pukul 11.35 Wita. Pada saat pemeriksaan berlangsung ungkap Sekda, Syahwa mengakui perbuatannya dalam bentuk menyerang Walikota Bima dengan kata-kata kotor di Medsos. “Semua yang dilakukannya di Medsos itu termasuk menyentuh wilayah Rasis pun diakui oleh Syahwan. Selain menyadari kesalahan dan kemudian menyesalinya, Syahwan juga berjanji akan mempertanggungjawabkannya,” beber Sekda.

Intinya, Sekda menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Syahwan atas perintah Walikota Bima telah dilakukan. Hasil pemeriksaan tersebut, tentu saja akan diserahkan kepada Walikota Bima pula. “Maka langkah selanjutnya adalah tergantung Pimpinan Daerah. Dan hasil pemeriksaan tehadap Syahwan juga akan kami sampaikan kepada Pimpinan Daerah pula,” ujar Sekda.

Muhammad Syahwan
Dan pada moment pemeriksaan tersebut, Syahwan menjelaskan bahwa menyerang Walikota Bima dengan kata-kata kotor lebih karena faktor emosinya yang tidak bisa ditahan-tahan. “Dia mengaku melakukan hal itu karena emosi. Dia juga mengaku emosi karena banyak teman-temannya yang digeser oleh Walikota Bima. Namun, dia tidak menjelaskan tentang identitas teman-temannya dimaksud,” pungkas Sekda.

Secara terpisah Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE mengungkap bahwa pada Rabu malam (15/5/2019) Syahwan sudah meminta maaf. Permintaan maaf Syahwan kepada Walikota Bima pada malam itu, yakni melalui saluran seluler. Pasalnya, pada Rabu malam Walikota Bima sedang berada di Jakarta. “Ya dia sudah meminta maaf kepada saya. Sebagai manusia tentu saja saya harus memaafkannya. Namun, upaya memproses Syahwan tetap berjalan,” tegas Lutfi.

Pada pihak lain, Syahwan harus berhadapan dengan laporan Fahat dan Adi Ahwan di Mapolres Bima Kota. Pada Kamis sore sekitar pukul 16.00, Fahat dan Adi Ahwan yang didampingi oleh Pengacaranya yakni Gufran SH mendatangi SPKT Polres Bima Kota untuk tujuan melaporkan Syahwan secara resmi.

Laporan tersebut,yakni menyusul penghinaan yang dilakukan oleh Syahwan melalui Medsos. Pada moment pembuatan laporan tersebut, kedua pelapor ini juga didampingi oleh Ketua GP Ansor Kota Bima, Rafik M. Rum dan sejumlah sahabat serta kerabatnya. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.