Header Ads

Capaian PAD Semester Pertama Pemerintahan Lutfi-Feri Tembus Angka 53,33 Porsen

Kepala BPKAD Kota Bima, Drs. Zainudin

Visioner Berita Kota Bima-Semester I triwulan II raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima dibawa pimpinan Walikota-Wakil Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri) pada semester pertama tahun 2019 sukses menembus menembus angka 53,33 porsen. Capaian PAD tersebut, diakui telah melampaui batas target yang ditentukan hingga semester I.

Hal tersebut sesuai hasil monitoring dan evaluasi yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui BPKAD setempat terkait penyerapan APBD triwulan II tahun anggaran 2019 pada  Rabu lalu ini. Pun hal itu disampaikan  oleh Kepala BPKAD Kota Bima, Drs Zainuddin, capain PAD Kota Bima per sementer II ini yakni Januari-Juni 2019 sudah mencapai 53,33 persen atau senilai Rp. 26.673.156.676,55 dari target senilai Rp. 50.011.051.255,20.

Capaian ini pastinya tuturnya, penunjang utama capaian PAD adalah dari BPKAD setempat. Sebab, dari beberapa OPD, BPKAD tertinggi hingga mencapai 70 persen realiasasi PADnya. Jika dilihat dari progres capaian PAD pada masing-masing OPD, selain BPKAD dan Dikbud rata-rata belum mampu mencapai 50 persen. Padahal, pada evaluasi di triwulan II atau semester pertama, capaian PAD harus mencapai 50 persen.

"BPKAD yang lebih dari target. Hingga kini capaian PAD sudah mencapai 70 persen sehingga mampu mendongkrak capaian PAD Kota Bima. Sedangkan Dikbud realisasinya mencapai 65 persen," ungkapnya.

Sementara di OPD lain tandasnya, Dinas Pariwisata 44,51 persen, Dikes 39,68 persen, Bagian Umum 37,64 persen, Dinas Kominfo 37,29 persen, Dinas Pertanian 33,56 persen, DKP 24.90 persen, Koperindag 23,17 persen, PUPR 22,73 persen, DLH 16,34 persen. “Untuk dinas Perhubungan ada perubahan target. Sebab, dua obyek PAD tidak lagi ditangani Dinas Perhubungan, seperti parkir di pasar Amahami dan Lawata,”jelasnya.

Merujuk pada hal itu, Zainudin mengaku sangat yakin bahwa dalam beberapa bulan kedepan akan ada peningkatan pendapatan. Sebab, belanja modal Pemkot Bima Bima baru terealisasi 4,94 persen. “Belanja modal kita masih rendah dibanding belanja pegawai,” tandasnya. (GILANG/FAHRIZ/RUDY)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.