Header Ads

Kegiatan Kemanusiaan FPKT, Dari Donor Darah Hingga Doorprize

     Kegiatan Donor Darah Oleh FPKT Kota Bima di Halaman Gedung Paruganae Convention Hall (6/10/2019)
Visioner Berita Kota Bima-kekurangan darah yang dirasakan oleh pihak RSUD Bima maupun RS Asakota Kota Bima untuk melayani pasien, bukan sekedar wacana. Tetapi, fenomena yang satu inin adalah nyata dan terjadi sejak lama bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Seiring dengan hal itu, berbagai organisasi dan Instansi termasuk Kodim 1608 Bima belum lama ini menggelar aksi donor darah menyambut HUT TNI ke-74 tahun 2019. Puluhan kantung darah berhasil diperoleh melalui moment tersebut. Darah yang diperoleh, selanjutnya diserahkan kepada pihak UTD RSUD Bima.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Yayasan Al Muhsini Kota Bima yang bekerjasama dengan sejumlah organisasi. Puluhan kantung darah berhasil diperoleh dan selanjutnya diserahkan kepada UTD RSUD Bima. Minggu (6/10/2019), Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kota Bima dibawah kendali Dita Pravitasari (Dita) memusatkan kegiatan kemanusiaan di lapangan Paruganae Convention Hall Kota Bima dan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan, salah satunya (Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), PMII dan lainya.

Kegiatan kemanusiaan ini meliputi donor darah, sunatan massal dan penyerahan doorprize kepada warga berupa dispencer dan lainnya. Pada momen donor darah, sedikitnya lebih dari 20 kantong dan selanjutnya diserahkan kepada UTD RSUD Bima. Kegiatan donor darah ini, sukses menghadirkan berbagai organisasi.

“Ini kegiatan kesekian kalinya yang dilakukan oleh FPKT Kota Bima. Hari ini lebih dari 20 kantung darah yang berhasil kami peroleh dans elanjutnya akan diserahkan kepada UTD RSUD Bima. Karena, kekurangan darah untuk melayani pasien di RSUD Bima masih sangat dirasakan sampai hari ini,” ujar Ketua FPKT Kota Bima tersebut.

                                                                 Ketua FPKT Kota Bima, Dita Pravitasari
Sebelumnya, pihaknya berhasil memperoleh sekitar 40 kantung darah melalui kegiatan donor darah yang dilakukan oleh FPKT di Kelurahan Na’e Kota Bima. “Rencananya kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti donor darah dan sunatan massal serta lainnya akan tetap kami laksanakan. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mensuport kegiatan kemanusiaan ini,” papar Dita.

Dita kemudian menjelaskan, pada kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di halaman Paruganae Convention Hall Kota Bima tersebut, juga digelar sunatan massal. Pada kegiatan ini, sejumlah anak telah disunat secara gratis. “Banyak anak yangtelah dilayani secara gratis melalui kegiatan sunatan massal ini. Insya Allah, kegiatan ini akan terus FPKT galakan di seluruh wilayah Kota Bima, doakan saja ya,” terang Dita.

Bertepatan denghan kegiataan kemanusiaan tersebut, FPKT Kota Bima juga mendroop air bersih di wilayah Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Jumlah air yang didrooping di tinga titik di RT02 Kelurahan Dara tersebut adalah satu unit mobil tangky. Upaya kemanusiaan tersebut, dilakukan oleh pihaknya karena sampai dengan harin ini warga di sana masih sangat memburuhkan air bersih. “Alhamdulillah warga di sana menyambut baik kegiatan pendroopan air bersih oleh FPKT ini,” tandas Dita.

             Warga Dara Ramai-Ramai Menerima Air Bersih Yang Didrooping Oleh FPKT Kota Bima (6/10/2019)
Liputan langsung Visioner pada moment yang digelar oleh FPKT di halaman Paruganae Convention hall tersebut melaporkan, soal donor darah misalnya bukan hanya warga biasa yang phobia (takut) pada jarum suntik. Tetapi, fenomena unik yang satu ini juga muncul dari beberapa orang bidan maupun perawat. Maksudnya, mereka tidak berani mendonor darahnya karena alasan takut terhadap jarum suntik. Dan ada pula yang mengaku belum terbiasa mendonorkan darahnya.

Padahal, catatan –penting Visioner dari penjelasan sejumlah personil Dokter menegaskan bahwa donor darah selain bermanfaat bagi pihak penerima manfaat juga mampu memperlancar sirkulasi darah pagi pelaku pendonornya. Tak hanya itu, donor darah sangat baik bagi kesehatan baik pada pelaku pendonornya maupun penerima darah.

Lepas dari itu, pada beberapa kali kegiatan donor darah yang dilakukan oleh berbagai organisasi khususnya di Kota Bima terlihat nyata tentang minimnya keterlibatan masyarakat. Pemicunya, salah satunya terletak pada minimnya upaya sosialisasi dan pendekatan educative tentang manfaatn dan kegunaan besar donor darah bagi kehidupan manusia. Dan, selama ini pun nyaris tak terlihat adanya kegiatan donor darah dari kampus ke kampus atau dari sekolah ke sekolah oleh berbagai organisasi yang ada termasuk di Kota Bima. Oleh karenanya, diharapkan untuk kedepannya agar kegiatan tersebut bisa masuk jke wilayah dunia pendidikan dan di seluruh lingkungan masyarakat di seluruh wilayah Kota Bima. (TIM VISIONER)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.