Header Ads

Rumah Aman dan PUSPAGA Bima Diresmikan

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati (Kiri).
Visioner Berita Kabupaten Bima-Agenda Road show Keluarga Berencana dan Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc beserta rombongan, Kamis (17/9/2020) selain diisi dengan kegiatan PKK "Gebrak Masker" di Gedung Paruga Nae Sape juga dilaksanakan Peresmian Rumah Aman (shelter) bagi perempuan dan anak korban kekerasan serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Desa Panda Kecamatan Palibelo-Bima.
              
Hj. Niken yang didampingi Asisten III Setda Kabupaten Bima, Drs. H. Arifudin HMY dalam sambutannya secara virtual kepada instansi terkait menjelaskan, masalah perempuan dan anak merupakan tanggung jawab Pemerintah. Namun demikian bantuan tanpa pamrih dari para pegiat sangat mendukung penanganan kasus anak dan perempuan di NTB. "Oleh karena itu TP. PKK menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah berupaya membangun sebuah sistem agar pemerintah bisa benar-benar hadir menyelesaikan masalah di tengah masyarakat," katanya.
                  
Dirinya mengharapkan agar keberadaan rumah aman Ini bisa menjadi sebuah pekerjaan yang baik dan terstruktur serta sudah dimulai di tingkat Provinsi dengan membentuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD).  "Upaya ini juga diharapkan bisa diikuti pembentukan UPTD di tingkat kabupaten/kota,".terangnya.

Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Hj. Rostiati Dahlan (Kanan) Turut Mendampingi Ketua TP. PKK NTB.
Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd yang turut mendampingi rombongan menyampaikan apresiasi kepada jajaran DP3AP2KB dan Ketua TP. PKK Provinsi NTB yang berkesempatan melakukan peresmian Rumah Aman (shelter) Bima.

Hj. Rostiati juga mengapresiasi peran penggiat perempuan dan anak yang sudah bekerja ikhlas tanpa mengenal lelah melakukan pendampingan. 
             
"Tanpa sinergi dari semua pihak maka upaya pencegahan dan penanganan terhadap kasus perempuan dan anak akan sulit dilakukan. Mudah-mudahan kehadiran shelter ini akan lebih meningkatkan upaya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak, juga mendorong kerjasama yang lebih baik kerjasama yang lebih optimal antara TP. PKK, DP3AP2KB, Ikatan Bidan dan Polres.
                
Senada dengan Rostiati, Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty MM, dalam laporannya memaparkan, dua rumah aman/shelter provinsi di Pulau Sumbawa ini menjadi rujukan untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa ditangani di tingkat Kabupaten/Kota. 
                
"Rumah Aman/shelter di Desa Panda ditujukan untuk mendukung penanganan masalah anak dan perempuan di tiga daerah yaitu Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima demikian halnya shelter di Kabupaten Sumbawa yaitu untuk penanganan  di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Sumbawa," Jelas Husnanidiaty. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.