Header Ads

Lutfi Kembali Cetak Sejarah Monumental, Sayap Kantor Walikota Segera Dibangun

Ketua DPRD Kota Bima: Hanya Orang Buta Yang Tidak Mengakui Kerja Lutfi


      Inilah Design Pembangunan Sayap Kantor Walikota Bima Pada Bagian Barat dan Timur

Visioner Berita Kota Bima-Tekad Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE untuk memajukan daerah khususnya di bidang pembangunan fisik tampaknya bukan sekedar wacana. Namun, nyata adanya.

Lutfi menjabat sebagai Walikota Bima, tercatat baru dua tahun lamanya. Catatan yang tertuang dalam visi misinya, pun dilaksanakan dengan baik. Ini membuktikan bahwa Lutfi diakui sangat “berbeda” dengan “pemimpin sebelumnya”.

Dalam dua tahun kepemimpinanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dibawah kendali Lutfi namun Lutfi telah berhasil meralisasikan sejumlah pembangunan monumental. Sebut saja Taman Kodo, sejumlah Puskesmas yang dinilai termegah, Masjid Nur Latif, pemindahan warga di bantaran sunga ke rumah relokasi di Kadole dan Jatibaru tanpa kekerasan, destinasi wisata Pantai Lawata dan masih ada beberapa lagi yang lainya, termasuk pembangunan tiga lampu hias dengan anggaran Rp1,4 miliar dan pembangunan Masjid Al-Muwahiddin yang sedang giat dikerjakan.

Pun dalam dua tahun kepemimpinanya, Lutfi berhasil membebaskan puluhan ribu warga miskin dari BPJS (BPJS gratis), pengembangan UMKM, peningkatan bantuan bagi Masjid dan Musholah dengan nilai yang jauh lebih tinggi dari Pemerintahan “sebelumnya”, insentif bagi RT/RW se Kota Bima dan lainya. Sementara untuk menjawab kekurangan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah, kini sedang giat-giatnya disikapi oleh Pemkot Bima melalui Dinas PUPR di bawah kendaliu Muhammad Amin S.Sos (Kadis PUPR).  

Sementara dari sisi pengelolaan managemen keuangan daerah, dalam dua tahun kepemimpinan Lutfi berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Catatan penting Visioner mengungkap, dari sederten keberhasilanya dalam dua tahun kepemimpinanya ini Lutfi berhasil memperoleh lebih dari satu piagam penghargaan, salah satunya Kota Bima diposisikan sebagai salah satu Kota Terinovatif di Idonesia.

Kendati telah membuktikan sejumlah keberhasilanya tersebut, namun Lutfi masih ingin terus membuktikan pengabdian terbaiknya bagi pembangunan daerah beserta masyarakat Kota Bima. Awal tahun 2021 ini, sejumlah awak media berhasil menelusuri sebuah rencana besar dibidang pembangunan yang segera dibangun alias diperkirakan akan diwujudkan pada Maret 2021.

Yakni pembangunan sayap Kantor Walikota Bima dengan anggaran Rp23 miliar yang bersumber dari APDP 2 Kota Bima tahun 2021. Master Plan dan Design Enginering Detailnya (DED) terkait pembangunan sayap kantor Walikota Bima ini, namun yang sedang dipersiapkan adalah seluruh rangkaian dalam menghadapi proses tender.  

“Proses perencanaanya sudah sangat matang. Master Plan dan DEDnya pun sudah tuntas. Sementara soal anggara bagi pembangunan saya kantor Walikota Bima ini juga sudah difinalkan melalui APBD 2 Kota Bima tahun 2021. Kini kita sedang mempersiapkan sejumlah persoalan penting dalam menghadapi proses tender-menendernya,” ungkap PPK yakni Agus Musalim, ST didampingi Kabag LPBJ Setda Kota Bima, Agussalim, ST, MT kepada sejumlah awak media, Kamis (7/1/2020)

Dalam menghadapi proses tender pembangunan sayap kantor Walikota Bima ini, diakuinya amsih menemukana danya kendala. Yakni sampai saat ini pihaknya belum menerima DPA yang diutandatangani oleh pihak TAPD. Namun demikian, hal tersebut masih dalam proses.

“Dalam proses tendernya tentu saja harus terinput dalam Sistim Informasi Rendana Umum Pengadaan (SIRUP). Tujuanya adalah agar diketahui oleh semua pihak termasuk LKPP. SIRUP ini bersifat sosialisasi kepada publik,” terangnya.

Master Plan hingga DED pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini, diakuinya bukan dirancang oleh Pemerintahan sebelumnya. Tetapi dibuat pada Pemerintahan saat ini, dan tentu saja muncul dari ide dan gagasan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

Seberapa mendesakah pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini?. “Ya tentu saja sangat mendesak dan sifatnya sangat dibutuhkan. Perlu diketahui bahwa di Kantor Walikota Bima saat ini hanya ada dua OPD. Yakni BPKAD dan Sekda. Oleh karenanya, di lokasi ini membutuhkan adanya pembangunan inftrastruktur yang berintergrasi yang tentu saja mempermuda koordinasi antara OPD terkait dengan Walikota Bima dan efektivitas dalam pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat Kota Bima. Dan dengan dibangunya saya Kantor Walikota Bima, juga akan berdampak kepada kenyamanan kerja bagi para pegawai pada masing-masing OPD,” jelas Agus.

Opsi dari pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini, diakuinya didesign untuk sejumlah OPD. Pada sayap bagian barat untuk BPKAD dan Bappeda. Sementara pada sayap bangian timurnya untuk BKD dan Inspoektorat.

“Esensi dari pembangunan OPD yang berintegrasi pada sayap Kantor Walikota Bima ini yakni untuk semakin mendekatkan tingkat koordinasi antara OPD-OPD tersebut dengan Walikota Bima sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada publik,” ulas Agus.

Sementara soal tender-menender pembangunan sayap Kantor ini, pihaknya menargetkan paling lambat pada Maret 2021. Sementara terget penuntasan fisik bangunanya yakni pada November 2021.

“Sebenarnya Walikota Bima menginginkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan sayap kantor Walikota ini pada Pebruari 2021. Namun, keinginan Walikota Bima tersebut belum bisa dilaksanakan karena masih adanya kendala,” kata Agus.

Menjawab pertanyaan tentang luas lahan pembangunan sayap kantor Walikota ini, yakni 936 meter persegi. Dan dalam Master Planya, ada bangunan jembatan yang menghubungkan antara bangunan utama (Kantor Walikota) dengan bangunan dua sayap dimaksud.

“Sementara design interiornya tentu saja sangat keren serta mampu memberikan kenyamanan bagi OPD-OPD terkait serta masyarakat yang dilayaninya. Secara utuh, design pembangunan sayap Kantor Walikota Bima memiliki penampilan modern dan masih kental dengan nuansa budaya Bima,” pungkas Agus.

Secara terpisah, Ketua DPRD Kota Bima yakni Alfian Indra Wirawan S.Adm yang dimintai tanggapanya  menegaskan bahwa pembangunan sayap kantor Walilokta Bima tersebut merupakan salah satu terobosan memukau dari sejumlah pembangunan monumental yang sudah diwujudkan dalam dua tahun kepemimpinan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

“Sumber anggaranya tentu saja dari APBD 2 Kota Bima tahun 2021 yang sudah dilegalkan secara resmi oleh DPRD Kota Bima. Artinya, soal prosedur pembangunan sayap Kantor Walikota Bima ini tentu saja memiliki landasan yang sangat jelas dan terang,” tegas Politisi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bima ini.

Politisi yang akrab disapa Dae Pawan ini kembali menegaskan, Lutfi telah mampu mewujudkan visi-misinya dalam dua tahun kepemimpinanya. Hal itu tercermin pada sederetan pembangunan monumental serta aspek lain yang diuakui adanya.

“Masjid Raya Al-Muwahiddin yang sedang dibangun, pembangunan Masjid Nur Latif, pembangunan Taman Kodo, pembangunan sejumlah Puskemas megah, pembenahan destinasi Lawata, pembangunan sayap kantor Walikota Bima yang sedang direncanakan secara matang dan dilaksanakan pada tahun 2021, membebaskan masyarakat miskin dari BPJS, peningkatan bantuan masjid dan Musholah yang jauh lebih besar dari pemerintahan sebelumnya dan lainya, termasuk tiga lampu hias dengan anggaran Rp1,4 miliar yang diakui adanya,” tandas Dae Pawan.

Oleh karenanya, tak ada alasan bagi pihak manapun untuk tidak mengakui prestasi yang lahir dari terobosan Lutfi dalam duatahun kepemimpinanya ini.

“Catat, ini baru dua tahun ya Mas, bagaimana kalau lima tahun menjabat sebagai Walikota Bima?. Nah, saya ingin menegaskan bahwa hanya orang buta yang tidak mengakui keberhasilan Lutfi dalam dua tahun kepemimpinanya ini,” timpalnya. (TIM VISIONER)  

No comments

Powered by Blogger.