Header Ads

Tak Ada Alasan Menolak Kehadiran Alfa Mart, Rafidin Nyatakan Dukungan Penuh


                                                                 Rafidin H. Baharudin, S.Sos

Visioner Berita Kota Bima-Kehadiran Investasi baru di Kota Bima yakni Alfa Mart, tampaknya disambut baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dibawah kendali Walikota setempat, H. Muhammad Lutfi SE. Karena tak ada alasan untuk menolak Investasi yang salah satunya bisa mengantisipasi angka pengganggran di Kota Bima tersebut, 11 titik untuk Alfa Mart di Kota Bima telah disurvey.

Hanya saja soal izin operasi bagi Alfa Mart di Kota Bima, hingga detik ini diakui belum diterbitkan oleh Pemkot Bima. Tetapi, persyaratan administrasinya sedang dalam proses. Sementara di mana saja titik-titik yang telah dilakukan survey tersebut, Lokasi dimaksud katanya, yakni masing-masing Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Gatot Soebroto, Jalan Ir Sutami, SPBU Penatoi, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Datuk Dibanta dan di sekitar Lapangan Serasuba.   

Masih menurut informasi yang diperoleh Visioner, sampai detik ini penandatanganan MoU antara Alfa Mart dengan Pemkot Bima belum belum dilakukan. Kecuali, rangkaian syarat administrasinya sebelum beroperasi diakui masih dalam proses.

Kabag Humas Setda kota Bima, HA.Mali, Sp, S.IP membenarkan hal itu. “Ini baru dalam tahapansurvey lokasinya saja. Sementara soal administrasi terkait izin operasinya, hingga kini masih dalam proses,” ungkap Malik.

Dari 11 ttiik yang sudah diservey, nantinya akan ada tiga titik untuk dilakukan uji coba. “Kehadiran Alfa Mart di Kota Bima baru di Acc pada tatataran kebijakan saja. Namun soal izinya, sampai sekarang belum diterbitkan,” ulas Malik.

Rencana beroperasinya Alfa Mart di Kota Bima, pun menuai pro-kontra terutama di Media Sosial (Medsos). Ada nitizen yang menolak kahadiran Alfa Mart di Kota Bima karena alasan akan berdampak kepada kerugian bagi para pedagang kecil.

Namun sebahagian besar nitizen justeru menyatakan sebaliknya. Maksudnya, kehadiran Alfa Mart di Kota Bima akan memberikan sejumlah dampak positif. Yakni mulai dari upaya pengikisan angka pengangguran, memberikan kontribusi bagi daerah melalui PAD, CRS untuk masyarakat di masing-masing wilayah beroperasinya, dan lainya.

Lepas dari itu, ada pula nitizen yang menawarkan solusi kepada Pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan agar kehadiran Alfa Mart di Kota tidak merugikan para pedagang kecil. Selain itu, nitizen tersebut juga sangat berharap agar nantinya Alfa Mart bisa menampung hasil karya dari para UKM yang ada di Kota Bima.

Masih soal rencana beroperasinya Alfa Mart di Kota Bima, salah satu Ketua RW di Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima yakni Rafidin H. Baharudin S.Sos dengan tegas menyatakan dukungan penuhnya. Duta Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima ini menegaskan, kehadiran Alfa Mart di Kota Bima tentu saja akan memberikan dapak positif bagi Kota Bima beserta masyarakatnya.

“Antara lain dapat mengikis angka pengangguran yang ada di Kota Bima. Hal ini tentu saja berjalan seiring dengan visi-misi Pemkot Bima di bawah kendali Walikota, H. Muhammad Lutfi, SE,” tegas Rafidin yang juga mantan Wartawan senior serta mantan Ketua PWI Cabang Bima ini kepada Visioner, Sabtu (9/1/2021).

Masih menurut Rafidin, aspek positif lainya bagi kehadiran Alfa Mart juga terkait dengan peningkatan PAD baik melalui retribusi perparkiran maupun pada aspek lainya.

“Oleh sebab itu, tak ada alasan bagi siapapun untuk menolak kehadiran Alfa Mart di Kota Bima. Sebab, kehadiran Alfa Mart merupakan salah satu ciri dari kemajuan Kota Bima. Hal ini adalah sama dengan yang terjadi di Kota dan Kabupaten lainya di Indonesia,” tandasnya.

Rafidin kembali menegaskan, kehadiran Alfa Mart di Kota Bima juga mencerminkan bahwa Kota Bima sebagai Kota Inovatif. Hal tersebut, tentu saja harus dibuktikan melalui kemampuan Pemkot Bima di dalam membangun dan menghadirkan Investasi termasuk di bidang perdagangan.

“Pertumbuhan UKM yang ada di Kota Bima semakin terlihat nyata. UKM-UKM tersebut tentu saja mampu membuktikan dirinya untuk bersaing di era global ini. Karena kesiapan dan kematanganya, maka tentu saja UKM-UKM tersebut akan mampu bersaing dengan Alfa Mart. Oleh karena itu, kehadiran Alfa Mart bukanlah hantu paling menakutkan bagi UKM-UKM yang ada di Kota Bima,” tegasnya.

Rafidin menambahkan, adalah sama dengan berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran Alfa Mart, Indo Maret dan bahkan super market sekalipun di berbagai daerah tersebut justeru memacu UKM-UKM untuk berkompetisi dengan baik. Di Jakarta misalnya, para UKM dan pedagang kecil sekalip0un mampu membuktikan kemampuanya untuk bersaing dengan Alfa Mart, Indo Maret dan lainya.

“Kita ambil saja contoh yang paling dekat, kehadiran Hokky Mart, Marry Mart dan lainya di kota Bima, sampai dengan detik ini tak satu pedagang kecil yang berteriak karena bangkrut. Malah yang terjadi, para pedagang kecil yang ada di sekitarnya baik-baik saja kok. Menurut saya, rezeki itu tak akan terukur walau anda berdagang di manapun. Oleh sebab itu, jangan pernah takut dengan kehadiran Alfa Mart di Kota Bima. Tetapi, anda harus mampu membuktikan kemampuan untuk berkompetisi,” pungkasnya.

Sementara pro-kontra atas rencana kehadiran ritail modern tersebut (Alfa Mart), kini dijelaskan secara rinci oleh Manajemen Alfa Mart untuk Kota Bima yakni Sukiman. Sukiman menyebutkan, ada 11 titik lokasi yang akan ditempati Alfa Mart berdasarkan hasil survey.

Lokasi dimaksud katanya, yakni masing-masing Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Gatot Soebroto, Jalan Ir Sutami, SPBU Penatoi, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Datuk Dibanta dan di sekitar Lapangan Serasuba. “Untuk tahun pertama nanti bisa lebih dari 3 unit. Penambahan jumlahnya nanti, tentu saja harus melihat terlebih dahulu tentang kondisi pasar,” terangnya.

Pada titik-titik beroperasinya Alfa Mart, diakuinya akan memanfaatkan bangunan yang ada dan memenuhi standar kelayakan ritel Alfamart. Namun juga juga tidak menutup kemungkinan akan membangun gedung baru. Sukiman kemudian menegaskan, pihakny tetap mengupayakan Alfamart tetap ada di Kota Bima agar bisa bekerjasama dengan UMKM dan BUMD. Sementara Soal pro dan kontra pun menjadi hal yang biasa terjadi ditiap daerah. 

“Kita sudah bertemu dengan Perumda Aneka Kota Bima, dan merespon baik tapi dengan catatan diperdayakan dengan UMKM,” terangnya.

Lagi-lagi Sukiman pun menjelaskan tentang manfaat keberadaan Alfamart, yakni seperti pemberdayaan UMKM, pemberdayaan pedagang kecil sejenis sebagai induk suplier, pemberdayaan warga sekitar sebagai karyawan dengan penggajian standar daerah paling tinggi, pelatihan bagi pedagang kecil soal manajemen ritel bekerja sama dengan Dinas Koperindag dan NGO setempat.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan SMK jurusan pemasaran dengan memberikan lab gratis, dan semua lulusannya dipastikan bisa langsung bekerja dengan Alfamart, penambahan PAD dengan retribusi parkir dan retribusi reklame, pemberdayaan warga sekitar toko untuk keamanan, CSR dan memudahkan warga untuk akses kebutuhan. “Sementara rencana sosialisasi nanti tergantung dari arahan Pemerintah setempat,” tuturnya.

Dia menerangkan, produk lokal nanti juga akan dimanfaatkan jaringan Alfamart untuk didrop ke Alfamart daerah lain, karena ini satu jaringan. Singkatnya, Sukiman kemudian menjelaskan tentang Kisi-Kisi tentang manfaat dari keberadaan Alfamart.

Yakni Pemberdayaan UMKM, Pemberdayaan pedagang kecil sejenis sebagai induk suplier, pemberdayaan warga sekitar sebagai karyawan (dengan penggajian standar kabupaten paling tinggi), pelatihan bagi pedagang kecil soal manajemen ritel (bekerja sama dgn disprindag dan NGO setempat), kerjasama dengan SMK jurusan pemasaran (dengan memberikan lab gratis, dan semua lulusannya dipastikan bisa langsung kerja bekerja dengan Alfa Mart), penambahan PAD dengan retribusi parkir dan retribusi reklame, memberdayakan warga sekitar toko untuk keamanan, CSR dan memudahkan warga untuk mengakses kebutuhanya. (TIM VISIONER)

No comments

Powered by Blogger.