Header Ads

Bupati Bima Buka Sosialisasi Daerah Pugar, Ini Penjelasannya

Sosialisasi Daerah Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar).

Visioner Berita Kabupaten Bima-Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi daerah Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar), kegiatan penataan dan pemanfaatan jasa kelautan program pengelolaan ruang laut KKP, oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima di Taman Kalaki, Desa Panda Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Senin (29/3/2021).

Kadis DKP Kabupaten Bima hadir mendampingi langsung Bupati Bima, selain itu juga ada Kabag Ekonomi, Tim Percepatan Bima Ramah Kabupaten Bima, Camat, Kepala Desa wilayah produksi garam, pengusaha dan petani garam serta kelompok petani garam.

Kadis DKP Kabupaten Bima Ir. Hj Nurma, M. Si menjelaskan, atas nama pribadi dan masyarakat Kabupaten Bima, dirinya menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang dalam atas kebijakan Pemerintah Pusat melalui DKP, telah mengalokasikan anggaran pugar sejak tahun 2011 sampai tahun 2021.

“Selama 10 tahun berjalan kegiatan Pugar telah menyentuh sebanyak 3.629 orang petani garam atau 362 kelompok yang tersebar di Kecamatan Bolo, Woha, Monta, Palibelo, Langgudu, Sape dan Lambu dengan luas lahan 1.743 Ha dari potensi 4.620 Ha,” jelasnya.

Sehingga Kabupaten Bima masuk dalam salah satu daerah sentral garam Nasional, akan tetapi masih tersisa potensi lahan belum tersentuh program pugar seluas 2.877 Ha.

“Hadirnya program pugar ini sangat membantu masyarakat petani tambak Kabupaten Bima dalam mengatasi persoalan pendapatannya, karena melalui program ini petani tambak telah dapat meningkatkan produksi 2 kali lipat dari produksi non pugar, yang walaupun dari sisi kesejahteraan belum dapat dicapai dikarenakan harga garam masih relatif rendah,” ujarnya.

Diakuinya, Pemkab Bima berkomitmen akan tetap memberikan dukungan dalam bentuk dana pendamping pugar yang dialokasikan untuk kegiatan penunjang dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan yang dalam pembiayaannya tidak dibiayai dalam dipa Pugar baik melalui Dinas Kelautan dan Perikananaupun Dinas terkait seperti Dinas PU, Koperindag maupun Koperasi UKM.

“Adapun dalam pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat (Pugar) masih dijumpai banyak permasalahan dan kendala yang bersifat dilematis di lapangan sehingga Pemkab Bima terus berupaya melakukan upaya mencarikan solusi,” terangnya.

Diantaranya, perbaikan saluran irigasi tambak garam untuk memudahkan pasokan air tambak untuk meningkatkan frekuensi panen sehingga produksi meningkat. Penerapan geoisolator dengan menggunakan plastik HDPE dalam upaya meningkatkan lualitas garam, Pembuatan jalan usaha tani dan jalan ekonomi untuk mengurangi ongkos buruh (mempermudah akses pengangkut.

Pelatihan dan Bantuan alat proses yodisasi garam rakyat untuk memenuhi standar kualitas garam konsumsi atau beryodium. Upaya menjalin gubungan kemitraan antara petani tambak dengan perusahaan garam PT. G ARAM, PT. SUSANTI MEGAH, PT. UNICEM,

“Saya ingatkan kepada seluruh pihak, bahwa perjuangan mengantaskan kemiskinan melalui sektor pergaraman ini tidaklah mudah, khususnya pada tahun 2021 ini, dimana cuaca bagus namun harga belum memihak kepada petani garam,” ungkapnya.

Untuk itu kita tetap sabar dalam perjuangan kita dengan harapan agar masyarakat petani garam yang menjadi sejahtera dan mandiri setahap demi setahap.

Sementara Bupati Bima Hj. Indah dhamayanti Putri SE berharap, kepada seluruh anggota kelompok masyarakat petani garam, lebih khusus yang mendapatkan program geoisolator tahun ini, agar lebih serius dalam melaksanakan program pugar. Sehingga kedepan dapat memberikan dampak yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Melalui kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa statemen Menteri Kelautan dan Perikanan dengan telah tercapainya swasembada Nasional Garam konsumsi harus kita dukung dan kita buktikan dengan perbaikan kondisi pergaraman rakyat,” katanya.

Keberhasilan yang kita harapkan pada tahun 2021 yaitu tercapainya peningkatan produktivitas garam melalui teknologi geoisolator rata-rata 125 ton/Ha.

“Tercapainya kualitas garam rakyat KP 1 sebesar 60 persen dari total dari total target produksu garam rakyat melalui implementasi geoisolator, teknologi ulir filter, integritas dan menegemen air,” katanya.

Terbangunnya usaha garam rakyat dalam pengelolaan lahan garam dalam satu hamparan dengan satu pola menejemen kelompok.

"Terjaminnya keberlanjitan usaha kelompok pugaf terasuk peran perempuan dan usaha garam rakyat. Terfasilitasinya pengiatan kelembagaan koperasi pugar dan atau BUMDes," pungkasnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.