Header Ads

Kasus Kekerasan Wanita Kian Meningkat, KPP UKM LDK STISIP MB Gelar Demonstrasi

KPP UKM LDK STISIP Mbojo Bima Saat Unjuk Rasa di Depan Mapolres Bima Kota.

Visioner Berita Kota Bima-Bertepatan hari perempuan sedunia, Puluhan Mahasiswi yang tergabung dalam Korps Pemberdayaan Perempuan (KPP) Unit kegiatan mahasiswa (UKM) lembaga dakwah kampus (LDK) STISIP Mbojo Bima, menggelar aksi unjuk rasa, Senin (8/3/2021).

Dalam aksi tersebut mereka menggelar di tiga titik, yakni didepan kantor DPPA Kabupaten Bima, Polres Bima Kota dan kantor Walikota Bima.

Ketua KPP UKM LDK STISIP Mbojo Bima, Dewi Rosmiati dalam orasinya menyampaikan, akhir-akhir ini kerap kali terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dibawah umur. Bahkan terdata oleh lembaga perlindungan anak (LPA) Kota Bima, hingga awal Maret Tahun 2021 sebanyak 17 kasus.

"Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, anehnya sampai dengan hari ini belum ada  langkah dari pemerintah setempat dalam rangka mengurangi persolan yang Terjadi," ungkapnya.

Mahasiswi yang akrab disapa Dewi ini menjelaskan, Disisi lain berdasarkan hasil temuan dilapangan bahwa masih dibukanya tempat hiburan malam di Kota dan Kabupaten Bima yang dapat mengundang keramaian dan melanggar protokol Covid-19.

Oleh karena itu, pihaknya Mendesak Pemerintah Kota Bima untuk segera mengambil langkah yang tepat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak dibawah umur, Kemudian mendesak Kapolres Bima Kota, Pol-PP Kota Bima untuk segera hentikan kegiatan hiburan malam pada saat masa pandemi Covid-19.

"Kami juga Mendesak Pemerintah Kota Bima, Polres, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) untuk menegakkan UU Nomor 23 Tahun 2020 tentang PPA dan lembaga-lembaga PPA.

Selain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Bima yang menanggapi dan akan segera menindaklanjuti tuntutan KPP UKM LDK STISIP Mbojo Bima, juga pihak Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota melalui Kanit PPA, Aipda Saiful, SH, dihadapan massa aksi menyampaikan, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan yang terjadi akhir-akhir ini. 

"Padahal untuk pencegahan, pihaknya sering melakukan sosialisasi kemudian bekerjasama dengan dinas-dinas. Namun tetap saja kejadiannya terus meningkat," terangnya.

Dikatakannya, terhadap kasus-kasus yang sudah dilaporkan akan ditangani dengan serius. Bahkan kalau ada kasus yang menonjol akan ditangani secara profesional. 

"Kami juga akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah. karena merekalah yang punya kewenangan besar, kami hanya sifatnya menindaklanjuti laporan dari masyarakat," pungkasnya. (FAHRIZ)

No comments

Powered by Blogger.