Header Ads

Kiprah Komunitas Lentera Donggo, Produksi dan Pasarkan Souvenir Khas Bima Hingga Mancanegara

Owner Lentera Donggo, Leni Lestari Dan Apen Makese.

Visioner Berita Kabupaten Bima-Komunitas Lentera Donggo tak asing lagi bagi kalangan masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. Komunitas yang satu ini bergerak di bidang wirausaha dan pemasaran hasil inovasi tenun dan pernak-pernik lainnya.

Guna memasarkan hasil setiap produk dan aktivitasnya, komunitas Lentera Donggo memiliki sebuah butik yang berlokasi di Desa Sarita Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Butik tersebut cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Bahkan produk Lentera Donggo sering dikenakan para model untuk sesi pemotretan.

Para Model Mengenakan Produk Lentera Donggo Untuk Sesi Pemotretan.

Selain itu di lokasi tersebut juga menyediakan tempat tongkorongan para pemuda beserta dengan menu cemilan dan muniman beraneka ragam, bahkan tempat itu kerap kali mengadakan ruang diskusi ringan.

Owner Lentera Donggo, Leni Lestari, A.Md.Keb, istri dari Apen Makese menjelaskan, untuk menjawab permintaan pasar, dirinya bersama anggota komunitas selalu memotivasi kelompok pengrajin tenun dan pernak-pernik khas Bima untuk terus menciptakan, meningkatkan dan mengembangkan inovasi produk terbaru dengan berbahan baku sumber daya alam di sekitar.

“Anggota komunitas Lentera Donggo terus bergerak maju serta hadir memberikan edukasi dan inovasi baru kepada para pengrajin agar tetap menghasilkan produk barang,” terang Leni sapaan akrabnya, Sabtu (13/3/2021).

Produk Lentera Donggo.

Dijelaskannya, guna menjawab setiap permintaan dan kebutuhan pasar, pihaknya  memiliki kelompok binaan yang diberdayakan. Kelompok binaannya yakni berada di Desa Mbawa dan Palama Kecamatan Donggo.

“Sampai saat ini, alhamdulillah kelompok ibu-ibu ini mampu menciptakan inovasi fashion era kekinian. Baik itu berupa baju, tas, tasbih, dan syal berbahan dasar kain tenun,” ungkapnya.

Lanjutnya, Saat ini pihaknya sedang mendorong kelompok di Asakota Kota Bima untuk memproduksi sepatu lukis dan gelang. 

“Kami selalu dampingi dan memotivasi kelompok tersebut untuk mempercepat produksi,” imbuhnya.

Sisi lainnya, Leni mengungkapkan, komunitas ini awalnya hadir dengan konsep pemberdayaan berbasis pemasaran potensi daerah. Awal dirintis satu tahun lalu didasari rasa prihatin sekelompok pemuda-pemudi akibat minimnya minat masyarakat menggunakan produk lokal entitas daerah. 

“Sebenarnya tujuannya sih agar memiliki nilai budaya dan nilai ekonomi,” paparnya.

Salah Satu Model Mengenakan Produk Lentera Donggo Untuk Pemotretan.

Namun pada akhirnya, buah semangat dan kerja keras komunitas yang beranggotakan pemuda-pemudi kreatif dan inovatif ini, produk pengrajin dan penenun Bima pemasarannya tembus hingga ke mancanegara seperti, negara Malaysia, Singapura, Hongkong dan Arab Saudi.

“Syukur alhamdulillah, tetap saja ada permintaan order barang dari mancanegara,” pungkasnya. (FAHRIZ) 

No comments

Powered by Blogger.