Header Ads

Bima Terpanggil Oleh Air Mata dan Duka Rakyat Palestina, Saat ini Puluhan Juta Rupiah Sudah Terkumpulkan

Kegiatan Aksi Penggalangan Dana Untuk Rakyat Palestina Oleh Berbagai Ormas di Bima

Visioner Berita Bima-Perang yang terjadi antara Palestina dan Israel, tercatat memakan korban jiwa. Tak hanya itu, kerusakan infrastruktur pun tak bisa dihindari. Khusus duka dan air mata yang menimpa warga Palestina, Muslim di dunia termasuk di Bima-NTB selain prihatin juga bergerak melakukan aksi kemanusiaan.

Bentuknya, berbagai elemen di Bima bahkan di Dompu melakukan aksi penggalangan dana. Dan hingga detik ini, berbagai Ormas Islam di Bima baik Kota maupun Kabupaten masih terlihat menggalang dana di berbagai tempat, terutama di perempatan lampu merah di Kota Bima.

Arja Samlan (Ketua PD KAMMI Bima) dan Sarwanudin (Direktur RKP Bima), kepada sejumlah Awak Media membenarkan hal itu. Dana yang digalang melalui pengguna jalan raya tersebut, dijelaskan akan dikirim kepada saudaranya yang menjadi korban di Palestina. Komite Nasional Untuk Rakyat Palestinsa, Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Da’i Indonesia (IDI), Salimah Bima, Sampela Mbojo 2019 yang tergabung dalam Komunitas Kahawa Mbojo, Pemuda Pemudi Desa Pandai Kecamatan Woha dan sejumlah personil aparat Polsek Bolo dengan jumlah 6 orang bersatu melakukan aksi penggalangan dana untuk selanjutnya dikirim untuk rakyat palestina.

Pada aksi penggalangan dana yang dilakukan sejumlah elemen tersebut tanggal 19 Mei 2021 di Cabang Bolo Kabupaten Bima itu berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp20.314.000,-. Aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina oleh berbagai elemen tersebut, juga dilakukan di seputaran pasar Sila Kecamatan Bolo.

Masih soal aksi kemanusiaan untuk rakyat Palestina tersebut, Kader KAMMI se-NTB melakukan aksi penggalangan dana di Kecamatan Sape (20/5/2021). Titik kumpul untuk aksi kemanusiaan tersebut dimulai di cabang empat Kecamatan Sape.

Sementara di Kota Bima, aksi serentak seluruh Ormas Islam se-Bima dilaksanakan pada hari Jum’at (21/5/2021), titik kumpulnya di masjid Agung Al-Muwahidin. Untuk wilayah Kabupaten Bima bagian Barat meliputi Kecamatan Bolo dan sekitarnya-aksi penggalangan dana dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2021, titik kumpulnya di Masjid Al-Amin Desa Rato.

Sedangkan di Kabupaten Bima bagi tengah yang meliputi Kecamatan Woha dan sekitarnya, titik kumpul aksi penggalangan dana di Cabang Talabiu. 

“Tak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina. Cukup kau menjadi manusia “Al-Aqsa Memanggil, Al-Aqsa Memanggil, Al-Aqsa Memanggil. “Birruh, Biddam, Nabdika ya Aqsa!” (Dengan ruh, Dengan Darah, Kami Bela Kau Ya Aqsa,” tegas Arja Samlan dan Sarwanudin.

Dari hasil aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh berbagai Ormas Islam dan juga melibatkan sejumlah elemennya lain untuk rakyat Palestina tersebut, angggara yang dikumpulkan sudah mencapai angka sebesar Rp84.359.200,-

“inilah panggilan jiwa Muslim di Bima untuk saudara Muslim kita di Palestina. Alhamdulillah dari aksi penggalangan tersebut sudah terkumpul anggaran sebesar Rp84.359.200,- dan akan diberikan kepada saudara muslim kita di Palestina,” pungkasnya. 

Sementara itu anggota KNRP Bima yakni Husni menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina dilakukan sejak awal dan telah berhasil mengumpulkan anggaran sebesar Rp84.359.200,- juta lebih. Anggaran yang dikumpulkan itu, kini sudah diserahkan kepada Bendahara KNRP Bima dan selanjutnya dalam waktu segera akan dikirim ke Palestina.

Husni kemudian menegaskan, aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang menjadi korban perang melawan Israel harus dilaksanakan secara rutin.

“Seharusnya ini agenda rutin galang dana untuk Palestina. Sebab, ini merupakan skala dunia. Sedikit logika saja, bencana kebakaran, banjir bandang di Kabupaten Bima kemarin kita hanya kehilangan sekian karung beras dan padi. Tetapi soal itu, kita sangat cekatan. Tetapi soal Palestina jelas beda. Rakyat Palestina mempertaruhkan nyawa, kita di Bima cenderung diam. Maka pertanyaanya, bagaimana kisah nyata yang menimpa saudara Muslim kita di Palestina terjadi di Bima, apakah kita harus berdiam diri,” tanya Husni.

Husni kembali menjelaskan, ada banyak hal yang sangat miris terjadi di Palestina. Anak-anak dibunuh, kaum perempuan juga ditahan dan diperlakukan secara tak manusia. Lagi-lagi Husni bertanya secara serius. "Masihkan Muslim di Bima dan umumnya di NTB harus berdiam diri,” tanyanya lagi.

Husni menyatakan, Palestina sejak tahun 1948 sampai detik ini diteror habis-habisan. Bahkan bisa jadi sampai kiamat karena masuk dalam tanda-tanda akhir zaman menuju kejayaan Islam kalinya sesaat Imam Mahdi hadir dan Nabi Isa turun melawan Dajjal laknatullah. (FAHRIZ/GILANG/AL/RUDY)

No comments

Powered by Blogger.